hari raya

Salah satu hobi Ibu adalah ngisi TTS (teka-teki silang). Karena KBBI-nya (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III) sudah bodhol-bodhol, Sabtu kemarin kami berdua hunting KBBI Edisi V. Sayang, di dua toko buku besar yang kami datangi, stoknya lagi kosong. “Kamusnya diumpetin, Buk!”, iseng si Kutu. “Heheheh..!”, respons Ibu—yang lalu minta dibelikan koran. Siyap, Boss!!

Meski misi ‘ke Barat mencari kitab suci’-nya gagal, puas rasanya bisa ajak Ibu sedikit pelesiran. Sepanjang waktu Beliau kelihatan ‘menikmati pemandangan’, soalnya. Dan motif utama acara siang itu memang sejatinya untuk nyeneng-nyenengin ortu—[ikut] bersukacita di hari Imlek.

Tidak jadi masalah kami bukan orang Tionghoa.

. . .(lanjutannya)