canggih – modern

– istilah rancu –

Mungkin karena sama-sama dianggap ‘Wow!’, orang sering kacau antara canggih dan modern.

Wah, HP-mu canggih sekali!”
“Di zaman canggih ini, laptop mudah dijumpai di mana-mana.”

Nggak ada soal dengan kalimat yang pertama, kalau memang maksudnya mau bilang bahwa HP orang yang diajak bicara bisa lebih ‘macem-macem’ (punya jauh lebih banyak features) daripada HP si pembicara (yang cuma bisa untuk nelpon dan SMS doang, misalnya).

Tapi untuk kalimat yang kedua, bisa jadi si pembicara agak rancu dengan arti canggih sehingga kalimatnya jadi seperti itu. Mungkin yang dimaksudkannya adalah ‘zaman modern’.

Modern dan canggih bukanlah sinonim. Modern (Inggris=modern) berarti ‘masa kini’ (bukan zaman dahulu, tidak ketinggalan zaman). Sedangkan padanan canggih dalam bahasa Inggris adalah sophisticated—berarti ‘memiliki tingkat kerumitan yang tinggi’ (mampu mengatasi, memikirkan, melakukan, atau menyadari akan hal yang kompleks atau tidak sederhana).

Modern berkaitan dengan waktu, sedangkan canggih dengan kapasitas.


Jadi Leonardo Da Vinci dan Albert Einstein jelas termasuk orang-orang [dengan pikiran] yang sophisticated, begitu pula dengan (para) penemu roda dari zaman prasejarah. Mereka adalah orang-orang yang canggih, meski semuanya ‘orang zaman dahulu’.

Sebaliknya, orang [zaman] modern tidak otomatis pasti canggih. Misalkan kita punya HP tiga dan sehari-hari gaul dengan laptop atau internet, tapi kalau masih aja gampang diadu-domba atawa kalap, berarti kita jelas tidak sophisticated—paling tidak dari segi akal budi.

*****

————————
Catatan: Pahlawan bahasa yang paling berjasa dalam merevitalisasi kata ‘canggih’ mungkin adalah Anton M. Moeliono (1929-2011), seorang ahli bahasa Indonesia.

—KK—

3 thoughts on “canggih – modern

  1. Sudah baca skimming seluruh artikelnya.
    Suka. Amat menarik: ringan dan bermanfaat dengan sudut pandang dan penekanan yang tak membuat jemu.🙂 Jadi, pemilik blog ini adalah seseorang berinisial KK yang waktu 1970 masih SMP dan pernah tinggal di Salatiga & Semarang, pernah berada dalam mobil yang disetir saudara dengan tanpa perhitungan?

    Terima kasih sudah mengunjungi blog saya. Salam kenal.

    Waduh! Terima kasih sekali, juga untuk kesan yang disampaikan. Kalau tak salah, Dewi orang pertama yang bilang blog kamus ini tidak menjemukan.🙂

    Untuk profil rata-rata benar, kecuali soal mobil dan KK. ‘Artikel mobil’ memang agak kompleks, sulit ditangkap lewat skimming. Kalau KK sekadar variasi dari ‘kutukamus’ saja, sebagai ID/nama pena—background ada di ‘deus ex machina’, bagian reply untuk komen ke-3 (Ric.NZ), paragraf ke-1. Salam kenal juga.

    Update: Lupa tadi. Sedang ada buku gratis lho, waktu terbatas. Coba saja main ke blognya ‘gipsika’ (link di ‘deus ex machina’, bagian komen), lalu cek artikel ‘Packing up camp and moving on’. Baru sempat baca cerita pertama. Asyik juga.

    • Kamu tampaknya punya terlalu banyak waktu untuk menelusuri begitu banyak hal, ya? Haha, sudah menengoknya tadi, beberapa cerpen genre, ya? Sudah mengirimkan rekues untuk memperoleh free copy-nya. Terima kasih!🙂

      Ah iya, mengenai KK itu, baru sadar bahwa itu adalah singkatan Kutu Kamus saat meneliti sampul “For Dummies”-nya.

      Sama-sama, semoga manfaat. Soal penelusuran, he..he.. sepertinya Nak Dewi perlu baca total sekali lagi, tanpa skimming.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s