drop cap

– istilah tipografi –

K ecuali di majalah-majalah, sepertinya sekarang ini orang sudah tidak terlalu sering lagi menggunakan drop caphuruf berukuran besar yang terdapat di awal bab (juga awal paragraf/puisi dll), seperti huruf–’K’ yang di depan sekali itu (sesuatu yang lazim dijumpai di buku-buku lama, terutama yang berbahasa asing/terbitan ‘Barat’)

I stilah ‘drop cap’ itu sendiri bisa jadi berasal dari pemangkasan frasa dropped capital, yang arti/maksudnya adalah ‘huruf KAPITAL yang di-drop/turun-kan’. Secara visual ini jelas terlihat pada artikel di mana—karena sudah dibuat nge-drop (turun sekian baris), huruf-huruf ‘K I A T’ yang sejatinya berukuran/fisik tidak normal (bongsor) itu menjadi praktis sejajar/sama tinggi dengan huruf-huruf lain di baris pertama.

A da banyak cara agar sebuah paragraf jadi punya satu huruf yang gede dan nge-drop. Masalahnya, di WordPress(com) fasilitas/kemudahan ini tidak diberikan cuma-cuma. Toh, para wordpresser gratisan tidak perlu kecil hati, sebab perkara ini bisa disiasati melalui workaround. Salah satu cara adalah dengan image (misal alih-alih bikin huruf-H jadi gede dan nge-drop, pasang saja ‘gambar huruf-H’ sebagai drop cap). Cara lain adalah dengan HTML (HyperText Markup Language)—bikin coding sendiri (sesuatu yang mendengarnya saja mungkin sudah membuat banyak orang jadi merasa sangat tidak kepingin)...

T etapi tunggu, orang tak harus paham elektronika kalau cuma untuk nyetel TV, kan? (Yang balita pun bisa itu, karena tinggal pencet tombol) Sama prinsip, mereka yang tidak kenal HTML sama sekali mestinya juga hanya perlu sekejap kalau cuma untuk bikin drop cap ala contoh ‘KIAT’ itu (jika ada tombolnya). Baiknya, sekarang ‘tombol’ itu sudah ada—tinggal soal cara mencet-nya saja hehe... Namun karena ini sudah masuk know-how (bukan lagi know-what sebagaimana topik), baiklah itu bahasnya di halaman berikutnya saja. Pokoknya dijamin bisa! (#JanjiKutu)

—————————————

CATATAN

S inonim untuk drop cap adalah initial (kalau tak salah, kata ‘inisial’ dalam bahasa Indonesia belum spesifik mencakup pengertian ini), meskipun keduanya tidak selalu bisa dipertukarkan (huruf ‘S’ di awal alinea adalah contoh initial yang bukan drop cap).

Tulisan di atas adalah sebuah akrostik.

Klik tombol di kanan untuk lanjut ke halaman berikutnya →

#2

Iklan

5 thoughts on “drop cap

  1. sorry, it is separating a post into pages.

    Never mind, Megala, and thank you. 🙂 I guess people (the writers, as well as the readers) will find it quite convenient when each page talks about different things but somehow still related (say, different pieces of the same puzzle)—as the one we have here. Happy cooking! 🍸

  2. Shoot! I can’t find the English option.

    Cor blimey!! My bad! Some time ago, I changed this blog’s language into English—so, gone the English translator!! (And that’s just stupid LOL) I wonder how long it’s been like that.. Anyways, now it’s back to where it’s supposed to be (at the very top pick, right before ‘Afrikaans’).

    page #1: about ‘drop cap’
    page #2: some HTML code for it

    I can’t thank you enough, Alice. Still, THANK YOU!🍕 🍨 🍷

  3. Dalam komunikasi via WA drop-cap sepertinya sangat jarang ditemui. Yang ada huruf kapital semua untuk menyatakan kekesalan, ketidak puasan dan marah.

    Kalau saya dalam menulis masih menggunakan drop-cap untuk tulisan penggunaan terbatas. Misal komunikasi melalui surel, surat resmi, dan tulisan yang akan dibaca banyak orang.

    Awal-awal pakai HP dulu (tahun 90’an), kalau SMS saya selalu dengan huruf kapital semua (maksudnya biar lebih gampang dibaca di screen HP yang monochrome). Belakangan baru ganti huruf normal, setelah tahu kalau itu tidak sopan karena merupakan kode untuk teriak Haha..

    Tak terpikir juga untuk bikin artikel ini sebenarnya, kalau tidak karena secara kebetulan ketemu netizen yang bertanya huruf bongsor di awal bab itu ada istilahnya atau tidak. Lalu cari di net, eh ketemu. Jadi saya sendiri baru kenal istilah ‘drop cap’ beberapa hari ini saja. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.