poligami – poligini – poliandri

– istilah sosial –

Poligami (polygamy) adalah perkawinan yang terdiri lebih dari sepasang suami-istri. Artinya, poligami bisa berupa poligini (polygyny)—satu laki-laki dengan lebih dari satu istri, atau yang sebaliknya, poliandri (polyandry)—satu wanita dengan lebih dari satu suami.

Jadi jika si A yang sudah beristri menikah lagi, di sini yang berpoligami bukan si A saja, akan tetapi juga masing-masing (baca: semua) istrinya.

Secara kultur—pada banyak kelompok masyarakat zaman dahulu, salah satu motif utama poligini adalah penegasan akan status sosial. Jadi relatif ‘tabu’ bagi seorang pemimpin (entah itu kepala suku Indian, kaisar China atau seorang raja di Eropa) untuk hanya beristri satu. Dan adalah sebuah kebanggaan bagi sang wanita (juga keluarganya) untuk masuk dalam lingkaran poligami seperti ini (baik sebagai permaisuri, selir, dayang atau bahkan istri keduapuluhtujuh) karena itu berarti yang bersangkutan masuk ke dalam lingkungan ‘bukan orang sembarangan’.

Poliandri jauh lebih jarang. Konon, dulu sekali, salah satu penyebabnya adalah kondisi alam yang sangat tidak kondusif. Bagi kelompok masyarakat yang hidup dengan natural resources (sumber daya alam) yang sangat terbatas, soal ‘makan apa hari ini’ adalah urusan pelik. Lalu orang berpoliandri, karena cara ini dianggap efektif dalam menekan angka kelahiran (jumlah mulut yang harus diberi makan). Jadi maksudnya semacam trik KB (Keluarga Berencana), gitu.

*****

—KK—

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.