mutually exclusive

– istilah logika –

Di menu sebuah restoran, kita melihat ada: rawon, soto, tahu goreng, teh manis, jus buah dll. kita bisa minta [kombinasi] apa saja yang tertera di sana—dan lazimnya orang memang minta lebih dari satu item menu sekali pesan (seperti soto, teh dan tahu sekaligus).

Tapi tentu saja dalam keseharian tidak selalu sifat situasinya seperti itu. Misalnya ada ‘menu’ yang jika memilih satu di antaranya, dengan sendirinya harus melupakan yang lain sisanya.

. . .(lanjutannya)

Iklan

awalan – kata depan

– istilah tata bahasa –

Jumat minggu lalu lewat tengah hari menjelang makan siang, di ponsel ada SMS masuk yang bunyinya kurang-lebih seperti ini:

“. . . pesanan sudah jadi. Nanti bisa di coba. Makasih.”

Memang, SMS praktis tidak pernah menggunakan bahasa baku, apalagi jika antar sesama orang yang sudah saling kenal. Betapapun, SMS tersebut seperti mengingatkan kembali bahwa soal awalan (prefix) dan kata depan (preposition) memang tak jarang membuat orang bingung:

mengenali yang mana yang apa, dan bagaimana menuliskannya

Kita lihat daftar kata pada kedua kolom berikut,

Prefiks
dicoba
dimaksud
keenam
tercantum
mengeras
bersepeda
Preposisi
di sekolah
di sini/situ/sana
di tempat tidur
di mana
ke Surabaya
demi kamu

Awalan atau.. (lanjutannya)

ilusi

Dari bangku penonton, kita menyaksikan di panggung pesulap memotong seseorang jadi dua. Kita tahu itu tidak mungkin benar-benar terjadi (karena si pesulap pasti akan ditangkap polisi). Masalahnya, ‘kenyataan’ menyangkal akal sehat ini—kita ‘menyaksikan’ orang itu terbelah.

*****

Mengidentikkan ilusi dengan segala sesuatu yang tidak nyata rasanya sudah jadi hal lumrah. Tapi meski mungkin tidak salah seratus persen, sebenarnya juga tidak tepat-tepat amat.

Lihat gambar.. (lanjutannya)