backward clock

Seorang pelaut turun dari kapal lalu masuk ke sebuah bar. Saat angkat gelas, lho..??

Itulah adegan-adegan awal “Dans la Ville Blanche”, sebuah film Swis/Inggris/Portugis garapan sutradara Alain Tanner yang rilis tahun 1983. Rentetan raut muka itu sendiri menelan waktu sekitar 20 detik (suatu visual yang berani sebab kebilang lama untuk sebuah close-up wajah). Sebuah durasi suasana hati—yang bisa membuat sebuah tegukan air jadi berlipat nikmat..

Dan ternyata ini yang bikin gara-gara. . .(lanjutannya)

Mercator projection

– istilah kartografi –

Imajinasi saja. Siapkan sebuah globe (bola dunia, biasa untuk alat peraga di kelas), selembar plastik (transparan) dan spidol. Gulung plastik jadi silinder dengan globe di dalamnya. Contek globe pada sekeliling silinder (digambar). Buka kembali gulungan silinder dan ‘Jreng..jreng..!’

mercator-blind grey

Cuma ilustrasi sederhana bagaimana memproyeksikan ‘wajah bumi’ pada suatu bidang datar, membuat peta duniamentransformasi 3D jadi 2D (bagi pengguna WordPress, cek di sini)

Masalahnya adalah, gambar di atas itu sebenarnya banyak ‘ngarangnya’. Misalnya ini,

. . .(lanjutannya)

power nap

( + nostalgia )

Pagi tadi, pada homepage ‘Mozilla Firefox’:

Need a quick recharge? Power up with a power nap. Geniuses like Dali and Einstein loved sneaking in some extra ZZZs.

Lho, ada istilahnya to? Googling.. Benar ada, ternyata! Seumur-umur baru tahu, padahal entah telah sejak kapan akrab dengan aksi satu ini: power nap—tidur sebentar yang membugarkan.

Jadi ingat..

. . .(lanjutannya)

Brexit

– politik vs pelesetan –

Juni lalu Inggris gelar hajatan referendum—di mana rakyat memberikan suara mau ‘remain’ (tetap bersama) atau ‘leave’ (keluar) Uni Eropa, yang populer disebut BrexitBritish Exit.

'Brexit: The Movie', sebuah film karya Martin Durkin

‘Brexit: The Movie’, sebuah film karya Martin Durkin

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, setelah gema British Exit sayup, sebuah ‘Brexit’ lain tiba-tiba muncul di Indonesia: Brebes Exit—sebuah eksit tol di daerah Brebes, provinsi Jawa Tengah.

. . .(lanjutannya)

tailor-made

“Confessions of an Economic Hit Man” adalah bestseller karya John Perkins yang membuat banyak orang sewot. Tak hendak membahas kandungan super-top secret buku heboh tsb, kita hanya akan menyorot satu ‘hal kecil’ di sana yang mungkin sering luput dari perhatian orang.

Dalam catatan karir yang penuh liku dalam ‘mengerjai’ perekonomian negara-negara sasaran itu, Perkins, yang ketika itu sedang dalam tahap mempelajari karakter calon korbannya (baca: pemerintah/rakyat/negara kita), membeber sebuah catatan intelijen yang amat tidak biasa..

. . .(lanjutannya)

lateral puzzle

( + wacana )

Pernah dapat ini?

Dua ekor kambing—satu menghadap ke utara, satu ke selatan. Di antaranya ada makanan.
Terikat sedemikian rupa, keduanya tidak bisa membalikkan badan. Lalu, agar bisa makan?

Atau yang kurang-lebih seperti ini?

Seorang bayi jatuh terhempas ke tanah dari gedung flat duapuluh lantai. Ia selamat.

(Sejauh ingat, masih kelas tiga atau empat SD ketika dapat ‘kambing’ itu, sedangkan ketemu ‘bayi’ waktu sudah agak besar) Dalam dunia tebak-tebakan, problem seperti itu acap disebut dengan lateral thinking puzzle (lateral puzzle / situation puzzle).

. . .(lanjutannya)

sleight of hand – self-working

– istilah sulap –

Awal kenal sulap dulu (SD), suka repot jika main trik ‘kecekatan tangan’ (sleight of hand), maklum bocah—tangan masih kecil (alasan!). Tetapi sulap bukan seni yang selalu menuntut ‘ketangkasan’ (sleight). Malah, ada pula trik yang pesulapnya bagai ‘tidak kerja’ sama sekali..

Oya, di rumah ada kartu? Siapkan keenambelas ‘kartu raja‘ A K Q J (Ace, King, Queen, Jack)
dari keempat kembang yang ada—sekop, hati, wajik, keriting (spade, heart, diamond, club).

Sudah? Ayo, kita kemon!

*****

Lakukan dengan terbuka (‘sisi muka’ kartu menghadap ke atas)

Susahnya Jadi Master

Suatu malam empat orang master (ahli) seni bela diri dari empat perguruan yang berbeda (Sekop, Hati, Wajik, Keriting) tiba di sebuah penginapan. Masing-masing dapat satu kamar.

Taruh keempat kartu As (ceritanya para master) di meja.

. . . (lanjutannya)

onomatope (onomatopoeia)

– transliterasi bunyi –

‘Jauh di nama dekat di hati’—alias tak kenal sapaan meski rajin digeluti tiap hari. Sepertinya begitulah umumnya sikap manusia terhadap ‘sosok ramah teman lama’ yang satu ini. Coba,

Pow (sized 250)Onomatope dalam komik

‘der’, ‘bles’, ‘haha-hihi-hehe-hoho..’, ‘klontang’, ‘krompyang’, ‘srek’, ‘buk’, ‘dig’, ‘ah’, ‘oh’, ‘ugh’, ‘hm’, ‘set’, ‘dung’, ‘krak’, ‘uhuk’, ‘zeb’, ‘ting..tong..’, ‘jleg’, ‘hiks’, ‘wuss..’, ‘oye’, ‘wes..ewes..ewess..’, ‘jleb’, kreat-kreot’, ‘serrr..’, ‘kukuruyuk’, ‘tuiing..’, ‘glek’, ‘grrr..’, ‘dhuaar’, ‘kaing’, ‘blug’, ‘srosoo..ott’

Baik via lisan atau tulisan, audio atau visual, banyak yang tak asing, kan? Itulah onomatope (Inggris: onomatopoeia)—arti teknisnya: kita membuat kata sesuai apa yang kita dengar.

Arti populer: ‘kata sesuai bunyi’—bercipta kata, sesuai sabda telinga.

Benturan.. (lanjutannya)

akronim – bacronym

Arti umum akronim (acronym) adalah singkatan yang dibentuk dari bagian awal (huruf/suku kata) dari komponen/kata-kata pembentuknya, dan yang bisa dan biasa dibaca sebagaimana sebuah kata. Contoh yang paling umum misalnya,

radar (radio detecting and ranging)
sonar (sound navigation ranging)
letkol (letnan kolonel)

. . . (lanjutannya)

fallacy

– tipe kesilapan –

Secara prinsip–sederhana, arti atau pengertian fallacy adalah ‘kekeliruan dalam penalaran’. Misalnya “Kemarin seharian hujan, pasti hari ini panas terus”, jelas ada logical error di sini. Tetapi jika ternyata benar panas terus (alias meski ‘cacat logika’, tetap terjadi)? Ya bisa saja.

Fallacy adalah tentang kekeliruan (dalam menalar), bukan peristiwa (fiktif atau faktual)

Suka tidur di goa (A) dan rajin minum softdrink (B), sekarang ia kaya raya (C).

Kalau memang ybs suka tidur di goa + rajin minum softdrink dan dulu miskin sekarang kaya, berarti ‘benar’, kan? Toh meski sesuai fakta, jelas ada yang sangat tidak beres di situ sebab arahnya cenderung menyesatkan (seolah C = A + B). Kalau info begini orang terus asal telan, bukan mustahil lama-lama bakal timbul gagasan ‘minum softdrink di goa bikin cepat kaya’.

Berikut ini contoh klasik tentang fallacy (dengan sedikit ‘aransemen’ dan pengembangan).

“Diambil siluman”.. (lanjutannya)

mutually exclusive

– istilah logika –

Di menu sebuah restoran, kita melihat ada: rawon, soto, tahu goreng, teh manis, jus buah dll. kita bisa minta [kombinasi] apa saja yang tertera di sana—dan lazimnya orang memang minta lebih dari satu item menu sekali pesan (seperti soto, teh dan tahu sekaligus).

Tapi tentu saja dalam keseharian tidak selalu sifat situasinya seperti itu. Misalnya ada ‘menu’ yang jika memilih satu di antaranya, dengan sendirinya harus melupakan yang lain sisanya.

. . .(lanjutannya)

hardware – software

Sekarang praktis semua orang tahu istilah hardware-software. Tapi sungguh, ada masa ketika menjelaskan kedua kata ini demikian sulit (lihat tulisan sebelumnya: ‘komputer cap jangkrik‘). Penyebabnya ada beberapa faktor, tapi yang utama mungkin dua yang berikut ini.

Masih banyak orang yang belum pernah melihat komputer (kecuali mungkin di TV atau film). Jadi sedikit mirip dengan menjelaskan arti hardware-software kepada orang suku pedalaman.

Faktor lain yang membuat segalanya jadi lebih sulit adalah, persepsi para penanya itu sendiri rata-rata sudah terkacaukan oleh pemahaman yang keliru akan padanan Indonesianya yang sering muncul di koran-koran: ‘perangkat keras – perangkat lunak’.

Kata hardware biasanya tidak jadi soal, tapi tidak terlalu mudah menjelaskan istilah software kepada mereka yang terlanjur meyakininya sebagai segala sesuatu ‘yang empuk-empuk’.

*****

Toh setelah.. (lanjutannya)

marcophily = marcophilately

Lumayan. Gara-gara main ke sebuah blog (beberapa menit yang lalu), jadi dapat istilah baru: marcophily atau marcophilately. Dari penampilannya mudah ditebak, ini adalah salah satu ‘cabang’ dari philately. Filateli? Istilah untuk hobi mengumpulkan perangko itu?

Klarifikasi dulu: filateli bukanlah sekadar mengumpulkan perangko, tapi—dalam artinya yang luas, sebuah studi tentang tanda tera (perangko, meterai dsb) atau sejarah pos dan segala hal yang berkaitan dengan itu (mengumpulkan perangko hanya salah satu aspek di antaranya). Apa saja yang [bisa] dipelajari dalam filateli? Banyak sekali. Mari, silakan hafalkan sendiri di sini.

Jadi jelas, seorang filatelis (orang yang berkecimpung dalam dunia filateli) tidak berarti harus punya koleksi perangko (arti ‘filateli’ jauh lebih luas daripada ‘mengumpulkan perangko’).

MI desa selesaiLalu yang menjadi fokus dari marcophily? Cap pos. Beda dengan perangko atau meterai, cap pos tidak bisa dikoleksi secara fisik, kecuali bersama [robekan] amplop atau kartu posnya.

Satu hal, marcophily sebenarnya juga bisa kita manfaatkan untuk hal-hal di luar filateli. Gambar di sebelah itu, misalnya (‘Selesai’ adalah nama sebuah kecamatan di Sumatra Utara). Jika di sekolah kita sesekali bermain-main sebentar dengan cap pos (terutama yang namanya lucu-lucu), bukankah pelajaran ilmu bumi bisa jadi lebih menyenangkan?

*****

(revisi, 7 Juni 2014)
———————————
Catatan: marcophily dulu sempat dikenal pula dengan istilah commatology
Referensi: linns & wikipedia
Gambar: marcophilyindonesia

—KK—