signature song

( + lagu tempo dulu )

Atas tulisan akhir tahun 2018 lalu, seorang sahabat blogger mengutarakan rasa inginnya untuk meninggalkan sebuah ‘jejak identitas’ (sebutlah begitu) sebagai warisan bagi anak cucu. Amin.

“Boleh juga untuk modal bikin artikel, nih!”, begitulah yang terlintas kala itu.

Di dunia musik, cita si teman tsb adalah ibarat signature songlagu yang lazim diidentikkan dengan penyanyi/artisnya (di antara sekian lagu ybs lainnya yang juga dikenal luas). Yang dari lingkup lokal/nasional, contohnya ialah “Walang Kekek” (Waldjinah) serta “Bento” (Iwan Fals). Yang internasional, “Stairway to Heaven” (Led Zeppelin) dan “Bohemian Rhapsody” (Queen).

Jelas bahwa perbedaan cakupan [wilayah] geografis bisa menentukan status dari sebuah lagu. Artinya, yang secara internasional umum dianggap sebagai one-hit wonder (sebab musisinya praktis hanya dikenal lewat lagu tsb), bisa saja di Indonesia dianggap sebagai signature song sebuah grup band (karena ada sekian lagu mereka lainnya yang juga pernah populer di sini).

Seperti karya everlasting dari grup rock Belanda yang satu ini:

lagu barat jadul

Shocking Blue – “Venus” (1969)

Entah di bidang apa, semoga kita bisa menorehkan ‘signature song’ kita masing-masing. Yang bermanfaat bagi sesama, menerobos sekat (suku/agama/ras/antar-golongan dlsb) serta sukur-sukur berumur jauh lebih panjang daripada hidup kita sendiri.

Selamat Tahun Baru 2020

Mari jadikan lebih baik

Asih – Asah – Asuh

teamwork belajar dari binatang

Amin.

———————————
(Tentang ‘semangat merayakan’—Agustusan/Lebaran/Tahun Baru dll, lihat carpe diem)

CATATAN

Dalam percakapan (colloquial), signature song kadang diistilahkan dengan ‘lagu kebangsaan’ (misal jika ada fan bilang: “Endless Sacrifice adalah lagu kebangsaan dari Dream Theater”).

Meski relatif tidak dikenal oleh generasi sekarang, hits dari Shocking Blue cenderung melekat lama di hati penggemarnya (sebut saja misalnya “Love Buzz”, yang lalu di-cover oleh Nirvana).

Meski jelas kunci, tingkat popularitas bukanlah faktor tunggal yang menentukan kena/tidaknya sebuah lagu disebut sebagai signature song dari seseorang/sebuah grup. Contoh klasik adalah gitaris/pencipta lagu/penyanyi Gary Moore—”Still Got the Blues (For You)” adalah lagunya yang paling populer, tetapi adalah “Parisienne Walkways” yang dianggap sebagai signature song ybs.

SUMBER GAMBAR
Gifer (#teamwork)

Terima kasih kepada alrisblog atas inspirasinya.

—KK—

14 thoughts on “signature song

  1. Intinya, orang ingin dikenang selamanya. Tapi untuk bisa membuat “signature song”, hasil yang diciptakan memang harus punya ciri tersendiri. Wah, memang harus yakin dengan identitas diri, baru bisa meninggalkan jejak yang signifikan.

    Konon, siapa pun yang pernah menyempatkan diri untuk ‘tenang sejenak’, pasti ingin agar hidupnya punya arti (bagi orang lain). 🙂 Tapi ya gitu, kita orang jaman now ini rada lucu—kadang suka mengorbankan ‘karakter’ (yang mbangunnya nggak gampang dan butuh waktu lama) hanya demi ‘kesan semu’ (yang cuma sesaat dan notabene justru mengombang-ambingkan identitas) hehe..

    Ngomong-ngomong, setahu saya, mereka yang suka/banyak ‘berjalan’ (kayak Dyah) biasanya juga suka banyak ‘dapat bekal’ dan meninggalkan banyak ‘jejak’. 🍸

    guns n roses november rain

    1). Guns N’ Roses – “November Rain” (Use Your Illusion I, 1991)

    PS: Idem artikel tutup tahun ‘one-hit wonder’, sekian komenter pertama di sini juga saya tebengi lagu. Semoga Dyah suka dengan signature song yang klipnya sudah dilihat semiliaran kali itu.

    • Ahaha…. Guns N’ Roses itu band favorit gue jaman sekolah. Terima kasih!

      (#toss dulu) Memvisualkan lirik boleh jadi tidak terlalu sulit, tetapi menghadirkan ‘ruh’ sebuah alunan suara lewat gambar jelas bukan kerjaan mudah (makin kuat karakter musiknya, makin setengah mati cari imbangan visualnya). Mungkin itu kenapa banyak lagu angker yang klipnya hambar atau malah babak-belur (seperti banyak lagu Yes/Genesis). November Rain adalah kasus yang luar biasa langka, karena baik musik maupun videonya sama-sama dapat (#toss lagi):
      ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ 💯 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
  2. A beautiful song and a beautiful sentiment. ❤

    Thank you Anna. 🙂 And talking about beautiful sentiment, I hope you don’t mind if I quote a couple of beautiful words from your welcoming page:

    We are, all of us, more than our labels, more than our circumstances...

    Love it! It takes a lot of strength to keep on doing what you are doing. May you be in good health. Always. 🍸 By the way, here is the very song that plays in my mind quite often every time I come across a teacher or someone who fights for children:

    lagu george benson

    2). George Benson – “The Greatest Love of All” (1977)

  3. Felice anno 2020!
    Shera

    Ps la mia canzone È dei Coldplay Viva la vida

    Ah yes, that ever-creepy ..Sweep the streets I used to own..." harsh reality. Such a powerful song. Loved by many, no doubt. Thanks for reminding me this, Shera.

    lagu perubahan drastis

    3). Coldplay – “Viva la Vida” (2008)

  4. Thank you very much Kamus for your great posts. I wish you, a very Happy New Year 2020!

    Thank you Xea, and it is very kind of you to refer to my other posts as well. Best wishes to you and Addé. Now come to think of some French music, I believe I’ve heard this wonderful voice in countless movies—Hollywood’s or otherwise.

    lagu prancis paling populer sepanjang masa

    5). Edith Piaf – “La Vie en Rose” (1946)

  5. Greetings!
    I am delighted to welcome you to annieasksyou. I hope you’ll visit often and comment as you see fit. I am just beginning to explore your blog, but I love the photo of the raccoon helper.
    Best wishes for a very happy, healthy, and creative 2020.
    Cheers,
    Annie

  6. Greetings—

    I received a notice from WordPress that you had joined me on January 1, but your name never appeared on my list. They just told me that you “unfollowed” me immediately after following me. If that’s true, I’m sorry to hear that, but you have every right to do so. However, WP has made some errors lately, so I want to make sure this was your decision—and not their mistake. I do see my avatar on your site.
    Regardless, happy New Year to you.
    Cheers,
    Annie

    Greetings, Annie. It’s not WP’s fault, but mine. My connection was terrible that day, and I should have just turned off the computer right then and do something else (instead of stubbornly browsing around other people’s blogs). Then it happened.

    Pages were ‘hanging forever’ (never finished loading). And the pages’ layouts were not quite lined up to where they’re supposed to be (I clicked on one thing, another thing got activated). Upon realizing that I followed two blogs by mistake (yours was actually the second one), I unfollowed immediately and then switched off.

    I hope that clear things up. I apologize for the confusion. And I’m sorry for the late late reply (been off for quite a while from blogging this month). And talking about mishaps, may you find the following clip enjoyable. Cheers!

    video klip jatuh-jatuh

    6). Dire Straits – “Walk of Life” (1985)

  7. Slightly belated Happy New Year to you… 明けましておめでとうございます。
    Love the gif… Venus is pretty good too.

    Well, raised on classical and jazz, and even traditional Japanese sounds, I’ve slid into some peculiar listening (and playing) habits. Coffee in the morning and wine in the evening, it’s all good.
    Cheers! (ツ)b

    It is now January 22. So really, Kumi, in my book, you are punctual. 🙂
    May you find this year full of blessings, my good friend.

    As you are the seventh commenter here, this one springs to mind. A bit long indeed, but I hope you find it worth your while.

    lagu vokalis Yes

    7). Jon Anderson – “Song of Seven” (1980)

    • Fascinating choice. I was only ten when Jon Anderson released that piece. But as a teen, I had an older friend who was very into Yes, and who introduced me to early Pink Floyd. The latter greatly influenced my years, both listening and playing, ever since.

      In exchange, I’ll leave you something (a favorite of a drummer for a Japanese punk-rock band). And you might find the text below the clip interesting. Good cheer to you, always!

      A very good listening indeed. And the painting fits! 🙂 Never really thought of the relation between color and emotion myself (let alone linking it with music). How interesting. Thank you.

      By the way, my, you got me. I love Yes/Pink Floyd/Genesis! (Since my 10th grade in 1981, and still do now) 🍸

  8. Katanya sih, seseorang yang karyanya terus dikenang, ia tak akan mati meski raganya udah tiada.

    Kayaknya sih begitu, seperti karya-karya lama yang sampai sekarang masih dibaca/didengar orang. Entah Rudi akrab atau tidak dengan signature song yang berikut ini, semoga suka.

    parisienne walkways best version

    8). Gary Moore – “Parisienne Walkways”

    PS: Kabarnya, ini adalah sebuah ‘lagu untuk ayah’.

  9. Hmm.. Kalo signature songnya Rhoma Irama apa ya?

    Mungkin lagu yang meledak waktu saya masih SD ini (selamat berjoget) 🙂 :

    lagu rhoma irama paling nge-top

    9). Rhoma Irama – “Begadang” (1973)

    PS: Katanya ini yang versi original sound tahun 1973.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.