deus ex machina

– istilah film / plot –

Dalam pentas teater Yunani kuno, menjelang akhir pertunjukan kadang terjadi ‘situasi sulit’ (misalnya sang pahlawan dalam posisi terjepit, atau malapetaka sudah tak terhindarkan). Pada saat itulah tiba-tiba ada dewa muncul dan menyelesaikan masalah (membawa sang pahlawan ‘terbang’ menjauh dari bahaya, menganulir kematian seseorang yang dikasihi dsb).

Dalam pertunjukan, sang dewa (sosok ilahiah penyelamat situasi) biasanya muncul dari atas (bisa pula dari bawah lantai panggung), melalui platform yang diulur (atau ditarik) dengan alat semacam kerekan. Dari sinilah muncul istilah deus ex machina (‘Tuhan muncul dari mesin’).

Dalam perkembangannya, istilah deus ex machina biasanya mengacu pada hadirnya sebuah solusi mendadak (yang cenderung ‘seenaknya saja’) atas sebuah situasi ‘tanpa pengharapan’ pada sebuah cerita (novel, teater, film dsb).

*****

Beberapa contoh (awas: spoilers!!),

Si jagoan didorong lawan jatuh dari loteng. Tewas? Tidak, karena ‘kebetulan’ di bawah ada truk membawa tumpukan springbed yang sedang parkir (J.R.R. Tolkien—pengarang serial Lord of the Rings, dikenal suka menggunakan burung untuk tipikal situasi seperti ini).

Skenario asal jadi seperti ini dulu kerap ada di film kita. Misalnya seseorang jatuh dari tangga (atau ketabrak mobil) sehingga buta (tak perlu dipikirkan benar hubungannya). Lalu karena kebutaannya itu masalah datang silih-berganti. Di akhir cerita, secara tak sengaja ybs jatuh dari tangga lagi (atau ketabrak lagi), dan tiba-tiba ia bisa melek lagi. Lalu semuanya jadi beres.

Dalam Penerbangan 714 (serial Tintin), menjelang akhir halaman tiba-tiba hadir alien jago hipnotis yang menjulurkan tangga penyelamat, mengurus orang-orang jahat, dan memberi amnesia permanen sehingga tak seorang pun ingat mereka pernah diselamatkan alien.

Episode yang mengambil lokasi di Indonesia ini memang cukup parah. Masalah bertumpuk, halaman sudah hampir habis (serial Tintin memiliki jumlah halaman yang cenderung ajeg). Solusinya? Hergé memutuskan untuk minta tolong alien, dan segalanya jadi sah.

Dalam Raiders of the Lost Ark, Indiana Jones (bersama Marion) tertangkap Nazi dan terikat tak berdaya. Untungnya, saat para Nazi membuka kotak, ternyata isinya adalah kekuatan Maha Dahsyat yang membinasakan siapa saja yang ada di sana (kecuali Indy dan Marion), sebelum akhirnya meluncur kembali ke langit (dengan cara yang tak kalah menakjubkan).

Sebagian dari penonton yang kritis akan bertanya: Kalau isi kotak itu bukan untuk manusia, kenapa pula tidak dari dulu-dulu saja (zaman para nabi) Tuhan menariknya kembali ke Surga? Kenapa baru ‘sekarang’? Jawab: Menunggu untuk menyelamatkan Indiana Jones, tentu saja.

*****

Dari segi plot, deus ex machina umumnya dipandang sebagai sesuatu yang ‘payah’ karena itu mengindikasikan si pengarang terjebak di jalan buntu dalam cerita yang diciptakannya sendiri.

*****

—————————

Pustaka/referensi:

“The Adventures of Tintin, Vol. 7: The Castafiore Emerald / Flight 714 / Tintin and the Picaros” (Hergé, Egmont Books Limited, Reprinted 2003)

“Raiders of the Lost Ark” (Steven Spielberg, 1981)

—KK—

18 thoughts on “deus ex machina

  1. hm… bagus artikelnya,
    nanti malam aku mampir lagi buat baca2 ya…
    boleh?

    Oh, boleh. Boleh sekali.. Terima kasih😀
    (tapi isi variatif ya, buat berbagai kalangan soalnya).

  2. oh well there is always something new to learn, deus ex machina. I initially thought it would mean something like “god versus the machine”. interesting new thing learned today. Thank you!

    Anytime, Ric. It’s good to have you here, really.🙂
    By the way, is that one of Isaac Asimov’s you’ve got? He happens to be my favorite writer, ever. Haven’t read ‘The Currents of Space’, though. Cheers!

  3. Hi Kutukamus, by the way your name in Portuguese (my original language) means “We poke” haha, never mind, just thought i would mention. You said something about your comments being not quite ok, looks just fine for me, except it doesn’t show your own name on the replies, is that what you meant? About Asimov, yes! He is my favourite author too, I actually have plans to expand my blog and discuss the books I have read about him, I happen to have most of his books in my book shelves. Pebble in the Sky is his first novel ever, and is my favourite book so far, hence the blog name with an additional s in pebbleS. Currents of Space is an absolute must read, trust me it is worth it. My heart was racing at every page, Asimov knows how to keep us busy! By the way, Current’s main character has my name, Ric, but is written Rik, he has been brain-damaged by powerful politicians etc who wanted him to be quiet about his scientific research. it is an amazing story. I just got the chills just by remembering how good it is.

    Ha.. ha.. ha.. Now that’s new. Actually, it’s sort of a made up Indonesian word from ‘kutu’ (bug) and ‘kamus’ (dictionary) implying that I don’t find most dictionaries I’ve ‘eaten’ satisfying and decide to make one of my own—i.e. this blog. Thanks for the info, this might just as well encourage me to go finding some Portuguese blogs right away and start wreaking havoc on everybody!:mrgreen:

    [About comment/reply on this blog] See ‘# comments’ right below the title above? (check the post ‘hardware-software’ for comparison) Normally, there should have been twice as many, right? That’s because none of my replies ever counts (but then again, this is of my own doing, not WP’s ).
    As a consequence, WP won’t send any notification whenever I make a reply (but they will still send one to followers if the reply is made by another visitor).
    I brought this up in the first place because you’re following the comments of ‘deus ex machina’ (and might think never have any reply). Anyway, never really mind about this little stunt (or antic) of mine (albeit a bit strange one, at that).😈

    Yes, your blog’s name does remind me of the late Asimov’s. I read most of his works in mid 80’s (thank goodness he seems to hate deus ex machina more than I do) so don’t quite recall the details, but still remember a thing or two about Golan Trevize, Elijah Baley, Lady Gladia, the Planet Gaia (I might not get the spelling right) and bits and pieces of the ever insightful discourse between Giskard and Daneel about ‘human-humanity’—along with the ‘inherent conflicts’ between the two subjects.
    So Rik (sorry, I mean, Ric🙂 ), about the great Asimov knows how to make us busy, I can’t agree more, for sure as hell he does!!⭐⭐⭐⭐⭐

  4. Ide kedatangan sang penyelamat disaat2 genting sepertinya banyak banget dalam film2 ya. Terlepas dari kebuntuan ide sang penulis, kita semua kan juga berharap begitu. Nah disaat terjepit biasanya kita jadi saleh benar dengan menyebut dan memanggil Tuhan🙂

    Halo EA, terima kasih komennya.🙂 Benar, orang suka kemudahan dan gampang lupa, tapi arah/tema keimanan rasanya terlalu jauh. Ekstrimnya, konteks artikel ini mungkin lebih kepada apa jadinya kalau dalam cerita ‘Si Unyil’ atau ‘James Bond’ tiba-tiba muncul Harry Potter atau Gundala Putra Petir ikut turun tangan.

  5. kalau karakter marvel ngumpul dalam sebuah cerita, masuk ke deus ex machina ini ga ya?, padahal kemunculan awalnya kan pada beda *nasib emak2 masih suka nonton kartun.

    Kalau diurai, sebuah DEM kira-kira mencakup:
    1. solusi — terhadap hal yang penting dalam cerita
    2. mendadak — tidak ada keterangan apapun yang mendahuluinya
    3. tidak terpecahkan — kalau DEM ditiadakan, problem jadi tidak terpecahkan

    Jadi kalau Batman lagi jalan-jalan di Mall tiba-tiba tabrakan dengan Superman, ini bukan DEM karena tidak bersifat solutif (cuma kagetan saja).

    Beda kasus dengan film ‘Harry Potter and the Chamber of Secrets’. Saat menghadapi basilisk dan Tom Marvolo Riddle (TMR), Harry menusukkan taring ke buku (horcrux), dan TMR binasa. Ini DEM karena memenuhi ketiga kriteria di atas. (Dan yang pasti juga maksa abis: horcrux tidak bisa dimusnahkan kecuali oleh sangat sedikit benda, kok ya sama TMR itu buku bukannya diumpetin tapi digeletakin di batu begitu aja?)

    Di sekitar pergantian abad kemarin DC—Marvel puyeng menghadapi serbuan komik Jepang lalu bikin sekian seri ‘paguyuban superhero’ (motifnya jelas: supaya diserbu fans Batman, Spiderman, Superman dsb, karena ‘semua’ jagoan nongol di sana), ini bukan DEM tapi boleh jadi cuma sedang kalang-kabut saja.

    Emak-emak masih nonton kartun? Berarti ia punya anak yang beruntung, karena punya ibu yang sangat peduli dengan konsumsi visual anaknya.🙂

  6. sepertinya menceritakan kejadian seperti di film-film, walau singkat namun maknanya sudah bisa ditafsirkan bagaimana akhirnya..
    ajari nulis donk sob..hehe

    Ditayang aja ya Devy, nggak ngerti maksud kamu gimana soalnya.

  7. Sebagai orang dengan tipikal sangat jarang membaca bacaan yang bervariasi dan menonton pertunjukan, saya hampir bingung untuk ikut berkomentar😀 Apalagi kalau literatur yang sedang dibahas adalah literatur barat atau literatur lokal namun belum pernah saya baca hehe…
    Untungnya saya tertarik dengan deus ex machina, karena entah sengaja atau tidak, kasus dues ex machina kadang saya jumpai juga, baik pada film, sinetron, ataupun cerpen-cerpen pop. Nyebelin juga kalau semuanya tiba-tiba end dan cerita beres. Apalagi caranya “kurang” lazim. Seperti ada logic hole gitu, atau tiba-tiba plot membelok. Fiuhhh….

    Khadis benar. Yang pasti, kalau dilihat secara ekonomi, supply seperti itu banyak karena demand memang ada.

  8. Love your examples! 😀 Also your conclusion: “to rescue Indiana Jones, of course!”

    My grandfather was in opera for many years. At some point doing one of those operas where the devil comes to fetch the villain, on the descent the trap door in the stage got stuck. The “devil” and his victim were only halfway down and still fully visible by the audience, but were clearly not going further down. Having to think very fast, the “devil” cried out: “Rejoice, humans, for Hell is full!”

    That was sure one quick-witted supernal devil they had up there Ha..ha..ha..!!

    I saw it in my ninth or tenth grade. Very entertaining (even with the dang DEM!😀 ). Those good ol’ days, when they (or we, for that matter) still mixed action with humor and didn’t rely on violence and gore for attraction (quite some healthy flock we were back then, huh? :mrgreen: ). Thank you for your liking this. [ :an-ear-to-ear-wide-grin: ]

  9. Wah artikelnya bagus sekali bermanfaat untuk para pembelajar bahasa.
    Contoh yang di sertakan lengkap sekali. Great.

    Terima kasih Ainur, senang kalau bisa manfaat.🙂

  10. Wah bagus banget, isinya penjelasan istilah2 dengan gamblang dan mudah dicerna🙂

    Salam kenal🙂

    Salam kenal juga, Kisah Foto. Terima kasih. Syukur sungguh kalau memang bisa terasa gamblang dan mudah.🙂

  11. Baru sekali main kesini, baru sekali juga baca istilah2 dalam perfilm-an, seruu juga ya kalau dipelajarin😀

    Namanya ngobrol, kadang bisa lebih seru daripada topik obrolannya sendiri he..he.. Oya, selamat datang, kalau begitu.😀

  12. I wish I could bookmark your blog, but I don’t have facebook or Twitter. I will do some other way and return. Your writing is inspirational. Cheers.

    Thank you sumana, that’s very kind of you. By the way, I don’t have a Facebook or Twitter account either (or the like of them). From the very start, somehow I feel that they’re just not my type. I put their buttons here nevertheless because so many people have them. Cheers!

    PS: Too bad it seems that I cannot open your google+ page completely. It’s my connection, lousy most of the time. I’ll try again tonight (it’s morning here right now).

  13. deus ex machina… mmm kayaknya gak berlaku di “A Song of Ice and Fire”. Authornya si GRRM hobby banget ngebunuh tokoh-tokoh utamanya. engga ada yg selamat… kecuali mungkin jon snow di akhir buku kelima yg ditikam… kalo dia juga gak selamat.. well… *tepok jidat*

    Wah Kutu jadul ini banyak nggak ngerti karya angkatan 90-an, termasuk yang dari si Martin (itu ada contoh si Harry karena kebetulan ada yang nyumbang filmnya). Tapi yang jelas DEM tidak terbatas hanya soal keselamatan tokoh utama, melainkan yang seperti jawaban untuk ysalma di atas. Kira-kira begitu, Jeng Clara.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s