fallacy

– tipe kesilapan –

Secara prinsip–sederhana, arti atau pengertian fallacy adalah ‘kekeliruan dalam penalaran’. Misalnya “Kemarin seharian hujan, pasti hari ini panas terus”, jelas ada logical error di sini. Tetapi jika ternyata benar panas terus (alias meski ‘cacat logika’, tetap terjadi)? Ya bisa saja.

Fallacy adalah tentang kekeliruan (dalam menalar), bukan peristiwa (fiktif atau faktual)

Suka tidur di goa (A) dan rajin minum softdrink (B), sekarang ia kaya raya (C).

Kalau memang ybs suka tidur di goa + rajin minum softdrink dan dulu miskin sekarang kaya, berarti ‘benar’, kan? Toh meski sesuai fakta, jelas ada yang sangat tidak beres di situ sebab arahnya cenderung menyesatkan (seolah C = A + B). Kalau info begini orang terus asal telan, bukan mustahil lama-lama bakal timbul gagasan ‘minum softdrink di goa bikin cepat kaya’.

Berikut ini contoh klasik tentang fallacy (dengan sedikit ‘aransemen’ dan pengembangan).

“Diambil siluman”.. (lanjutannya)

mutually exclusive

– istilah logika –

Di menu sebuah restoran, kita melihat ada: rawon, soto, tahu goreng, teh manis, jus buah dll. kita bisa minta [kombinasi] apa saja yang tertera di sana—dan lazimnya orang memang minta lebih dari satu item menu sekali pesan (seperti soto, teh dan tahu sekaligus).

Tapi tentu saja dalam keseharian tidak selalu sifat situasinya seperti itu. Misalnya ada ‘menu’ yang jika memilih satu di antaranya, dengan sendirinya harus melupakan yang lain sisanya.

. . .(lanjutannya)

hardware – software

Sekarang praktis semua orang tahu istilah hardware-software. Tapi sungguh, ada masa ketika menjelaskan kedua kata ini demikian sulit (lihat tulisan sebelumnya: ‘komputer cap jangkrik‘). Penyebabnya ada beberapa faktor, tapi yang utama mungkin dua yang berikut ini.

Masih banyak orang yang belum pernah melihat komputer (kecuali mungkin di TV atau film). Jadi sedikit mirip dengan menjelaskan arti hardware-software kepada orang suku pedalaman.

Faktor lain yang membuat segalanya jadi lebih sulit adalah, persepsi para penanya itu sendiri rata-rata sudah terkacaukan oleh pemahaman yang keliru akan padanan Indonesianya yang sering muncul di koran-koran: ‘perangkat keras – perangkat lunak’.

Kata hardware biasanya tidak jadi soal, tapi tidak terlalu mudah menjelaskan istilah software kepada mereka yang terlanjur meyakininya sebagai segala sesuatu ‘yang empuk-empuk’.

*****

Toh setelah.. (lanjutannya)

marcophily = marcophilately

Lumayan. Gara-gara main ke sebuah blog (beberapa menit yang lalu), jadi dapat istilah baru: marcophily atau marcophilately. Dari penampilannya mudah ditebak, ini adalah salah satu ‘cabang’ dari philately. Filateli? Istilah untuk hobi mengumpulkan perangko itu?

Klarifikasi dulu: filateli bukanlah sekadar mengumpulkan perangko, tapi—dalam artinya yang luas, sebuah studi tentang tanda tera (perangko, meterai dsb) atau sejarah pos dan segala hal yang berkaitan dengan itu (mengumpulkan perangko hanya salah satu aspek di antaranya). Apa saja yang [bisa] dipelajari dalam filateli? Banyak sekali. Mari, silakan hafalkan sendiri di sini.

Jadi jelas, seorang filatelis (orang yang berkecimpung dalam dunia filateli) tidak berarti harus punya koleksi perangko (arti ‘filateli’ jauh lebih luas daripada ‘mengumpulkan perangko’).

MI desa selesaiLalu yang menjadi fokus dari marcophily? Cap pos. Beda dengan perangko atau meterai, cap pos tidak bisa dikoleksi secara fisik, kecuali bersama [robekan] amplop atau kartu posnya.

Satu hal, marcophily sebenarnya juga bisa kita manfaatkan untuk hal-hal di luar filateli. Gambar di sebelah itu, misalnya (‘Selesai’ adalah nama sebuah kecamatan di Sumatra Utara). Jika di sekolah kita sesekali bermain-main sebentar dengan cap pos (terutama yang namanya lucu-lucu), bukankah pelajaran ilmu bumi bisa jadi lebih menyenangkan?

*****

(revisi, 7 Juni 2014)
———————————
Catatan: marcophily dulu sempat dikenal pula dengan istilah commatology
Referensi: linns & wikipedia
Gambar: marcophilyindonesia

—KK—

serendipity

– istilah langka –

Awal 2006, saat baru merintis sebuah kedai kopi, seorang teman bertanya arti serendipity. Baru ingat, kalau lupa. Entah kapan pertama kali bersua dengan kata ini. Sudah lama sekali.

Menjelaskan serendipity (sebuah istilah Inggris) dengan pendekatan sinonim sama muskilnya dengan menterjemahkan istilah ‘karma’ (Sanskerta), ‘feng shui’ (China), ‘ngabuburit’ (Sunda), ‘karaoke’ (Jepang), ‘chutzpah’ (Ibrani), ‘Zugzwang’ (Jerman), atau ‘merkéngkong’ (Jawa). Dan yang menjadi sebabnya adalah: semua istilah itu mewakili suatu pengertian yang padanannya sulit ditemukan dalam bahasa lain (catatan: semua kata tersebut, kecuali ngabuburitmerkéngkong, sudah diakui sebagai kosakata Inggris—tapi baiklah kita tidak usah bahas soal itu).

Tapi untuk mudahnya.. (lanjutannya)

ywis

Ketemu kata ini gara-gara main scrabble. Kaget juga waktu itu. Bukan apa-apa, pola konsonan awalnya tidak begitu lazim untuk bahasa Inggris. Tapi terus terang, mungkin karena sempat lama tinggal di Salatiga dan Semarang (Jawa Tengah), yang langsung terbayang saat melihatnya untuk pertama kalinya adalah ungkapan ‘Ya wis..!’ yang kalau dalam bahasa Jawa bermakna mengiyakan atau mengalah.

Dalam bahasa Inggris lama (adverb atau kata keterangan ini sekarang sudah nyaris dilupakan orang), pengertian atau arti ywis yang merupakan sinonim dari iwis ini adalah: most likely – certainly – assuredly – truly – probably. Atau kalau dalam bahasa Indonesia kurang lebih: tentu saja – tentunya – pasti – pastinya – sudah barang tentu – rasa-rasanya.

*****

———————————

NB:
Main scrabble bahasa Inggris dan butuh stok kata-kata aneh? Lihat (puisi) Scrabble Head

—KK—

juggernaut

Mungkin ini cuma soal selera, tapi sebagai penggemar komik, dari kecil aku tak pernah suka superhero (atau supervillain) ‘dari sono’. Sejarah jadi saktinya rutin (terutama tokoh Marvel): ada kecelakaan radioaktif lalu ‘jrèng..!’, lahir jagoan baru. Cerita ketebak (tidak menegangkan). Kostumnya suka konyol (ngapain juga, coba?). Dan pengarang komiknya suka tidak menghargai pembacanya sendiri: kenapa Magneto tidak bikin helm satu lagi lalu taruh di kepala Xavier? (Beres, kan?) Atau, kok setiap kali si wartawan lugu buka baju dan lepas kacamata, tiba-tiba orang jadi tidak tahu kalau dia Clark Kent? Dan masih sederet alasan lagi.. Sungguh, sebagai anak kecil (waktu itu), hal-hal seperti ini sering membuat aku merasa diremehkan.

Tapi mungkin yang paling bikin males (saking tidak menariknya) adalah soal pemberian nama. Kadang terlalu dicari-cari alias maksa abis (Sabretooth, Phoenix). Kadang sangat tidak kreatif (Superman-Superwoman-Superboy-Supergirl—dan sumpah, Superdog). Sampai yang kesannya benar-benar seperti sedang kehabisan ide (Captain America, Professor X, Mister Fantastic).

juggernaut_spray (gamebanana_com)Toh dari seabrek nama ‘superpayah’ itu ada satu yang langsung membuat aku tertarik: Juggernaut. Bukan soal karakternya (yang kuatnya luar biasa tapi—maaf, kesannya tidak begitu punya otak itu), tapi namanya itu lho. Nama-nama model Batman, The Flash, Storm, Iceman dll artinya jelas dengan sendirinya. Tapi Juggernaut? Berasal dari kata apa nama yang kesannya benar-benar terdengar jelek dan seperti sebuah berita buruk ini? (Bandingkan dengan nama Wonder Woman atau Sandman yang sama sekali tidak menggugah rasa ingin tahu itu).

*****

Ada yang pernah dengar ‘Sang Hyang Jagad Nata’?.. (Lanjutannya)

UFO – alien – ETI

UFO sering diidentikkan dengan ‘piring terbang’ (pesawat berbentuk ceper seperti piring milik mahluk luar angkasa). Nggak juga. UFO (Unidentified Flying Object) adalah ‘benda terbang tak dikenal’ alias yang tak teridentifikasi bahkan setelah ditelaah oleh pihak yang ‘berwenang’ (kompeten) untuk itu. ‘Tak teridentifikasi’ dalam hal ini artinya identitasnya gagal dikenali berdasarkan apa yang kita ketahui tentang ‘benda-benda terbang’ lainnya, baik itu ‘benda alam’ (seperti meteor) ataupun ‘benda karya manusia’ (seperti pesawat tempur dan peluru kendali). Dan karena tidak teridentifikasi dengan jelas itulah maka ‘benda’ tersebut dinamai UFO.

Istilah UFO sengaja dibuat untuk menghindari kerancuan dengan fantasi akan ‘piring terbang’ (flying saucer) ataupun tentang ‘mahluk luar angkasa’, tetapi orang (media dan pengarang sci-fi misalnya) justru cenderung [selalu] mengkaitkannya dengan mahluk cerdas dari luar bumi.

*****

Mungkin karena pengaruh film atau bacaan, jika mendengar kata alien orang biasanya akan langsung membayangkan sosok super cerdas dengan postur agak mirip manusia tapi dengan mata besar dan kepala serta anggota badan yang tidak begitu proporsional dst dsb. Nggak lagi. Alien artinya.. (lanjutannya)

fax = facsimile

– istilah telekomunikasi –

Fax adalah mesin pengganda/pengirim dokumen jarak jauh. Dengan hadirnya internet, perannya dalam keseharian sekarang jadi berkurang—walau masih relatif banyak digunakan. Tapi meski sudah jadi kosakata umum, masih saja ada yang belum tahu bahwa sesungguhnya kata ini adalah ‘bentuk pendek’ dari facsimile. Anehnya lagi, mereka yang sudah tahu tentang facsimile pun ternyata banyak yang mengucapkannya secara tidak tepat—alias masih bingung.

Mungkin karena banyak kata Inggris dengan pola ‘~ile’ (seperti mile, pile, tile, file, atau smile) yang dilafalkan dengan bunyi mirip diftong ‘ai’ [mail, pail, tail, fail, smail], lalu orang mengira pengucapan facsimile adalah [fèksimail]. Keliru. Pengucapan yang benar adalah [fèk-simeli].

*****

————————
Tips:

  • Untuk megecek lafal, bisa search melalui Google dengan keywords: facsimile meaning. Lalu klik ikon speaker (di bawah kata facsimile), lalu klik ikon flash player yang muncul.
  • Harap dicatat bahwa simbol fonetik yang digunakan di blog ini berbeda dengan yang digunakan di hasil search melalui Google di atas.
  • Contoh kata Inggris lain yang orang juga sering ‘tahu arti salah ucap’ misalnya: prejudice.

—KK—

paperback – hardcover

– istilah perbukuan –

Sebuah istilah perbukuan—bahasa Inggris. Paperback (sering disebut juga dengan softcover ) adalah buku yang cover-nya mudah dilengkungkan. Novel-novel dan buku-buku teks/referensi untuk pelajar dan mahasiswa umumnya dicetak dalam edisi paperback.

Istilah paperback biasanya dikontraskan dengan hardcover, yaitu buku dengan cover yang lebih ‘tebal dan keras’ sehingga tidak bisa dilengkungkan (atau kalau dipaksa juga, bakal rusak). Kitab-kitab suci (juga sebagian buku/novel edisi khusus) sering dicetak dalam edisi hardcover.

Karena biaya produksi per unit yang berbeda, untuk buku yang sama harga edisi hardcover biasanya jauh lebih mahal daripada edisi paperback-nya.

*****

—KK—