tangram

– mainan kecerdasan –

Ini tentang mainan masa kecil, yang baru ketahuan namanya setelah berpuluh tahun lewat.

Kalau ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada tripleks di gudang, mari bikin sendiri yang satu ini

tangram_buat (kuning-150)Tidak perlu besar, asal bersisi 15 s.d. 17 cm pun jadi. Lihat gambar (klik untuk memperbesar). Tidak rumit—tinggal buat bujur sangkar, ambil titik-titik tengahnya, tarik garis-garisnya, kemudian potong (menjadi tujuh bagian). Selesai. Kita baru saja membuat tangram.

Lima segitiga: 2 besar, 1 sedang, 2 kecil
Dua segiempat: 1 jajaran genjang, 1 bujur sangkar

Keempat simbol ‘=’ pada gambar menandakan sisi-sisi ybs mempunyai panjang yang sama. Jadi secara visual terlihat, perbandingan ukurannya adalah: 2 segitiga kecil bisa membentuk

segitiga sedang / jajaran genjang / bujur sangkar / ½ segitiga besar

tangram_basic (200)Sebuah permainan susun bidang. Ketujuh potongan harus dipakai habis (tak boleh tersisa) menjadi bentuk tertentu. Ada ribuan bentuk bisa dibuat. Yang umum ada tak kurang dari 250 bentuk—termasuk abjad A-Z dan juga angka 0-9. Tapi ‘bentuk wajib‘-nya cuma ada 13 (gambar di sebelah).

Berbagai bentuk yang ada umumnya mudah (untuk anak), yang sulit justru yang tigabelas ini (untuk semua umur).

Tangram—asyik, murah, tahan lama, bebas radiasi, dan gampang pula membuatnya.

*****

———————————

NB:
► jangan membuat dengan ukuran terlalu kecil, terutama jika di rumah ada batita
► sebaiknya tepi keping diampelas biar main lebih enak (tidak tajam)
► bisa dicat satu sisi agar lebih menantang (utamanya bagi bilah jajaran genjang)
► kalau terpaksa bisa menggunakan bahan kardus (tinggal iris), tapi tidak awet
► jika membuat terlalu merepotkan, cari di toko biasanya juga murah
► untuk contoh di luar bentuk dasar yang tigabelas, bisa cari di internet

—KK—

16 thoughts on “tangram

  1. ini jauh lebih baik dr pada mainan gadget. anak sekarang umur 1 aja udah dikaish gadget… -_-

    Iya SF, soal gadget ini memang oh..oh..🙂 Padahal kalau tak hati-hati, gadget bisa merampas interaksi natural ybs dengan lingkungan dekatnya—orang atau alam.
    (PS: lihat juga komen dari Bu Lois)

  2. Mengingatkan beberapa istilah yang sudah tak menempel di otak lagi🙂 Bujur sangkar, jajaran genjang…. ingat dulu ilmu ukur waktu SMP, duh benci sekali deh sama pelajaran ini😦
    Mainan sederhana yang bisa dibikin sendiri dan bagus sekali untuk melatih:
    – Motor skill – hand & eye coordination.
    – Visual & Spatial ability.
    – Creative and divergent thinking.

    Tentunya KK lebih pintar menterjemahkannya, I’ve noticed that🙂

    Akur sekali! Aspek-aspek itu memang terakomodasi dalam mainan kuno ini. Misal secara motorik, membongkar susun kepingan seperti ini jelas dinamis—jauh lebih ok daripada ‘aktivitas statis’ clicking like crazy mata nanar kurang berkedip (ala game via monitor yang secara fisiologis rata-rata kurang baik bagi kesehatan saraf itu).

    Secara mental apalagi. Sekadar mbayangkan [misalnya] “Kalau dua segitiga besar (gambar kuning) itu aku pindah ke sebelah kanan, jadi bentuk apa ya?” saja adalah ‘senam otak’ (detail–’big picture’) yang luar biasa—jauh lebih positif daripada game yang jagoannya bolak-balik mati (yang cenderung berdampak depresif itu).

    Hidup mainan sederhana!!😀

  3. belom ngeh cara mainnya, ntar disusun jadi puzzle gitu ya?

    Betul Ziza, ini ‘puzzle bentuk’ (bukan ‘puzzle gambar’). Bisa praktek dengan kardus dulu (motongnya gampang), lalu coba buat salah satu dari yang 13 di atas. Contoh yang sudah ketahuan ya bentuk ‘bujur sangkar’. Setelah itu silakan coba membuat ‘segitiga’, ‘persegi panjang’, ‘mangkok’ dst. Kalau ok, baru bikin versi tripleksnya.🙂
    PS: kedua gambar bebas di-copy-paste (klik dulu biar dapat versi besarnya).

  4. Seru juga tuh dimainin sama anak. Tangram selain edukatif, juga mudah membuatnya.
    Setelah dipotong 7 bagian, trus diwarnai warna-warni bisa jadi lebih menarik🙂

    Bull’s-eye!🙂 Untuk anak kecil, warna-warna cerah akan membuat ‘aspek fun’ lebih menonjol (banyak model ‘Pak tani‘ atau ‘nelayan/perahu‘ yang cocok bagi usia dini).

  5. Keren sekali mainan yang mengait kreativitas pemainnya, ranah pemahaman, ketrampilan, keindahan harmoni bentuk tercakup semua. Geometris selalu menarik anak2 untuk memainkannya. Trim Mas KK sudah berbagi tangram.
    Salam

    Sama-sama Bu Prih. Oya karena ada menyebut kata ‘geometris’, jadi ingat pernah bikin lomba soal ini waktu di Karang Taruna. Saya simpan ya, biar jarak lebar dulu dengan artikel ‘tangram’ ini. Terima kasih sudah mengingatkan.🙂 Salam.

  6. Ternyata namanya tangram, saya tetap meneybutnya puzzle kayu, tapi waktu kecil mainannya ga ini sih, gedebong pisang😀
    Setuju dengan semua komen diatas tentang manfaatnya bagi anak, plus kalau dibuat sendiri sambil dilihat anak, proses pembuatannya juga jadi sangat menarik.

    Emang paling asyik kalau dari bahan kayu atau sejenisnya (daripada plastik keras), rasanya di jari lebih welcome. Boleh juga itu, dengan anak ikut mengampelas dll, ia akan jadi lebih merasa terlibat/memiliki.

    Baru inget soal gedebong pisang. Kalau tak salah dulu anak perempuan a.l. suka pakai untuk mainan pasar-pasaran, anak laki bikin bentuk mobil-pedang dsb.🙂

  7. Wih, nemu mainan baru! asyiiikkk… (udah lupa, kayaknya dulu pernah mainin ginian waktu masih kecil🙂 ) makasih ya, KK🙂
    insya Allah mau buat ah sama anakku😀 *kegirangan*

    Dengan senang hati DK. Kalau zaman saya dulu, bagi usia dini biasanya kepingnya lebih sedikit (tapi ya nggak tau juga untuk masa sesudahnya, mungkin lebih rumit). Selamat berkreasi ria dengan si buah hati.😀

  8. banyak tantangan dan butuh ketelitian juga ya disini😀

    Benar Evi, dan seperti Bu Lois bilang soal divergent thinking, ini akan membiasakan ybs untuk mencari pendekatan baru yang tidak terpikirkan sebelumnya karena bisa dipastikan praktis tak ada yang sukses dengan percobaan awalnya (+ menanamkan attitude tak ragu merombak sesuatu yang terbukti keliru). Maju deh, kita.😀

  9. Ini mainan kreatif nih. Membuat daya nalar lebih baik, daripada mainin gadget, suer.

    Di kedai dulu saya sediakan tiga set, lumayan sering berantakan (dipakai orang)🙂

  10. Wah keren. Baru lihat Tangram bisa dibikin sendiri -dgn alat sederhana- kaya gini. Dipasarkan aja coba Kak..

    Boleh juga itu Chichi, untuk sementara yang dipasarkan idenya dulu ya he..he..

  11. Semua bentuk komentar sudah disampaikan orang lain, jadi saya menyimak saja (sambil mikir itu bagaimana cara “memulai” buat bikin tangram-nya). Hehehe….

    He..he.. keduluan berarti ya Khadis. Mungkin perlu icip-icip pakai kardus dulu..😀

    • Hehe…. pun saya masih mikir, nanti kalau sudah nemu kardus, bagaimana mulai membuatnya. Soalnya tangan ini sejak kecil tidak pernah bisa bikin kerajinan tangan sekalipun. Apapun yang dibentuk pakai tangan, kurang lebih hasilnya tak menentu hehe….

      Gampang Khadis, beli aja he..he.. Saya juga sering gitu—maksudnya suka tapi tidak bisa (melukis, main musik dll), jadinya ya nikmati karya orang lain saja.😀

  12. Dulu waktu masih umur 5 atau 6 tahunan (FYI: sekarang hampir 21😛 ) suka mainan game tangram ini (tapi di komputer milik pa’de).

    Baru tahu saya, seumur-umur belum pernah lihat game ini di komputer he..he..

  13. jadi keinget pertama mainan tangram waktu masih TK ngga kelar-kelar, wal hasil pas balikin kondisi berantakan terus. hihihi😀

    Saya juga biang berantakan, lha wong biasanya sekian anak lain trus ikut nimbrung.. bikin kacau. Giliran kalau temen yang lagi main, pasti saya recokin juga haha..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s