terkooptasi

– istilah manajemen / politik –

Pada masa-masa awal reformasi, kata ‘terkooptasi‘ sering digunakan orang (sekarang hanya sesekali saja kita jumpai). Istilah politik/manajemen ini sering dipakai untuk menunjukkan kesangsian atas integritas sebuah badan/lembaga atau seseorang.

Terkooptasi berasal dari kata Inggris co-opted’ (ataucoopted) yang notabene merupakan bentuk past participle dari to co-opt (atau to coopt). Yang terakhir ini jika diterjemahkan: ‘memilih menjadi sesama anggota kelompok’.

Perhatikan frasa ‘menjadi sesama’. Artinya, orang/pihak yang memilih itu sendiri sudah menjadi anggota, saat yang bersangkutan memilih orang/pihak lain untuk bergabung.

Jadi jika kita memilih si A untuk menjadi anggota Badan Anu misalnya, bisa dikatakan kita mengkooptasi si A jika kita sendiri adalah anggota Badan Anu tersebut (si A terkooptasi kita).

Dalam pola hubungan, pihak yang terkooptasi cenderung terposisikan secara subordinatif (inferior atau bahkan ‘bawahan’) terhadap pihak yang mengkooptasinya.

Dalam skala kecil yang homogen (seperti pengurus tingkat RT), adanya kooptasi mungkin tak terlalu menjadi soal (meski tetap tidak dianjurkan). tapi dalam skala besar yang menyangkut kepentingan orang banyak yang [sangat] heterogen (seperti BEM, PSSI atau DPR), kooptasi jelas mengundang bahaya karena pihak yang terkooptasi akan cenderung mengutamakan kepentingan kelompok kecil daripada orang banyak yang seharusnya diwakilinya.

*****

Sebagai contoh, berikut adalah judul berita di mana kata ini bisa dijumpai:

“Wapres Boediono: PMI Tak Terkooptasi Kepentingan Sempit”
(Detiknews, Senin, 24/06/2013 12:28 WIB )

“Jeffrey A Winters nilai demokrasi Indonesia terkooptasi oligarki”
(Antaranews, Selasa, 25 Juni 2013 20:32 WIB)

*****

(Lihat juga: ‘vivere pericoloso‘)
————————
Catatan:
BEM: Badan Eksekutif Mahasiswa
PSSI: Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia
DPR: Dewan Perwakilan Rakyat

—KK—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s