implode

( + praktek abal-abal )

Tidak jadi soal kita termasuk lovers atau haters (atau ‘cuek-cuek-saja-ers’) dari Donald Trump, ada kosakata menarik dari tweet medio 2017 Presiden AS ke-45 tsb berikut ini—implode.

twitter kicau presiden Donald Trump

Implode (self-destruct / fail from within)

Tetapi hehe.. kita tidak sedang bicara politik.

Istilah kekinian. . . (lanjutannya)

Iklan

easy listening

( + nostalgia lagu jadul #1/2 )

Easy listening ialah istilah umum untuk lagu yang ‘tidak rumit’ (tidak menuntut si pendengar harus ngerti musik, misalnya). Alunan yang tidak bikin pusing (meski belum tentu juga suka).

Karena acuan utamanya adalah tentang lantunan yang terasa ‘santai di telinga’, easy listening praktis bisa berirama apa saja (jazz/keroncong/klasik dll—alias tidak harus berkarakter pop).

Tetapi, tentu saja, sesuatu yang ‘mudah di kuping’ tidak otomatis berarti ‘gampang di tangan’. Contohnya komposisi apik ala classic rock 70-an yang disajikan dengan amat resik berikut ini,

lagu jadul easy listening tahun baru 2918

Fleetwood Mac – “Never Going Back Again” (Rumours, 1977)

yang rasanya cocok sebagai sebuah easy listening tutup tahun yang tidak hiruk-pikuk.

Selamat Tahun Baru 2018

Satu Perihelion kembali kita nikmati ⭐️

Mari jadikan [putaran berikutnya] lebih baik!

☕️ 🍵

—————————————

—KK—

rock balancing

Menunggu memang kadang bisa membuahkan sesuatu. Misalnya yang terjadi setahunan lalu berikut ini. Ketika iseng berselancar di dunia maya karena teman janjian tak kunjung datang, secara tak sengaja lalu jadi kenal dunia (seni) rock/stone balancing (rock/stone stacking).

video seni susun batu

Gravity Glue – ketika segalanya direkatkan hanya oleh gravitasi

Perlu sabar? Pasti (sikap tergesa cuma akan mengakibatkan ‘keruntuhan’). Juga peka (‘merasai’ titik tumpu/topang batu). Dan tentu saja bandel (tidak mudah dibuat kapok oleh upaya gagal).

Agak tercenung juga waktu pertama kali nonton dulu. Bukan soal tingkat kesulitan atau hasil akhirnya (yang notabene semuanya ‘Wow!’), tetapi lebih kepada aspek-aspek yang berikut ini..

. . .(lanjutannya)

backward clock

Seorang pelaut turun dari kapal lalu masuk ke sebuah bar. Saat angkat gelas, lho..??

Itulah adegan-adegan awal “Dans la Ville Blanche”, sebuah film Swis/Inggris/Portugis garapan sutradara Alain Tanner yang rilis tahun 1983. Rentetan raut muka itu sendiri menelan waktu sekitar 20 detik (suatu visual yang berani sebab kebilang lama untuk sebuah close-up wajah). Sebuah durasi suasana hati—yang bisa membuat sebuah tegukan air jadi berlipat nikmat..

Dan ternyata ini yang bikin gara-gara. . .(lanjutannya)

Mercator projection

– istilah kartografi –

Imajinasi saja. Siapkan sebuah globe (bola dunia, biasa untuk alat peraga di kelas), selembar plastik (transparan) dan spidol. Gulung plastik jadi silinder dengan globe di dalamnya. Contek globe pada sekeliling silinder (digambar). Buka kembali gulungan silinder dan ‘Jreng..jreng..!’

mercator-blind grey

Cuma ilustrasi sederhana bagaimana memproyeksikan ‘wajah bumi’ pada suatu bidang datar, membuat peta duniamentransformasi 3D jadi 2D (bagi pengguna WordPress, cek di sini)

Masalahnya adalah, gambar di atas itu sebenarnya banyak ‘ngarangnya’. Misalnya ini,

. . .(lanjutannya)

power nap

( + nostalgia )

Pagi tadi, pada homepage ‘Mozilla Firefox’:

Need a quick recharge? Power up with a power nap. Geniuses like Dali and Einstein loved sneaking in some extra ZZZs.

Lho, ada istilahnya to? Googling.. Benar ada, ternyata! Seumur-umur baru tahu, padahal entah telah sejak kapan akrab dengan aksi satu ini: power nap—tidur sebentar yang membugarkan.

Jadi ingat..

. . .(lanjutannya)

Brexit

– politik vs pelesetan –

Juni lalu Inggris gelar hajatan referendum—di mana rakyat memberikan suara mau ‘remain’ (tetap bersama) atau ‘leave’ (keluar) Uni Eropa, yang populer disebut BrexitBritish Exit.

'Brexit: The Movie', sebuah film karya Martin Durkin

‘Brexit: The Movie’, sebuah film karya Martin Durkin

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, setelah gema British Exit sayup, sebuah ‘Brexit’ lain tiba-tiba muncul di Indonesia: Brebes Exit—sebuah eksit tol di daerah Brebes, provinsi Jawa Tengah.

. . .(lanjutannya)

tailor-made

“Confessions of an Economic Hit Man” adalah bestseller karya John Perkins yang membuat banyak orang sewot. Tak hendak membahas kandungan super-top secret buku heboh tsb, kita hanya akan menyorot satu ‘hal kecil’ di sana yang mungkin sering luput dari perhatian orang.

Dalam catatan karir yang penuh liku dalam ‘mengerjai’ perekonomian negara-negara sasaran itu, Perkins, yang ketika itu sedang dalam tahap mempelajari karakter calon korbannya (baca: pemerintah/rakyat/negara kita), membeber sebuah catatan intelijen yang amat tidak biasa..

. . .(lanjutannya)

lateral puzzle

( + wacana )

Pernah dapat ini?

Dua ekor kambing—satu menghadap ke utara, satu ke selatan. Di antaranya ada makanan.
Terikat sedemikian rupa, keduanya tidak bisa membalikkan badan. Lalu, agar bisa makan?

Atau yang kurang-lebih seperti ini?

Seorang bayi jatuh terhempas ke tanah dari gedung flat duapuluh lantai. Ia selamat.

(Sejauh ingat, masih kelas tiga atau empat SD ketika dapat ‘kambing’ itu, sedangkan ketemu ‘bayi’ waktu sudah agak besar) Dalam dunia tebak-tebakan, problem seperti itu acap disebut dengan lateral thinking puzzle (lateral puzzle / situation puzzle).

. . .(lanjutannya)

sleight of hand – self-working

– istilah sulap –

Awal kenal sulap dulu (SD), suka repot jika main trik ‘kecekatan tangan’ (sleight of hand), maklum bocah—tangan masih kecil (alasan!). Tetapi sulap bukan seni yang selalu menuntut ‘ketangkasan’ (sleight). Malah, ada pula trik yang pesulapnya bagai ‘tidak kerja’ sama sekali..

Oya, di rumah ada kartu? Siapkan keenambelas ‘kartu raja‘ A K Q J (Ace, King, Queen, Jack)
dari keempat kembang yang ada—sekop, hati, wajik, keriting (spade, heart, diamond, club).

Sudah? Ayo, kita kemon!

*****

Lakukan dengan terbuka (‘sisi muka’ kartu menghadap ke atas)

Susahnya Jadi Master

Suatu malam empat orang master (ahli) seni bela diri dari empat perguruan yang berbeda (Sekop, Hati, Wajik, Keriting) tiba di sebuah penginapan. Masing-masing dapat satu kamar.

Taruh keempat kartu As (ceritanya para master) di meja.

. . . (lanjutannya)

onomatope (onomatopoeia)

– transliterasi bunyi –

‘Jauh di nama dekat di hati’—alias tak kenal sapaan meski rajin digeluti tiap hari. Sepertinya begitulah umumnya sikap manusia terhadap ‘sosok ramah teman lama’ yang satu ini. Coba,

Pow (sized 250)Onomatope dalam komik

‘der’, ‘bles’, ‘haha-hihi-hehe-hoho..’, ‘klontang’, ‘krompyang’, ‘srek’, ‘buk’, ‘dig’, ‘ah’, ‘oh’, ‘ugh’, ‘hm’, ‘set’, ‘dung’, ‘krak’, ‘uhuk’, ‘zeb’, ‘ting..tong..’, ‘jleg’, ‘hiks’, ‘wuss..’, ‘oye’, ‘wes..ewes..ewess..’, ‘jleb’, kreat-kreot’, ‘serrr..’, ‘kukuruyuk’, ‘tuiing..’, ‘glek’, ‘grrr..’, ‘dhuaar’, ‘kaing’, ‘blug’, ‘srosoo..ott’

Baik via lisan atau tulisan, audio atau visual, banyak yang tak asing, kan? Itulah onomatope (Inggris: onomatopoeia)—arti teknisnya: kita membuat kata sesuai apa yang kita dengar.

Arti populer: ‘kata sesuai bunyi’—bercipta kata, sesuai sabda telinga.

Benturan.. (lanjutannya)

akronim – bacronym

Arti umum akronim (acronym) adalah singkatan yang dibentuk dari bagian awal (huruf/suku kata) dari komponen/kata-kata pembentuknya, dan yang bisa dan biasa dibaca sebagaimana sebuah kata. Contoh yang paling umum misalnya,

radar (radio detecting and ranging)
sonar (sound navigation ranging)
letkol (letnan kolonel)

. . . (lanjutannya)

fallacy

– tipe kesilapan –

Secara prinsip–sederhana, arti atau pengertian fallacy adalah ‘kekeliruan dalam penalaran’. Misalnya “Kemarin seharian hujan, pasti hari ini panas terus”, jelas ada logical error di sini. Tetapi jika ternyata benar panas terus (alias meski ‘cacat logika’, tetap terjadi)? Ya bisa saja.

Fallacy adalah tentang kekeliruan (dalam menalar), bukan peristiwa (fiktif atau faktual)

Suka tidur di goa (A) dan rajin minum softdrink (B), sekarang ia kaya raya (C).

Kalau memang ybs suka tidur di goa + rajin minum softdrink dan dulu miskin sekarang kaya, berarti ‘benar’, kan? Toh meski sesuai fakta, jelas ada yang sangat tidak beres di situ sebab arahnya cenderung menyesatkan (seolah C = A + B). Kalau info begini orang terus asal telan, bukan mustahil lama-lama bakal timbul gagasan ‘minum softdrink di goa bikin cepat kaya’.

Berikut ini contoh klasik tentang fallacy (dengan sedikit ‘aransemen’ dan pengembangan).

“Diambil siluman”.. (lanjutannya)