register

( + film hobi/Perancis )

film Perancis

Kaya bercerita dengan register

Tous les Matins du Monde” (All the Mornings of the World, kalau judul Inggrisnya) adalah karya sinema yang menuai banyak pujian. Dan dalam banyak aspek (acting, casting, lighting, musik dll), drama-romantis garapan Alain Corneau yang rilis pada era laser disk (1991) ini rasanya memang pantas diacungi jempol.

Dari semua itu, yang secara personal terasa paling berkesan (hingga kini, setelah sekian lama) dari film berbahasa Perancis yang relatif irit dialog ini adalah dalam hal register.

*****

Dalam sosio-linguistik, register adalah variasi bahasa yang terjadi karena [adanya perbedaan] situasi.

Baru kenal atau sudah akrab, minta petunjuk atau kasih nasihat, acara nonton bareng atau wawancara kerja, dengan rekan sejawat atau bos besar, sedang PDKT atau sudah jadi mantan, lisan atau tulisan, secara sosial masing-masing jelas menuntut ‘bahasa’ (kosakata, intonasi, power, tata kalimat, tempo dll) yang berbeda.

Artinya, sedikit atau banyak, register juga [potensial] ‘bercerita‘ tentang kondisi:

– “Selamat pagi, Pak/Bu!” (bersua orang yang dihormati)
– “. . . . .” (kaget berpapasan one-on-one dengan dambaan hati)
– “Eh Sob, nanti mampir rumah, ya?!” (ketemu sohib, sering tanpa basa-basi sapa sama sekali)

Masih ada aspek-aspek lain perihal register, tentu saja. Akan tetapi sekadar sebagai pengantar, bahasan linguistiknya kita cukupkan sampai di sini. Sekarang kita kembali ke awal, urusan film.

*****

Tous les Matins du Monde terasa istimewa sebab register—yang dalam banyak film (pun yang ‘kelas Oscar’) acap hadir tanpa greget, di sini digarap demikian cerdas (sederhana namun luar biasa bercerita) dan bahkan eksploratif (dengan cara yang ‘tidak biasa’).

Tetapi agar tidak menjadi spoilers bagi mereka yang belum sempat menikmatinya, baiklah itu tidak kita bahas di artikel melainkan di bagian comment/reply saja (jika memang berkenan).

Oya, sekadar contoh ‘klasifikasi pribadi‘ (subjektif) berdasarkan register (untuk pembanding):

(+ +) BAGUS SEKALI – Tous les Matins du Monde
(+) BAGUS – The Shawshank Redemption (1994), American Beauty (1999), Kung Fu Panda (2008)
(0) STANDAR – Enemy of the State (1998), Bitter Moon (1992), Schindler’s List (1993)
() DIMAAFKAN – [khas film action/superhero/silat/kartun/gangster/koboi/dokumenter]
(– –) MENGGANGGU – [sering terdapat di film asal jadi atau kelas opera sabun]

Sekali lagi, peringkat di atas melulu dari aspek register (bukan penilaian menyeluruh atas bagus/tidaknya masing-masing film ybs). Dan soal hobi, bebas saja untuk beda selera, OK?

Mari, nonton dulu! 🙂

*****

————————————
(Revisi, 15 Mei 2018)

CATATAN

Kalau tak salah, istilah ‘register’ dengan pengertian seperti ini belum diserap ke dalam bahasa Indonesia. Jadi ini adalah sekaligus usulan pengindonesiaannya (yaitu dicomot bulat-bulat).

Dimaksudkan [a.l.] sebagai catatan obrolan kedai kopi (dalam beraneka situasi), artikel-artikel di blog ini juga menggunakan ragam register yang bervariasi—akrab (‘cadel’), formal-serius ala koran (‘benang merah’), kepada anak muda (‘implode’), nostalgia-kontemplatif yang kadang seperti bicara kepada diri sendiri (‘tahun cahaya’) dsb.

REFERENSI
Glottopedia (Register – discourse)
ThoughtCo. (What is Register in Linguistics? )
“Tous les Matins du Monde” (Alain Corneau, 1991)

SARAN + WARNING
“Tous les Matins du Monde” bukan jenis film yang bisa dinikmati dengan banyak selingan (atau apalagi gangguan), dan yang pasti bukan film untuk semua umur(!)

jaman laser disk

UNDUH + TEKS
● Untuk downloader-nya, bisa lewat sini
● Untuk subtitle Inggrisnya, ambil dari sini

—KK—

Iklan

15 thoughts on “register

  1. Kalo ngomongin film Perancis,
    ingetnya Ratatouille :’D

    Oya.. tukang masak ngantuk yang kalau lagi dijambak tikus (buat masak) gerakannya jadi seperti orang nari itu ya. Kocak itu! 🙂

  2. Jadi inget matkul semantik jaman kuliah dulu …

    Ambil linguistik kah? Kalau mau sedikit nostalgia semantik sambil senang-senang (nontonn film), sungguh, keren ini registernya (TLMDM). Jauh di atas rata-rata produk Hollywood.

    PS: komen di blog sana (anugrah) langsung ngilang?

    • ngambil sastra sih bang. Siap deh, nanti kutonton filmnya sambil ngabuburit.

      komen di anugrah.club ya? iya itu masih under construction. Belum bener-bener jadi. Tapi komennya yg di “kapan-kapan” udah masuk database kok, udah saya baca. Makasih bang udah mampir.

      Sama-sama anugrah, dan syukurlah ternyata komennya tak lenyap.. Oya, di film ini ada 3½ (tiga setengah) adegan yang memperlihatkan ‘anggota tubuh’. Cuma sekejap sih (tidak sampai berdetik-detik), dan juga tidak porno karena toh sangat kontekstual (menurut saya). Secara pribadi, ini jenis film yang bisa saya tonton kapan saja (termasuk jika sedang puasa), tapi biar bagaimana rasanya saya harus bilang ttg yang 3½ itu, sekadar buat jaga-jaga, OK?

      Selamat nonton. 🍸

  3. I don’t spend much time watching films, which is, of course, my loss. I watched only the first few minutes, from which it’s hard to make a judgement, but a bright, sunny day with much to see and do calls me. 🙂 🙂

    That more-than-five-minute-Depardieu’s-face intro was quite a ‘tour de force’, actually—telling so much [in so little time] using registers as means of delivery.

    But I can see your point, Jo. With all those ‘breathing the Nature’ and living the life with your loved ones the way you do, you’ve sure already got your own treasure! (I hope I will be ‘there’ someday) 🙂 Cheers!

  4. Thank you for the links to subtitles and the entire movie. That greatly increases the odds I’ll watch it.

    My pleasure, Alice. I sure hope you find it worth your while. 🍷

  5. Eid al-Fitr 14 June 2018

    Terima kasih, Nasuko. May peace be upon us all.
    💟 🕉 ☸️ ☯️ 🔯 ✝️ ☪️ 🛐 ⚛️ ☮️ 🖐 🖖 🙂
  6. Hai om kutu… nah ini om kutu suka ngasih resensi film yg gak diduga, nanti deh aku coba tonton.
    Film irit dialog yang aku tau cuma “All is Lost” doang haha…

    eiya kita perlu maaf-maafan gak nih? gausah lah ya kan gapernah ngomong dan gak pernah ketemu jadi kemungkinan nyakitin hati om kutu nya hampir ga ada. etapi berhubung ini masih lebaran aku mau bilang “maaf lahir batin yaa…” yah bilang-bilang juga ini mah.

    yaudah babay

    Halo Ran! Ga usah gapapa kok. Maaf lahir batin juga ya.. (Lah ni sbenernya gimana sih? Wkwkwkwk!!) Eh kalo gak salah kultur kita tu yang lebih muda ngucapinnya sambil kirim kueh ato apa gitu ya..

    [Trims udah nyebut “All is Lost”—belum lihat, entar tak cek] Tous les Matins du Monde ini recommended banget, Ran—paling gak menurut KMDb (Kutu Movie Database hehe..)

    BTW, maunya sih spirit/semangat artikel ini a.l.: 1). Nonton/nikmatin/mengapresiasi film gak harus melulu pakai acuan/parameter baku/umum (akting, penyutradaraan dll), tapi ya bebas aja (suka-suka kita) 2). Apa yang kita pungut/pelajari dari satu bidang (bahasa, mis) gak harus melulu dipakai untuk bidang ybs, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk urusan lain (bikin kita jadi punya ‘cara pandang’ yang lebih kaya [halaah bahasanya] saat menikmati hobi nonton film, mis). Contoh konkritnya, ya kasus ‘register’ ini. Kura-kura begitu. 🙂
    Moga-moga sukak. 🎬

    • wah ada kultur kek gitu ya? contohin dong om biar aku tau, kue nya gausa bikin sendiri juga gpp Spikoe surabaya aja haha

      Sip tar aku tonton Tous les Matins du Monde nya, pen tau sebagus apakah film dari om kutu ini dari sisi register tentunya, standar film bagus menurut aku diliat dari sisi mana-mana baru Ex Machina aja (wicked movie ever!)

      Iya penilaian sesuai pandangan kita aja, kadang aktor/aktris beken gak menjamin filmnya jadi bagus contohnya Wanted itu dafuq movie lah menurut aku.
      Kira-kira keleus… kura-kura mah dalam perahu #yhaaa

      hantu-nggak-mutu-(70)“Wanted” yang pelurunya pada bisa ngepot itukah? Huahaha..!! (Barusan cek arti kata ‘dafuq’) kalo itu mah emang wadafuq farahh!! (Tapi film box office banyak yang gitu sih, kayaknya)

      Cukup nikmatin kalo sama “Ex Machina”. Utamanya karena filmnya fokus ke gagasan (bukan ke action ato ngumbar CGI, gitu). Dan secara khusus suka sekali dengan perlambang ‘Ahli warna yang hidup di ruangan hitam-putih’.

      Ok deh, Paman Hantu tunggu, weekend ini Rani silakan nonton dulu.
  7. Bonjour ou Bonsoir

    Épice de vie

    Il y a dans ma vie, une épice rare
    Cette une poudre magique qui transforme mon quotidien
    en rayon de soleil dès qu’elle se répand sur un problème à résoudre
    J’ai cette chance inouïe de posséder cette substance
    Quand je traverse des temps difficiles
    Quand j’ai besoin de courage et d’énergie
    pour faire face au nouveau jour qui naît
    C’est alors que mon épice magique
    vient poivrer ma journée de compréhension, d’écoute active
    Son parfum me soutient, sa force me guide, son arôme de discrétion me protège
    Le plus beau souhait que je puisse vous faire
    C’est de trouver cette poudre magique
    de la répandre avec amour
    Cette épice de vie a pour nom
    ” Amitié ” Bisous Bernard

    Bonjour, Bernard. A sort of ‘spice’ needed by everybody indeed—anywhere. Thank you very much for your kind comment and sincere wish.
    Friendship it is. 🙏

  8. I loved this film! I am a huge fan of well made French movies. Thank you for the post!

    Quite my pleasure, Diana. One of the many aspects I love about this movie is, pun intended, ‘the poetic visual’ of it. 🙂 Thank you. 🍸

  9. Untuk urusan filem, saya blangkemen nggak bisa ngomong, hehe.. lah nostalgianya gambar hidup di lapangan saja.
    Padahal pesan yang divisualisasikan melalui film sering sungguh efektif ya.
    Salam hangat

    Estu Bu Prih. Film salah satu media yang bisa sangat bermanfaat untuk banyak hal termasuk sekadar hiburan. Toh, dibolak-balik statusnya cuma alternatif (pilihan, tidak wajib). Yang pokok tentu ya gambar hidup di lapangan yang nyata itu, terutama yang ada di sekitar..

    PS: Mungkin soal film saya nurun dari [alm] Bapak, kalau baca dari Ibuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.