sleight of hand – self-working

– istilah sulap –

Awal kenal sulap dulu (SD), suka repot jika main trik ‘kecekatan tangan’ (sleight of hand), maklum bocah—tangan masih kecil (alasan!). Tetapi sulap bukan seni yang selalu menuntut ‘ketangkasan’ (sleight). Malah, ada pula trik yang pesulapnya bagai ‘tidak kerja’ sama sekali..

Oya, di rumah ada kartu? Siapkan keenambelas ‘kartu raja‘ A K Q J (Ace, King, Queen, Jack)
dari keempat kembang yang ada—sekop, hati, wajik, keriting (spade, heart, diamond, club).

Sudah? Ayo, kita kemon!

*****

Lakukan dengan terbuka (‘sisi muka’ kartu menghadap ke atas)

Susahnya Jadi Master

Suatu malam empat orang master (ahli) seni bela diri dari empat perguruan yang berbeda (Sekop, Hati, Wajik, Keriting) tiba di sebuah penginapan. Masing-masing dapat satu kamar.

Taruh keempat kartu As (ceritanya para master) di meja.

Saat mereka sedang ngobrol di lobi, datang empat lansia yang kebetulan masing-masing adalah suhu para master semasa mereka muda dulu. Karena semua kamar sudah penuh
dan hari telah larut, keempat master mengundang keempat kakek suhu berbagi kamar.

Taruh keempat kartu-K (kakek suhu) di atas kartu As sesuai kembangnya (K-Sekop di atas As-Sekop, K-Hati di atas As-Hati dst). Kini sekamar berdua, sesuai perguruan asal mereka.

S-AKH-AKW-AKK-AK

Tak disangka-sangka, isteri-isteri para master tiba-tiba muncul menyusul suami mereka.
Nasi sudah jadi bubur, master telanjur berbagi kasur—sekarang tiga orang sekamar tidur.

Taruh keempat kartu-Q (isteri master) di atas kartu-K sesuai kembangnya.

S-AKQH-AKQW-AKQK-AKQ

Lalu oh-oh, masuk pula empat pemuda murid perguruan yang juga cucu para kakek suhu. Bercanda/basa-basi, salah satu master bertanya apa pada mau gabung. Dan mereka mau!

Taruh keempat kartu-J (cucu kakek suhu) di atas kartu-Q sesuai kembangnya.

S-AKQJH-AKQJW-AKQJK-AKQJ

Berbagi kamar dengan mantan suhu adalah satu hal, tapi empat orang berbagi ruang tidur dengan kombinasi seperti ini jelas membuat suasana jadi ganjil. Di bawah deraan kantuk, mereka sepakat minta saran kepada sang pemilik penginapan yang dikenal bijak—Anda(!)

Mulai dari sini, lakukan dengan tertutup (‘sisi muka’ kartu menghadap ke bawah)

– Balikkanlah keempat tumpukan kartu yang ada (menjadi menghadap ke bawah).
– Satukan semua tumpukan (tumpukan mana yang di atas/di bawah, terserah).
– Ambil tumpukan dari atas meja dan pegang (kini semua kartu ada di tangan)).
– Potong (bagi tumpukan jadi dua—asal saja, lalu tukar atas/bawah).
– Tawari orang lain untuk memotong juga (siapa saja boleh ikut).
– Bagikan kembali kartu ke atas meja (satu demi satu).

Teruskan sampai kartu di tangan habis (kartu ke-5 di atas kartu ke-1, kartu ke-6 di atas kartu ke-2 dst) hingga kembali menjadi empat tumpukan yang masing-masing terdiri dari 4 kartu.

Sebuah hari yang melelahkan bagi keenambelas penghuni kamar. Tapi yang pasti malam itu akhirnya mereka semua bisa tidur nyenyak—terima kasih kepada pemilik penginapan.

Bukalah keempat tumpukan untuk melihat apa yang sebenarnya baru saja ‘ia’ lakukan.🍸

*****

Tuntas mencobanyakah? Dalam dunia sulap, yang barusan itu termasuk self-working trick.
Tak butuh sleight of hand. Dan kita bahkan tak harus menggunakan tangan sendiri he..he..

Yang unik dari self-working adalah, sang performer tidak harus benar-benar paham apa yang sesungguhnya terjadi—alias pesulap pun ternyata bisa dibuat heran oleh sulapannya sendiri.

*****

—————————

Catatan:

  • Baik ‘sleight of hand’ maupun ‘self-working’ adalah istilah atau frasa umum (aplikatif untuk bermacam hal), bukan khusus merupakan jargon sulap.
  • Sleight of hand dalam sulap misalnya memindahkan koin dari tangan kanan ke tangan kiri atau menukar kartu tanpa diketahui penonton dll.
  • Sengaja digunakan istilah ‘kecekatan tangan’, bukan ‘kecepatan tangan‘, karena untuk menjadi ‘cekat’ (lihai) tangan memang tak harus ‘cepat’ (termasuk dalam sulap).
  • Sebagai sebuah istilah sulap, arti ‘self-working’ (‘bekerja dengan sendirinya’) adalah trik
    yang ‘mekanisme’-nya bisa ‘jalan’ tanpa pesulap terlalu campur tangan.

—KK—

3 thoughts on “sleight of hand – self-working

  1. Dulu pernah kepikiran untuk belajar sulap, tapi gak terwujud karena gak punya guru huhuhu

    Halo Rahman, wah maaf lama sekali replynya, off ngeblog dulu kemarin😀
    Iya urusan ketrampilan kalau tanpa guru repot, kurang gimana gitu..

  2. Ooh rasanya kenal nih dengan empunya penginapan yang bijak, hehe
    Paket kecekatan tangan dan sulap juga bagian dari setiap postingan yang dihasilkan ya Mas Kuka. Salam

    Hihihehe.. Bu Prih ada aja.. (jadi nggak tau mau reply apa) Terima kasih sungguh kalau ‘blog mbuat bingung’ ini dianggap banyak ‘sulap’nya🙂 Salam.

  3. asyikkk …. dapat trik sulap ….
    bisa di praktekkan untuk ke teman2 atau ponakan …

    Halo Bersapedahan! Semoga sukses nyulapnya🙂 Karena yang model begini bisa dibilang triknya nyaris nggak ada, kuncinya semua ada di ‘penyampaian’ (kalau perlu seting ceritanya silakan ganti sesuai audiens). Oya jika boleh saran, coba dengan keponakan dulu sebelum dengan teman.

    Selamat pit-pitan!🍸

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s