ceteris paribus

– istilah ekonomi –

Istilah Latin yang lazim dalam ilmu ekonomi (economics) ini berarti: jika hal-hal lain tetap (other things being equal, kalau dalam bahasa Inggris). Misalnya pernyataan berikut ini.

“Jika harga turun, permintaan (akan) naik/bertambah”

Misalkan saja harga tiket pesawat terbang secara umum turun (mungkin karena ditemukannya jenis bahan bakar pesawat atau teknologi baru yang membuat biaya operasional pesawat menjadi lebih murah), bisa diperkirakan bahwa permintaan (demand) terhadap tiket pesawat bakal naik (sebagian dari mereka yang biasa bepergian dengan bus, kereta api atau kapal laut akan beralih ke pesawat). Ini sama saja dengan mengatakan:

“Jika harga naik, permintaan (akan) turun”

Jelas, sangat bisa dimengerti. Akan tetapi sesungguhnya kedua pernyataan itu tidak lengkap. Versi lengkapnya adalah:

“Jika harga turun, permintaan (akan) naik. Ceteris paribus” –atau–
“Jika harga naik, permintaan (akan) turun. Ceteris paribus

Yang mempengaruhi naik-turunnya permintaan bukan hanya harga ‘barang’ yang bersangkutan. Harga hanya merupakan salah satu faktor, bukan satu-satunya. Faktor-faktor lain seperti selera pasar (konsumen) dan [harga] barang substitusi (barang pengganti) jelas ikut menentukan.

Misalkan tarif perangko turun. Permintaan (atas perangko) akan meningkat?

Tentu saja, karena turunnya tarif perangko akan membuat orang semakin bergairah untuk saling berkirim surat (untuk ucapan Selamat Hari Raya atau sekadar mengirim jawaban teka-teki silang, misalnya). Bisa dipastikan, PT Pos akan semakin sibuk.

Tetapi jika pada saat yang bersamaan ‘selera pasar’ (perilaku konsumen) juga berubah dengan semakin memasyarakatnya penggunaan SMS dan email (muncul teknologi baru), maka permintaan atas perangko tetap akan menurun—bahkan drastis (meski harga sudah turun).

Contoh lain misalnya harga laptop naik (dengan bertambahnya feature dan peningkatan spesifikasi). Permintaan akan menurun? Iya, ceteris paribus. Tetapi jika laptop lalu menjadi semacam kebutuhan standar bagi semakin banyak orang, bukan tidak mungkin permintaan atasnya tetap akan meningkat (meski harga naik).

Begitu pula jika harga laptop turun, permintaan akan naik (ceteris paribus)—karena harga laptop akan menjadi lebih terjangkau bagi lebih banyak orang. Tetapi jika harga iPad (barang substitusi) juga turun, boleh jadi sebagian pemakai (atau calon pemakai) laptop akan beralih ke iPad (misalnya karena iPad dianggap lebih praktis dan modis).

Jadi secara umum, sebuah pernyataan boleh dianggap tidak berlaku, jika syarat ceteris paribus atau asumsi umumnya tidak terpenuhi.

Memang, dalam keseharian, ceteris paribus mewakili [sejumlah] asumsi yang sangat umum (sedemikian umumnya sehingga sering tidak [perlu] dinyatakan lagi). Tetapi asumsi umum ini perlu senantiasa disadari (meski tidak disertakan dalam pernyataan), agar pengertian kalimat utamanya tidak dipahami secara keliru.

*****

—————————————
NB: Sebuah iPad tidak bisa menggantikan sebuah laptop secara penuh. Akan tetapi mengingat sekian fungsinya terbilang mirip (bahkan dengan kelebihan/kemudahan tertentu), maka sampai batas atau tingkat tertentu bisa dikatakan iPad merupakan substitusi dari laptop.

—KK—

2 thoughts on “ceteris paribus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s