Inggris

( + curhat bola )

Ada satu kebiasaan masa kecil yang kadang masih terbawa hingga kini (‘old habits die hard’, kata orang sana) yaitu setiap kali membaca tulisan ‘Made in England‘ (pada gembok, obeng atau bagian bawah mobil-mobilan), yang ala refleks kemudian terbayang adalah gambar ini:

unionjack

Kalau dalam olahraga bulutangkis ini bisa diibaratkan ‘salah kamar‘ (servis masuk yang wajib dinyatakan keluar karena keliru lokasi mendarat). Benar itu bendera Inggris, dan benar pula ‘Made in England’ itu artinya ‘buatan Inggris’. Salahnya cuma satu: itu bukan bendera England.

Apa boleh buat, istilah ‘Inggris‘ memang cukup bermasalah.

. . .(lanjutannya)

epitaf – inskripsi

( + kilas )

Epitaf (Inggris: epitaph) adalah kata-kata pada makam (puisi/narasi) yang dituliskan untuk mengenang sang almarhum[ah] (hubungan, jasa dsb). Misalnya jika membaca tulisan seperti,

“Telah berpulang dalam damai—putra, suami, ayah dan teman tercinta”

orang lalu jadi teringat (atau tahu) bahwa saat ybs wafat orangtuanya [ada yang] masih hidup,
ia sudah menikah/punya anak (tetapi belum cucu), semasa hidup dekat dengan keluarga dll.

. . .(lanjutannya)

cadel

– kasus medis / linguistik –

Melihat usaha melatih [rrr..] adiknya yang cadel (tidak bisa bilang ‘R’) tidak juga berbuah hasil, Kakak dulu cuma berujar santai: “Sudah biar saja, nanti ngomong Inggrisnya malah gampang”. Memang, ada banyak ‘bunyi R‘ di dunia—misalnya yang enam ini (Mari, ‘tombol hotdog’-nya):

okesip-1 nyerut-1 H bingits
okesip-2 nyerut-2 gubrak!?

Pengucapan ‘R’ ala Indonesia relatif ‘galak’ (setara dengan kedua ‘okesip’ di kolom pertama) sedangkan ‘R’ ala Inggris umumnya lebih ‘teredam’ (mirip dengan dua model yang di tengah).

. . .(lanjutannya)

onomatope (onomatopoeia)

– transliterasi bunyi –

‘Jauh di nama dekat di hati’—alias tak kenal sapaan meski rajin digeluti tiap hari. Sepertinya begitulah umumnya sikap manusia terhadap ‘sosok ramah teman lama’ yang satu ini. Coba,

Pow (sized 250)Onomatope dalam komik

‘der’, ‘bles’, ‘haha-hihi-hehe-hoho..’, ‘klontang’, ‘krompyang’, ‘srek’, ‘buk’, ‘dig’, ‘ah’, ‘oh’, ‘ugh’, ‘hm’, ‘set’, ‘dung’, ‘krak’, ‘uhuk’, ‘zeb’, ‘ting..tong..’, ‘jleg’, ‘hiks’, ‘wuss..’, ‘oye’, ‘wes..ewes..ewess..’, ‘jleb’, kreat-kreot’, ‘serrr..’, ‘kukuruyuk’, ‘tuiing..’, ‘glek’, ‘grrr..’, ‘dhuaar’, ‘kaing’, ‘blug’, ‘srosoo..ott’

Baik via lisan atau tulisan, audio atau visual, banyak yang tak asing, kan? Itulah onomatope (Inggris: onomatopoeia)—arti teknisnya: kita membuat kata sesuai apa yang kita dengar.

Arti populer: ‘kata sesuai bunyi’—bercipta kata, sesuai sabda telinga.

Benturan.. (lanjutannya)

perimeter – parameter

– kata mudah / kata sulit –

Beberapa waktu lalu, dalam segmen berita ringan di sebuah TV swasta,

“Masyarakat kota anu (maaf, lupa) di Perancis panik karena melihat sosok menyerupai harimau di ketinggian bukit dekat sebuah supermarket.
Menerima laporan, petugas segera datang mengamankan parameter. . .”

Tampaknya tim redaksi stasiun TV ybs sudah keliru menyiapkan naskah si pembaca berita. Karena kalau melihat konteksnya, yang dimaksudkan adalah perimeter, bukan parameter.

Memahami arti perimeter mudah.. (lanjutannya)

akrostik

Meski bukan singkatan, sosok atau arti akrostik (acrostic) masih bersesuaian dengan akronim (lihat artikel sebelumnya). Karena secara visual mudah sekali dikenali, kita langsung saja,

Nyanyian dan syair limpah sudah serukan puja
Untuk sebuah surga yang konon jelma di dunia
Satwa dan flora bersanding keragaman budaya
Air dan tanah nan kaya tiada bertara
Negeri elok manikam khatulistiwa
Toh mungkin kuncinya kembali juga soal pekerti
Anugerah luar biasa itu bagaimana mau disikapi
Rukun mensyukuri alam yang masih jua memberi
Atau sekadar bunyi tapi hati tak kunjung peduli

. . .(lanjutannya)

akronim – bacronym

Arti umum akronim (acronym) adalah singkatan yang dibentuk dari bagian awal (huruf/suku kata) dari komponen/kata-kata pembentuknya, dan yang bisa dan biasa dibaca sebagaimana sebuah kata. Contoh yang paling umum misalnya,

radar (radio detecting and ranging)
sonar (sound navigation ranging)
letkol (letnan kolonel)

. . . (lanjutannya)

tangram

– mainan kecerdasan –

Ini tentang mainan masa kecil, yang baru ketahuan namanya setelah berpuluh tahun lewat.

Kalau ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada tripleks di gudang, mari bikin sendiri yang satu ini

tangram_buat (kuning-150)Tidak perlu besar, asal bersisi 15 s.d. 17 cm pun jadi. Lihat gambar (klik untuk memperbesar). Tidak rumit—tinggal buat bujur sangkar, ambil titik-titik tengahnya, tarik garis-garisnya, kemudian potong (menjadi tujuh bagian). Selesai. Kita baru saja membuat tangram.

Lima segitiga: 2 besar, 1 sedang, 2 kecil
Dua segiempat: 1 jajaran genjang, 1 bujur sangkar

Keempat.. (lanjutannya)

aksen – dialek

– istilah linguistik –

Meski sama-sama berkaitan dengan ciri khas orang dalam berbahasa, arti aksen dan dialek tidaklah sama. Repotnya, pengertian keduanya memang sering tumpang-tindih. Toh sekadar sebagai pembeda, yang berikut ini sepertinya bolehlah,

aksen berhubungan dengan bunyi (lafal, ‘lagu’, tekanan, ‘cara ngambil’, tempo dsb)
dialek meliputi aksen + kosakata + pola gramatikal

Jadi kalau antara saat orang Indonesia ngomong Inggris dan orang Inggris/Amerika/Australia ngomong Inggris ‘terdengar beda’, itu adalah masalah aksen (sama halnya dengan ketika ada bule ngomong Indonesia yang terasa beda dengan jika orang Indonesia ngomong Indonesia).

Sedangkan yang.. (lanjutannya)

tahun baru

( + kilas )

Tak jarang, pada acara ‘pelepasan 31 Desember / penyambutan 1 Januari’,

.. tiga .. dua .. satu ..
Happy New Year !!

Agak lucu ini—ngitungnya Indonesia, teriak selamatnya Inggris. Tapi ya nggak papa juga sih, yang penting semua gembira (bagus, kan?). Saking semangatnya, bahkan banyak yang keluar rumah sekadar agar bisa beramai-ramai memacetkan diri. Apapun, dari yang dulunya sepi, sekarang tahun baru sudah jadi ‘industri’ (membuat banyak dapur jadi bisa masak nasi).

Tapi apa sebenarnya ‘tahun baru’ itu?

Jam Lama.. (lanjutannya)

berbahasa satu

Saat menjelajah dunia maya, sesekali kita mungkin bertemu dengan seruan yang kandungan pesannya disampaikan dengan gambar kurang-lebih seperti ini,

berbahasa satu
bahasa Indonesia

Spiritnya jelas: Merah Putih, berterakan [penggalan butir] Sumpah Pemuda. Ini asyik sekali. Bahasa Indonesia masih dicinta kawula muda! Bukti bahwa hasrat luhur itu tetap menyala.

Cuma ada satu masalah,

Kita tidak berbahasa satu!

. . . (lanjutannya)