Masya Allah(!)

Suatu hari seorang paruh baya melihat seorang muda mengalami penderitaan yang hebat namun tetap tabah dan tidak mengeluh. Sebagai ungkapan kekaguman, si orang tersebut berucap, “Masya Allah, Nak! Kau sungguh membuatku kagum. Semoga kesabaranmu dalam menjalani cobaan hidup akan membuatmu menjadi orang yang mulia di hadapan-Nya.”

Frasa Arab ini pengertiannya kira-kira: “Sesungguhnya semua ini adalah kehendak Tuhan jua” (dan jika Tuhan berkehendak, pasti terjadi). Di sini ucapan ‘Masya Allah’ sesuai situasinya karena mengandung: pengakuan terhadap Tuhan (Yang Maha Kehendak), kekaguman (artinya respons positif) atas dampak dari kehendak-Nya tersebut (ketabahan si orang muda), dan bahkan disertai doa (harapan baik yang dimohonkannya kepada Yang Maha Kuasa).

Pada saat itulah lewat orang ketiga (yang kebetulan tidak tahu arti ‘Masya Allah’). Orang ini, demi melihat betapa hebat penderitaan si orang muda, menyangka bahwa kata-kata tersebut adalah ‘ungkapan kekagetan saat menjumpai sesuatu yang jelek’ (sebuah respons negatif). Sejak saat itu, kesalahkaprahan penggunaan ‘Masya Allah’ sering terjadi di mana-mana.

Tak penting benar apakah itu cuma cerita fiktif atau bukan. Yang jelas, masih kita jumpai orang mengucapkan ‘Masya Allah’ secara tidak pada tempatnya. Alih-alih ungkapan kekaguman atau pengakuan (kepada-Nya), frasa ini justru dilontarkan spontan sebagai sebuah reaksi negatif (semacam ungkapan kejengkelan)—sering bahkan dengan nada membentak, misalnya:

“Masya Allah..!! Jadi kamu ni belum ngerti juga to ? Dasar bodoh!”.

Ini buruk. Pertama, perbuatan memaki orang lain itu sendiri memang tidak baik. Kedua, lebih tidak elok lagi jika dalam menyemburkan serapah kita bawa-bawa pula nama Tuhan.

Ungkapan-ungkapan yang berisi muatan keilahian (seperti ‘masya Allah’, ‘astaghfirullah’, ‘assalamualaikum’, ‘ya Tuhan!’ dan ‘oh, my God!’) sudah sepatutnya kita letakkan (ucapkan) dalam konteks yang baik. Bukan justru sebagai medium penyampai umpat.

Semoga kita bukan termasuk orang yang sering tidak menyadari apa yang kita ucapkan sendiri.

*****

—KK—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s