implode

( + praktek abal-abal )

Tidak jadi soal kita termasuk lovers atau haters (atau ‘cuek-cuek-saja-ers’) dari Donald Trump, ada kosakata menarik dari tweet medio 2017 Presiden AS ke-45 tsb berikut ini—implode.

twitter kicau presiden Donald Trump

Implode (self-destruct / fail from within)

Tetapi hehe.. kita tidak sedang bicara politik.


Sebagai istilah umum-kekinian (dipakai orang untuk urusan sehari-hari sekarang-sekarang ini—ala kicau Trump di atas), arti implode adalah (tentang sistem/lembaga/hubungan dsb):

rusak/hancur/gagal [cepat karena sifat buruk/rapuhnya] sendiri

[Jika butuh mnemonik: bayangkan saja permainan gelembung sabun—yang ‘pecah lekas’ itu] Alias kalau dalam konteks personal, kita bisa bilang sebuah hubungan akan amat berpeluang implode (tiba-tiba kehilangan ‘ruh’ kempes seperti balon) jika lahir/tumbuh dari kebohongan.

Suatu pengertian yang lumayan asyik (imajinatif), sebenarnya. Akan tetapi itu hanya sebuah makna figuratif (kias, bukan prinsip) yang penggunaannya baru populer belakangan ini saja.

Mula-mulanya dulu, pengertian implode tidak seperti itu..

Makna awal (Inggris)

Sebagai sebuah jargon mekanika (sebutlah begitu), implode adalah lawan kata dari explode. Meski kedengarannya agak ganjil, prinsipnya mudah ditangkap jika keduanya kita kontraskan:

Meledak !!

beda explode dan implode (meledak)

Explode (meledak ‘ke luar’) vs implode (meledak ‘ke dalam’)

Jadi, beda dengan explode (semisal petasan—yang serpihannya berhamburan ke mana-mana menjauhi pusat ledakan itu), pada implode materinya justru melesak/rontok ke titik tertentu.

[ SEKADAR UNTUK ILUSTRASI ] Tanah Ambles – di sepenjuru planet

Fakta bahwa kita menikmati gravitasi (bisa riang jalan kaki, bukannya melayang-layang tak karuan) mengindikasikan bahwa pada dasarnya Bumi ini senantiasa berusaha meng-implode dirinya sendiri, “Blub!”—memadat jadi cuma sebesar Bulan, misalnya (lalu segalanya mendadak jadi penuh sesak).

Untungnya, kata orang pinter, Planet-Rumah bersama ini tidak cukup angker (massa/energi) untuk sampai rontok oleh gravitasinya sendiri macam begitu. Jadi dalam hal ini sepertinya kita santai saja..

Contoh klasik implode adalah kapal selam (jika dibawa submerged terlalu dalam—melampaui kemampuannya menahan tekanan). Cari contoh versi mudah-aman-akurat-nya yang repot..

Tetapi beres, nanti ada sesi praktek. Dan dijamin berhasil! (#janji Kutu)

Tinta Sejarah

Mungkin a.l. karena ‘faktor bahasa‘ (ketidaktahuan/asingnya istilah), banyak orang sepertinya jadi kurang menyadari kalau Sejarah Dunia juga ikut ditulis dengan ‘tinta’ implode. Misalnya:

U-Boot (Jerman) – ‘bom Nagasaki’ (Amerika Serikat)

[Kedua benda sangar ini tidak bisa dibuat/fungsikan jika orang tak paham betul soal implode] Perang Dunia (I/II): kapal selam Jerman itu benar-benar bikin armada Inggris/Sekutu ‘katam’ pusing tujuh keliling, dan Fat Man (yang dijatuhkan di Nagasaki) sukses mengakhiri perang.

Sabda Sejarah—Yang lebih menguasai ilmu ‘meledak ke dalam’, punya keunggulan..

Menuju Era Star Trek

Soal menuntut Ilmu, negeri Presiden Trump jagonya. Mereka telah kirim wahana tak berawak lewati orbit Neptunus, arungi samudra Kosmos (untuk tidak kembali lagi)—cari pemahaman. Cuma soal waktu (entah kapan), orang bakal bisa jauh keluyuran seperti dalam film Star Trek.

Namun, lama sebelum sampai bikin pesawat ruang angkasa yang mampu melanglang Langit, orang tentu mesti terlebih dahulu cukup ‘melek antariksa’. Itulah yang dirintis Paman Sam.

gambar voyager black pearl

Penjelajah Mayapada, dari masa ke masa (hanya bisa dibuat oleh orang berilmu)

Secara sederhana (asal gampang), kita bisa bilang kalau Jagad Raya terdiri dari banyak galaksi, dan galaksi terdiri dari banyak bintang (lihat puisi/prosa liris ‘tahun cahaya’). Alias hirarkinya:

bintang → galaksi → Semesta

Maksudnya, kalau kita ingin ‘melek Semesta’, mau tak mau kita perlu ‘melek bintang’. Ya, kan? Dan secara umum, salah satu tahapan normal dalam kehidupan bintang adalah.. implode(!)

Simpulannya, kalau ingin mengenal Alam Raya, ya perlu [juga] ‘melek implode’, gitu..

Nenek moyangku orang Pelaut

Ngomong-ngomong, padanan Indonesia untuk implode itu sebenarnya sudah ada belum, sih? Kalau hari gini kita masih juga belum punya istilah satu ini di kamus kok rasanya gimana gitu..

implode (Inggris) = . . . . . (Indonesia)?

Menurut Merriam-Webster (ini dedengkot kamus), implode telah jadi ‘kata kerja’ (verb) Inggris sejak tahun 1881. Artinya, di negeri Paman Donald, konsep ‘meledak ke dalam’ sudah dikenal sejak dari era Wild West—masa ketika ke/di mana-mana orang Amerika masih naik/bau kuda.

Jadi, sama koboi Wild West pun anak cucu pelaut kalah canggih?!

“Tidaaaaak..!!” (Harga diri—sebagai orang yang merasa sudah cukup kekinian, implode)


Oya, soal janji. Pembaca ada yang berkenan praktek implode-kah?

Kalau ingin merasakan sensasinya, versi murah-meriah-asal-hore (yang tidak terlalu akurat) berikut ini mungkin memadai untuk dibayangkan sebagai sebuah pengalaman keren nan epik:

Genggam telor lalu remas sampai remuk

Dan sebagai manusia biasa yang butuh hiburan kita boleh bangga sebab dalam hidup (yang pikuk akan ‘kebelumsempatan’ ini) pernah setidak-tidaknya satu kali meng-implode sesuatu..

Mari, fasihi implode (#biar nggak tengsin sama Trump). Salam pecah telor!

*****

———————————

CATATAN

Ini sekadar blog hobi seorang penggemar sci-fi kambuhan yang sesekali suka menelisik kata, jadi tulisan pun harap disikapi sebagai ngalor-ngidul ala kedai kopi saja (bukan artikel ilmiah).

Menyinonimkan ‘implode’ dengan ‘meletup’ akan mirip ‘Britain-England‘ atau ‘modern-canggih‘ (yang meski kadang dapat saling menggantikan, masing-masing kata tetap saja beda prinsip).

[Cuma asal gampang] Dipanaskan, benda memuai (jika sudah tak panas, ya tak memuai lagi). Sama prinsip, saat bintang (mis Matahari) ‘kehabisan BBM’ (suhu turun drastis), ia implode.

Fat Man adalah tipe bom yang sebelum explode kandungan intinya implode terlebih dahulu. (Mau iseng ‘praktek’? Lupakan saja. Cuma sedikit negara yang kuasai bahan/teknologinya 🙂)

UNGKAPAN / BENTUKAN NGARANG
● “Harga diri [yang] implode” – contoh penggunaan istilah ini ‘ala suka-suka’.
● ‘Kebelumsempatan’ – [kondisi] belum sempat (melakukan/mencoba/membereskan) ini-itu.

KAMUS/REFERENSI
● “Kamus Besar Bahasa Indonesia – Pusat Bahasa” (Pusat Bahasa, Gramedia, 2008)
KBBI Daring (Kemdikbud)
● “Merriam-Webster’s Collegiate Dictionary – Tenth Edition” (Merriam-Webster Inc., 1996)
Twitter (Presiden Donald J. Trump)
● Wiki (Implosion / Stellar-evolution / U-boat)

SUMBER GAMBAR
WallDevil (Pirates of the Caribbean – Black Pearl)
Whpuxin (Star Trek – Voyager)

SARAN BACAAN
Ask Dr. Science (diskusi menarik seputar explode/implode di angkasa luar)
Space (“Voyager 2: Sailing Among Giant Planets”)

—KK—

Iklan

6 thoughts on “implode

  1. Udah tau kok gausah kasih catatan kalo ini ngalor ngidur (hahahaha, permisi numpang lewat)

    Biar nyantai, maksudnya. Sekalian biar orang bebas komen ngalor-ngidul juga (yang penting nyambung) 🙂

  2. Hi, I’m sorry I don’t understand the language used in the blog. Just wanted to say thanks for liking my blog. As a newbie each like gives me confidence to write and express myself so it means a lot. Thank you!

    Hi IFE! You’re welcome. I’m glad if that did matter that way to you, really. And no worries about that language thing. 🙂 May your blog keep kicking! Cheers!

  3. Awal penjelasan kurang bisa di pahami. Tapi semakin kebawah gambarannya semakin kebayang.

    Menambah kosakata buat saya yg miskin ilmu. Terutama bahasa inggris 😁😁😁

    Salam kenal

    Halo, salam kenal juga Mas Juman! 🙂 Maaf tulisannya acakadut, gara-gara terlalu lama absen postingan, jadinya grabag-grubug (mulai, cari pembenaran hahaha..!)

    Tapi serius, ini memang saya yang sepertinya salah pendekatan. Artikelnya akan jauh lebih simpel kalau misalnya outline-nya seperti ini (tanpa Trump):

    – Dipanaskan, benda memuai (jika sudah tak panas, ya tak memuai lagi)
    – Prinsip itu berlaku juga untuk Matahari/bintang (implode)
    – Kapal selam (contoh implode dalam skala lebih kecil)
    – Telor (praktek implode versi abal-abal)

    Terima kasih banyak untuk feedback-nya, semoga bisa jadi bekal saya ke depannya (rencananya, masih banyak topik asing/tidak populer yang bakal muncul di sini). 🍸

  4. I had a science teacher who said implosions could actually be more violent than explosions. Supposedly the rebound which acts just like an explosion can be more energetic. He was just a chemist. What would he know? 😉

    Not that I really understand (if at all) the dynamics here, but for all I know, when matter becomes more concentrated, so does energy.

    So, yeah, I guess your good ol’ teacher did make quite a point. 🙂

  5. Hello, thanks for the like on my blog. 🙂

    And Trump’s an idiot but I am not sure he didn’t intend the correct meaning of implode in that context. It could go either way implode or explode; I personally would have chosen implode in that sentence to mean an inward collapse. He was referring to the structure of the Affordable Care Act (Obamacare) or rather the American healthcare system as it is affected by the Affordable Care Act, so technically, he is probably using “Obamacare” incorrectly.

    And for the other English only speakers, I am not sure of the language either (French perhaps?), but there IS a pretty good translation software attached to WP 😉

    Hi, anytime, Cherilyn! Thanks a lot for the comment. I really appreciate it. 🙂

    ‘Implode’ is not a common [foreign] word here in Indonesia. In fact, as far as I know, the Indonesian language hasn’t a word for it just yet. I find this quite embarrassing, since it is a very important concept in science (submarine, Nagasaki bomb, cosmology/astrophysics etc). and—if you excuse my expression, even Wild West cowboys knew it (Merriam-Webster said it became an English word in 1881).

    So here with this post I try to popularize ‘implode’, both in its early meaning (the antonym of ‘explode’) and in its nowadays figurative sense (fail from within, self-destruct).

    But considering that ‘implode’ is so unsexy word, I need something [way more] provocative just to draw people’s attention. Then Trump crossed my mind. 🙂

    PS:

    As you might have noticed, I use two colors for replies here—yellow (for Indonesian speakers) and green (for non-Indonesian speakers). To read the green ones, please do not use an English translator (since it’s already in English).

    I’ve read a couple of your “Online Cults” series. To say that I’m impressed would be an understatement. 🍸

  6. Kulanuwun….kelamaan absen eh mbolos…
    Kebayang busa sabun yang nggembes pluup hilang tanpa bekas.
    Terima sih Mas KuKa, nambah ngelmu saat sanja dolan blog nih. Salam

    Monggo, disambi teh kalih gorenganipun.. Gekembung sabun, permainan masa kanak yang tak akan terlupa 🙂
    Terima kasih, selalu senang dengan kunjuungan kebun hijau Rynari.. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.