advocatus diaboli

– istilah peran / tehnik pendekatan –

Dalam sebuah rapat warga, dorongannya kuat sekali untuk membuat sepetak tanah kosong menjadi sebuah taman agar lingkungan menjadi lebih asri. Beberapa warga bahkan antusias untuk ekstra menyumbang ayunan dan rangka besi (untuk panjatan) agar anak-anak bisa pula bermain di sana. Kita termasuk yang sangat sepakat dengan gagasan itu. Tetapi saat akhirnya Pak Lurah minta yang setuju agar mengangkat tangan, kita tidak melakukannya. Kita sedang menjalankan peran sebagai advocatus diaboli. ‘Pembela iblis’.

Kalau dialihbahasakan secara kata per kata, memang akan seperti itu jadinya: ‘pembela iblis’. Mengerikan sekali(!)—demikian angkernya sehingga iblis pun sampai butuh pembelaan kita segala (hebat betul!). Tetapi tentu saja arti advocatus diaboli bukan seperti itu melainkan.. Sebentar, mungkin ada baiknya kita mulai dari sejarah istilah Latin ini terlebih dahulu.

*****

Dalam tradisi Gereja Katholik Roma ada suatu proses yang disebut dengan ‘kanonisasi‘, yaitu pemberian atau penobatan gelar Santo (atau Santa) kepada seseorang (yang sudah meninggal). Semacam pengakuan resmi bahwa ybs termasuk orang suci, kira-kira begitulah.

Karena ini bukan gelar sembarangan, tentu ada proses seksama yang harus dilalui. Dan salah satu tahapan dalam kanonisasi adalah mengadakan semacam sidang di mana ada pihak yang mengutarakan alasan-alasan mengapa ybs (si calon) pantas diberi gelar Santo (saint), dan ada pula pihak yang memberikan argumen sebaliknya (semacam ‘pro-kontra’). Keputusan tentang pendapat mana yang lebih pantas diikuti ada di tangan majelis (proses atau tahapan seperti ini dipraktekkan dari akhir abad ke-16 hingga menjelang akhir abad ke-20).

Advocatus diaboli adalah sebutan orang yang ditugasi menyampaikan ‘argumen perlawanan’ (bahwa si calon tak cukup pantas untuk diberi gelar santo) dalam proses di atas. Orang yang berusaha melihat ‘kejelekan’, sebagai bagian dari proses pencarian objektivitas.

Secara analogi, advocatus diaboli mirip dengan peran jaksa dalam sidang di pengadilan. Bedanya adalah jika jaksa berperan dalam proses ‘penistaan’ (bahwa terdakwa bersalah, pantas dijebloskan ke penjara dsb), advocatus diaboli berperan dalam proses ‘pemuliaan’ (bahwa si calon tidak cukup mulia untuk diberi gelar santo).

Jadi kalau dirunut secara kata demi kata, advocatus diaboli—sebagai ‘wakil iblis’, tentu akan keberatan jika ada (muncul) orang suci baru di muka bumi (akan tetapi sekali lagi ini adalah sebuah istilah, jadi jangan diartikan kata per kata secara harfiah seperti itu).

*****

Dalam pengertian sehari-hari, advocatus diaboli adalah orang yang mengambil sudut pandang berlawanan atau cara pandang yang berbeda dalam rangka mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh (motifnya serupa dengan yang ada dalam proses kanonisasi: objektivitas). Cara ini (penugasan seseorang sebagai advocatus diaboli) tak jarang digunakan sebagai ‘tehnik diskusi’ agar peserta diskusi tetap dalam perspektif sehingga perdebatannya konstruktif.

Jadi dalam contoh di awal tulisan, sekali lagi kita tidak ikut beramai-ramai mengangkat tangan (bersama suara mayoritas) bukan karena tidak setuju, tapi karena memposisikan diri sebagai advocatus diaboli, agar saat ditanya ‘kenapa’ punya ketika untuk menanyakan hal-hal seperti keamanan (anak-anak yang akan berseliweran nantinya—juga para pengendara, mengingat lokasinya yang ada di persimpangan), pengelolaan kebersihannya (karena hampir pasti akan banyak yang buang sampah sembarangan di sana) dll. Agar gagasan yang pada dasarnya baik itu tidak justru menjadi sumber masalah, hanya gara-gara terlalu bersemangat.

*****

———————————

Catatan: padanan Inggris → devil’s advocate

Pustaka: “Proverbia Latina” (B.J. Marwoto & H. Witdarmono, Kompas, 2004)
Referensi: wikipedia

—KK—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s