onomatope (onomatopoeia)

– transliterasi bunyi –

‘Jauh di nama dekat di hati’—alias tak kenal sapaan meski rajin digeluti tiap hari. Sepertinya begitulah umumnya sikap manusia terhadap ‘sosok ramah teman lama’ yang satu ini. Coba,

Pow (sized 250)Onomatope dalam komik

‘der’, ‘bles’, ‘haha-hihi-hehe-hoho..’, ‘klontang’, ‘krompyang’, ‘srek’, ‘buk’, ‘dig’, ‘ah’, ‘oh’, ‘ugh’, ‘hm’, ‘set’, ‘dung’, ‘krak’, ‘uhuk’, ‘zeb’, ‘ting..tong..’, ‘jleg’, ‘hiks’, ‘wuss..’, ‘oye’, ‘wes..ewes..ewess..’, ‘jleb’, kreat-kreot’, ‘serrr..’, ‘kukuruyuk’, ‘tuiing..’, ‘glek’, ‘grrr..’, ‘dhuaar’, ‘kaing’, ‘blug’, ‘srosoo..ott’

Baik via lisan atau tulisan, audio atau visual, banyak yang tak asing, kan? Itulah onomatope (Inggris: onomatopoeia)—arti teknisnya: kita membuat kata sesuai apa yang kita dengar.

Arti populer: ‘kata sesuai bunyi’—bercipta kata, sesuai sabda telinga.

Benturan.. (lanjutannya)

Iklan

perimeter – parameter

– kata mudah / kata sulit –

Beberapa waktu lalu, dalam segmen berita ringan di sebuah TV swasta,

“Masyarakat kota anu (maaf, lupa) di Perancis panik karena melihat sosok menyerupai harimau di ketinggian bukit dekat sebuah supermarket.
Menerima laporan, petugas segera datang mengamankan parameter. . .”

Tampaknya tim redaksi stasiun TV ybs sudah keliru menyiapkan naskah si pembaca berita. Karena kalau melihat konteksnya, yang dimaksudkan adalah perimeter, bukan parameter.

Memahami arti perimeter mudah.. (lanjutannya)