menunggu Godot

– istilah sosial / politik –

Istilah ‘menunggu Godot’ berasal dari judul (naskah) drama dua babak karya Samuel Beckett. Mahakarya berupa drama absurd yang hanya menampilkan lima aktor itu berkisah tentang Estragon dan Vladimir yang sedang menantikan kedatangan Godot—sosok yang mewakili gagasan sentral yang notabene justru tidak pernah muncul sepanjang cerita.

Sebagai sebuah ungkapan umum, menunggu Godot kemudian diartikan sebagai menunggu sesuatu yang tak kunjung datang. Secara konotatif, ini bisa berarti sebuah kesia-siaan atau bisa juga ketidakmampuan (yang keterlaluan) dalam membaca situasi atau gelagat. Dengan kata lain: sebuah penantian konyol.

Ungkapan ini pernah sangat populer di Indonesia semasa Presiden Soeharto, terutama di dua dekade terakhir (tahun 80 dan 90-an) masa pemerintahannya, ketika pesawat telpon (rumah, bukan mobile) sudah menjadi perlengkapan standar rumahtangga, tidak dianggap mewah lagi.

Peta politik saat itu sangat jauh berbeda dari sekarang. Presiden kedua Indonesia itu dipilih berkali-kali. Konsekuensinya, ia harus berkali-kali pula membentuk kabinet (dewan menteri). Karena kekuasaan demikian tersentralisasi, nama-nama calon menteri praktis hanya ada di kantung presiden (sekarang ‘jauh-jauh hari’ cenderung sudah diketahui publik, karena memang harus di-bargaining-kan). Nah, di masa-masa pembentukan kabinet itulah, ketika nama-nama calon menteri belum diketahui, disinyalir banyak orang menunggu Godot.

Konkritnya, konon banyak ayah/suami tegas melarang anak atau istri menggunakan telpon (kecuali darurat sekali, silakan ke telpon umum, begitu kira-kira). Dan kepala rumahtangga yang biasanya supersibuk dan jarang sekali di rumah ini, tiba-tiba jadi tidak keluar rumah sama sekali (kecuali jam kantor, tentu saja). Membaca, menulis ini-itu, bertemu orang, semuanya dilakukan di rumah. Di dekat pesawat telpon..

Sayang, kebiasaan bagus nan mendadak (betah di rumah) ini konon juga berakhir seketika, begitu susunan kabinet baru diumumkan.

*****

—KK—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s