teks (subtitles/captions)

( senam literasi #1/3, + download YouTube )

Dalam dunia perfilman, teks (Inggris: subtitles/captions) adalah istilah untuk tulisan di layar yang secara umum berfungsi sebagai ‘jembatan bahasa’. Contohnya bisa kita lihat pada video [yang rasanya layak jadi mata pelajaran wajib bagi para calon stand-up comedian] berikut ini:

belajar stand-up dari george carlin

George Carlin – berkelas, dan gokil abis mengangkat ‘isu-isu tabu’

Eufemisme. . . (lanjutannya)

illegal fishing

( 6☀️blog #3/3 )

Susi Pudjiastuti, di Konferensi Kelautan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) medio 2017:

Susi Pudjiastuti vs illegal fishing“Illegal fishing is an international problem, and countering it requires cross border cooperation between countries.”

“I urge all nations to join me in sharing their vessel monitoring data with Global Fishing Watch. Together, we can begin a new era in transparency to end illegal and unreported fishing.”

Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia (saat itu) tersebut menyeru kepada dunia agar mau berbagi data guna memerangi IUU—illegal, unreported and unregulated fishing (penangkapan ikan yang ilegal, tidak terlaporkan dan menyalahi aturan)—atau biasa disingkat illegal fishing.

Sebuah gawe internasional, tetapi ini sungguh BUKAN cuma soal ikan atau fulus.

Modus operandi. . .(lanjutannya)

signature song

( + lagu tempo dulu )

Atas tulisan akhir tahun 2018 lalu, seorang sahabat blogger mengutarakan rasa inginnya untuk meninggalkan sebuah ‘jejak identitas’ (sebutlah begitu) sebagai warisan bagi anak cucu. Amin.

“Boleh juga untuk modal bikin artikel, nih!”, begitulah yang terlintas kala itu.

Di dunia musik, cita si teman tsb adalah ibarat signature songlagu yang lazim diidentikkan dengan penyanyi/artisnya (di antara sekian lagu ybs lainnya yang juga dikenal luas). Yang dari lingkup lokal/nasional, contohnya ialah “Walang Kekek” (Waldjinah) serta “Bento” (Iwan Fals). Yang internasional, “Stairway to Heaven” (Led Zeppelin) dan “Bohemian Rhapsody” (Queen).

. . .(lanjutannya)

dark side of the Moon

( + kenangan tembang lawas #2/2 )

Bukan cuma sekali manusia pernah kirim wahana ke Bulan. Toh, yang dilakukan China adalah sesuatu yang kebilang baru—berkeliaran dan bereksperimen di the dark side of the Moon.

Tetapi sebelum lanjut, mari kita lihat dulu olahraga ‘lontar martil’ (hammer throw).

hammer throw

. . .(lanjutannya)

one-hit wonder

( + kenangan tembang lawas #1/2 )

Sekejap, cuma satu, tetapi sering membekas. One-hit wonder adalah popularitas mainstream nan sesaat—tak jarang melulu hanya gara-gara sebuah ‘karya’, [terutama] dalam dunia musik.

Misalnya grup band new wave asal Jerman [Barat]—yang di Indonesia waktu itu rekamannya banyak beredar lewat kaset video Betamax bajakan, dengan lagu yang judul aslinya tak alang kepalang panjang (Jerman: “Da da da, ich lieb’ dich nicht du liebst mich nicht aha aha aha”; alias jika Inggris: “Da Da Da I Don’t Love You You Don’t Love Me Aha Aha Aha”) berikut ini:

one-hit wonder-Neue-Deutsche-Welle

Trio – “Da Da Da” (1982)

Menyimpan cerita. . .(lanjutannya)

drop cap

– istilah tipografi –

K ecuali di majalah-majalah, sepertinya sekarang ini orang sudah tidak terlalu sering lagi menggunakan drop caphuruf berukuran besar yang terdapat di awal bab (juga awal paragraf/puisi dll), seperti huruf–’K’ yang di depan sekali itu (sesuatu yang lazim dijumpai di buku-buku lama, terutama yang berbahasa asing/terbitan ‘Barat’)

I stilah ‘drop cap’ itu sendiri bisa jadi berasal dari pemangkasan frasa dropped capital, yang arti/maksudnya adalah ‘huruf KAPITAL yang di-drop/turun-kan’. Secara visual ini jelas terlihat pada artikel di mana—karena sudah dibuat nge-drop (turun sekian baris), huruf-huruf ‘K I A T’ yang sejatinya berukuran/fisik tidak normal (bongsor) itu menjadi praktis sejajar/sama tinggi dengan huruf-huruf lain di baris pertama.

Trik blogger gratisan. . .(lanjutannya)

workaround

– problem solving / life hack –

Sempat bermasalah saat bikin artikel “Piala Dunia (World Cup)” kemarin—ingin pasang bagan, namun buta aplikasi grafis. Karena tidak bisa ‘cara baik-baik’, akhirnya coba ‘pakai kekerasan’..

Bermodal MERGE dan FILL, dapatlah ini (boleh pakai spreadsheet apa saja, bebas):

bagan - struktur organisasi

Lalu jika row/column yang berwarna itu disusutkan HEIGHT/WIDTH-nya secara drastis:

Efek, meriah. . . (lanjutannya)

Piala Dunia (World Cup)

( + bagan pertandingan )

Tidak terasa, sudah perempat-final. Artinya, dengan tiga kemenangan lagi, sebuah tim bakal jadi kampiun Piala Dunia alias World Cupkejuaraan dunia sepakbola empat-tahunan yang digelar oleh FIFA (nama badan sepakbola dunia).

Dengan barusan mengandaskan Uruguay 2-0, Prancis tinggal dua langkah lagi menuju puncak. Lalu, siapa menyusul (Brasil-Belgia, Rusia-Kroasia, Swedia-Inggris)? Kian menegangkan saja(!)

Tetapi ‘balada’ Piala Dunia tentu bukan semata-mata soal menang-kalahnya segelintir tim atau perkara sepakbola. Bahkan, bukan pula sekadar tentang olahraga.

FIFA zone elimination confederation

FIFA – Enam ‘zona’/konfederasi/asosiasi (CAF, AFC, UEFA, CONCACAF, OFC dan CONMEBOL)

Jalan terjal. . . (lanjutannya)

implode

( + praktek abal-abal )

Tidak jadi soal kita termasuk lovers atau haters (atau ‘cuek-cuek-saja-ers’) dari Donald Trump, ada kosakata menarik dari tweet medio 2017 Presiden AS ke-45 tsb berikut ini—implode.

twitter kicau presiden Donald Trump

Implode (self-destruct / fail from within)

Tetapi hehe.. kita tidak sedang bicara politik.

Istilah kekinian. . . (lanjutannya)

easy listening

( + nostalgia lagu jadul #1/2 )

Easy listening ialah istilah umum untuk lagu yang ‘tidak rumit’ (tidak menuntut si pendengar harus ngerti musik, misalnya). Alunan yang tidak bikin pusing (meski belum tentu juga suka).

Karena acuan utamanya adalah tentang lantunan yang terasa ‘santai di telinga’, easy listening praktis bisa berirama apa saja (jazz/keroncong/klasik dll—alias tidak harus berkarakter pop).

Tetapi, tentu saja, sesuatu yang ‘mudah di kuping’ tidak otomatis berarti ‘gampang di tangan’. Contohnya komposisi apik ala classic rock 70-an yang disajikan dengan amat resik berikut ini,

lagu jadul easy listening tahun baru 2918

Fleetwood Mac – “Never Going Back Again” (Rumours, 1977)

yang rasanya cocok sebagai sebuah easy listening tutup tahun yang tidak hiruk-pikuk.

Selamat Tahun Baru 2018

Satu Perihelion kembali kita nikmati ⭐️

Mari jadikan [putaran berikutnya] lebih baik!

☕️ 🍵

—————————————

—KK—

rock balancing

Menunggu memang kadang bisa membuahkan sesuatu. Misalnya yang terjadi setahunan lalu berikut ini. Ketika iseng berselancar di dunia maya karena teman janjian tak kunjung datang, secara tak sengaja lalu jadi kenal dunia (seni) rock/stone balancing (rock/stone stacking).

video seni susun batu

Gravity Glue – ketika segalanya direkatkan hanya oleh gravitasi

Perlu sabar? Pasti (sikap tergesa cuma akan mengakibatkan ‘keruntuhan’). Juga peka (‘merasai’ titik tumpu/topang batu). Dan tentu saja bandel (tidak mudah dibuat kapok oleh upaya gagal).

Agak tercenung juga waktu pertama kali nonton dulu. Bukan soal tingkat kesulitan atau hasil akhirnya (yang notabene semuanya ‘Wow!’), tetapi lebih kepada aspek-aspek yang berikut ini..

. . .(lanjutannya)