à la carte

– istilah kuliner –

Dari bentuknya mudah ditebak, dari Perancis. Misalkan kita bertiga masuk ke sebuah warung:

“Somay satu porsi, tapi somay semua—jangan yang lain, ya! Teh tawar.”

“Capjay goreng, nasi putih. Minumnya es jeruk.”

“Minum aja, Mbak. Es Shanghai. Trus tolong dibungkusin ini: mie goreng tiga, nasi goreng dua. Nasi gorengnya satu biasa satu seafood. Oya, pangsit gorengnya satu, dibungkus juga.”

Jelas, kita masuk ke tempat yang menyediakan menu a la carte. Secara harfiah kurang-lebih: ‘yang ada di menu’—apa saja yang ada di menu dapat kita minta sesuka hati, kadang bahkan bisa pula minta sedikit ‘modifikasi’ (seperti soal somay di atas). Bayarnya? Sesuai pesanan, tentu saja—semakin banyak yang kita pesan (dan semakin yang mahal-mahal), akan semakin dalam pula kita merogoh kocek, karena ‘hukum’ yang berlaku adalah: satu menu satu harga.

*****

Meski umumnya menu di tempat makan adalah a la carte, ada pula yang table d’hôte (istilah Perancis juga), di mana satu harga untuk beberapa menu sekaligus (biasanya dengan pilihan yang sangat terbatas). Istilah Indonesia yang mirip dengan table d’hote adalah ‘menu paket’.

Jadi jika ada menu paket terdiri dari satu beefburger+kentang goreng+es teh manis, jelas kita tidak bisa minta agar paket minumnya diganti es kopyor saja (atau menuntut pengurangan harga gara-gara tak doyan kentang)—karena memang menunya table d’hote, bukan a la carte.

*****

—KK—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s