deus ex machina

– istilah film / plot –

Dalam pentas teater Yunani kuno, menjelang akhir pertunjukan kadang terjadi ‘situasi sulit’ (misalnya sang pahlawan dalam posisi terjepit, atau malapetaka sudah tak terhindarkan). Pada saat itulah tiba-tiba ada dewa muncul dan menyelesaikan masalah (membawa sang pahlawan ‘terbang’ menjauh dari bahaya, menganulir kematian seseorang yang dikasihi dsb).

Dalam pertunjukan, sang dewa (sosok ilahiah penyelamat situasi) biasanya muncul dari atas (bisa pula dari bawah lantai panggung), melalui platform yang diulur (atau ditarik) dengan alat semacam kerekan. Dari sinilah muncul istilah deus ex machina (‘Tuhan muncul dari mesin’).

Dalam perkembangannya, istilah deus ex machina biasanya mengacu pada hadirnya sebuah solusi mendadak (yang cenderung ‘seenaknya saja’) atas sebuah situasi ‘tanpa pengharapan’ pada sebuah cerita (novel, teater, film dsb).

*****

Beberapa contoh.. (lanjutannya)

advocatus diaboli

– istilah peran / tehnik pendekatan –

Dalam sebuah rapat warga, dorongannya kuat sekali untuk membuat sepetak tanah kosong menjadi sebuah taman agar lingkungan menjadi lebih asri. Beberapa warga bahkan antusias untuk ekstra menyumbang ayunan dan rangka besi (untuk panjatan) agar anak-anak bisa pula bermain di sana. Kita termasuk yang sangat sepakat dengan gagasan itu. Tetapi saat akhirnya Pak Lurah minta yang setuju agar mengangkat tangan, kita tidak melakukannya. Kita sedang menjalankan peran sebagai advocatus diaboli. ‘Pembela iblis’.

Kalau dialihbahasakan secara kata per kata, memang akan seperti itu jadinya: ‘pembela iblis’. Mengerikan sekali.. (lanjutannya)

ceteris paribus

– istilah ekonomi –

Istilah Latin yang lazim dalam ilmu ekonomi (economics) ini berarti: jika hal-hal lain tetap (other things being equal, kalau dalam bahasa Inggris). Misalnya pernyataan berikut ini.

“Jika harga turun, permintaan (akan) naik/bertambah”

Misalkan saja harga tiket pesawat terbang secara umum turun (mungkin karena ditemukannya jenis bahan bakar pesawat atau teknologi baru yang membuat biaya operasional pesawat menjadi lebih murah), bisa diperkirakan bahwa permintaan (demand) terhadap tiket pesawat bakal naik (sebagian dari mereka yang biasa bepergian dengan bus, kereta api atau kapal laut akan beralih ke pesawat). Ini sama saja dengan mengatakan:

“Jika harga naik, permintaan (akan) turun”

Jelas, sangat bisa dimengerti. Akan tetapi sesungguhnya kedua pernyataan itu tidak lengkap. Versi lengkapnya adalah.. (lanjutannya)

homo homini lupus

Dari bahasa Latin. Homo di sini artinya manusia, tak ada hubungannya dengan orientasi seks. Lupus, serigala. Homini adalah sebuah bentuk derivatif/turunan dari homo (arti sama saja).

“Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya”.

Kira-kira begitu terjemahannya. Tentu bukan untuk diartikan secara harfiah—bahwa manusia itu kanibal, misalnya (karena suka makan orang lain dalam arti sebenarnya). Tapi maksudnya lebih kepada untuk menggambarkan bahwa manusia bisa sangat kejam kepada sesamanya.

Jadi mari kita senantiasa ingat bahwa kita manusia, bukan serigala.  🙂

*****

—KK—