generasi

( + semangat pascatujuhbelasan #2/2 )

Suka dengan video ibu dan anak ini,

anak cucu proklamator bapak koperasi

Halida & Gustika Hatta – dari akal-akalan politik hingga koperasi

Keduanya adalah anak dan cucu Bung Hatta—salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia. Beda umur/angkatan, beda bahasa (cara penyampaian), [acap] beda sudut atau cara pandang, tetapi jelas punya kesamaan nilai-nilai (values).

Saling menghargai dan menyayangi, pun bisa berkomunikasi—meski beda generasi.

. . . (lanjutannya)

Iklan

lustrum

( + semangat pascatujuhbelasan #1/2 )

Beda nasib dengan ‘dekade’ (dasawarsa), ‘abad’ atau ‘milenium’ (yang bahkan punya ‘milenial’ untuk kata sifatnya), lustrum (arti: pancawarsa) adalah istilah yang jarang sekali diujar orang (kecuali mungkin di perguruan tinggi, sesekali).

Toh, meski bukan kosakata populer, lustrum mewakili satu rentang waktu yang acap dianggap pas untuk mengevaluasi sesuatu (dari ‘balita’, periode jabatan strategis hingga jargon sospol tempo doeloe seperti [RE]PELITA—banyak hal menggunakan ‘lima tahun’ sebagai patokan).

Maka agak kaget juga ketika bulan lalu dapat notifikasi WordPress yang ini:

lima tahun Kamus Istilah - Yang Pernah Mbuat Aku Bingung

Baru usia kanak-kanak. . . (lanjutannya)

Piala Dunia (World Cup)

( + bagan pertandingan )

Tidak terasa, sudah perempat-final. Artinya, dengan tiga kemenangan lagi, sebuah tim bakal jadi kampiun Piala Dunia alias World Cupkejuaraan dunia sepakbola empat-tahunan yang digelar oleh FIFA (nama badan sepakbola dunia).

Dengan barusan mengandaskan Uruguay 2-0, Prancis tinggal dua langkah lagi menuju puncak. Lalu, siapa menyusul (Brasil-Belgia, Rusia-Kroasia, Swedia-Inggris)? Kian menegangkan saja(!)

Tetapi ‘balada’ Piala Dunia tentu bukan semata-mata soal menang-kalahnya segelintir tim atau perkara sepakbola. Bahkan, bukan pula sekadar tentang olahraga.

FIFA zone elimination confederation

FIFA – Enam ‘zona’/konfederasi/asosiasi (CAF, AFC, UEFA, CONCACAF, OFC dan CONMEBOL)

Jalan terjal. . . (lanjutannya)

register

( + film hobi/Perancis )

film Perancis

Kaya bercerita dengan register

Tous les Matins du Monde” (All the Mornings of the World, kalau judul Inggrisnya) adalah karya sinema yang menuai banyak pujian. Dan dalam banyak aspek (acting, casting, lighting, musik dll), drama-romantis garapan Alain Corneau yang rilis pada era laser disk (1991) ini rasanya memang pantas diacungi jempol.

Dari semua itu, yang secara personal terasa paling berkesan (hingga kini, setelah sekian lama) dari film berbahasa Perancis yang relatif irit dialog ini adalah dalam hal register.

*****

Dalam sosio-linguistik, register adalah variasi bahasa yang terjadi karena [adanya perbedaan] situasi.

Baru kenal atau sudah akrab. . . (lanjutannya)

toponimi

! – istilah onomastika

Bus berhenti di depan sebuah warung. Ada yang naik/turun, sepertinya. Seorang bocah yang duduk di sisi jendela membuka mata. Setengah sadar, ia membaca tulisan di papan warung:

WARUNG GUDEG MERAK MATI

Oh, jadi gudegnya pakai daging merak. Kira-kira enak mana ya sama daging ayam? Eh, tapi..
Kenapa mesti bilang ‘mati’ sih? Kan nggak mungkin juga burungnya dimakan hidup-hidup??

Bus mulai bergerak lagi, dan bocah kelas satu atau dua SD (yang masih bingung) itu kembali tertidur, sama sekali tidak ngeh kalau ‘Merakmati’ adalah sebuah toponimi—nama tempat.

. . .(kenang-kenangan)

mnemonik

– teknik/seni mengingat –

Menjewer kuping sendiri, menepuk lutut keras-keras.. Lagu TK (Taman Kanak-kanak) ini selalu kami nyanyikan berdiri sembari memegang delapan bagian tubuh (mengikuti aksi Bu Guru).

♫ Kepala.. pundak lutut-kaki-lutut-kaki (2x)
Daun telinga, mata hidung dan pipi
KEPALA.. pundak lutut-kaki-lutut-kaki!
(nada/power/semangat naik)

Dan begitu selesai seisi kelas pasti langsung terkekeh-kekeh. Bu Guru memang hebat, ada saja cara Beliau mengajak kami bersenang-senang—tidak merasa sedang belajar. Padahal, coba: gerak badan, melatih artikulasi (+ pernapasan), rasa kebersamaan.. semua dapat(!) Ya, kan?

. . .(lanjutannya)

tahun cahaya

– satuan jarak astronomis –

“Tahun kok, cahaya? Lalu apa bedanya dengan ‘tahun’?” Kurang-lebih seperti itulah heranku
Kali pertama dengar istilah tahun cahaya (light year) dari Pak guru—dulu, SMP kelas satu

Tahun (satuan waktu)
Tahun cahaya (satuan jarak)

→ Ia pergi selama sepuluh tahun
→ Ia pergi sejauh sepuluh tahun cahaya

Jadi layaknya “Ia lari sejauh 10 km”, kalimat kedua tidak bicara waktu
Satuan ini digunakan untuk ‘jarak yang amat amat jauh’—’jarak astronomis


Artikelnya tamat sudah, sebab selebihnya cuma ‘memori/catatan senang-senang‘ saja hehe..
Termasuk sedikit sisipan fantasi, yang kadang mungkin terkesan tak nyambung sama sekali

Seperti bakalan kusuruh apa, kalau aku boleh sebut satu permintaan sama hantu..

Valentino Rossi. . .(lanjutannya)

benang merah

( + kilas )

Sekarang ini kita sedang kedatangan tamu, Raja Arab Saudi—Salman bin Abdulaziz al-Saud. Salah satu agenda Sri Baginda dalam lawatan ini: beramah-tamah dengan tokoh lintas agama.

Januari lalu, satu tempat ibadah lagi, sebuah pura, hadir di lingkungan Sekolah YPIM (Yayasan Perguruan Iskandar Muda) Medan—menemani masjid/gereja/wihara yang sudah duluan ada. Syafii Maarif, dalam pidato peresmiannya,

“. . .Toleransi itu sebelumnya telah terwujud sejak zaman Majapahit. Mpu Tantular, penulis Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa, adalah penganut Buddha aliran Tantrayana. Meski demikian, ia diterima Kerajaan Majapahit yang menganut Hindu. Namun saat ini, ada pihak-pihak yang memonopoli kebenaran dan merasa masuk surga sendiri. . .”

Setahunan lalu, pada peringatan Maulid, gelak tertahan berkali-kali terdengar di Istana Negara tatkala isu-isu kompleks, berat dan sensitif mengalir segar dalam sajian nan mudah diterima. Hasyim Muzadi, dengan tausiahnya,

. . .(lanjutannya)

Inggris

( + curhat bola )

Ada satu kebiasaan masa kecil yang kadang masih terbawa hingga kini (‘old habits die hard’, kata orang sana) yaitu setiap kali membaca tulisan ‘Made in England‘ (pada gembok, obeng atau bagian bawah mobil-mobilan), yang ala refleks kemudian terbayang adalah gambar ini:

unionjack

Kalau dalam olahraga bulutangkis ini bisa diibaratkan ‘salah kamar‘ (servis masuk yang wajib dinyatakan keluar karena keliru lokasi mendarat). Benar itu bendera Inggris, dan benar pula ‘Made in England’ itu artinya ‘buatan Inggris’. Salahnya cuma satu: itu bukan bendera England.

Apa boleh buat, istilah ‘Inggris‘ memang cukup bermasalah.

. . .(lanjutannya)

epitaf – inskripsi

( + kilas )

Epitaf (Inggris: epitaph) adalah kata-kata pada makam (puisi/narasi) yang dituliskan untuk mengenang sang almarhum[ah] (hubungan, jasa dsb). Misalnya jika membaca tulisan seperti,

“Telah berpulang dalam damai—putra, suami, ayah dan teman tercinta”

orang lalu jadi teringat (atau tahu) bahwa saat ybs wafat orangtuanya [ada yang] masih hidup,
ia sudah menikah/punya anak (tetapi belum cucu), semasa hidup dekat dengan keluarga dll.

. . .(lanjutannya)

cadel

– kasus medis / linguistik –

Melihat usaha melatih [rrr..] adiknya yang cadel (tidak bisa bilang ‘R’) tidak juga berbuah hasil, Kakak dulu cuma berujar santai: “Sudah biar saja, nanti ngomong Inggrisnya malah gampang”. Memang, ada banyak ‘bunyi R‘ di dunia—misalnya yang enam ini (Mari, ‘tombol hotdog’-nya):

okesip-1 nyerut-1 H bingits
okesip-2 nyerut-2 gubrak!?

Pengucapan ‘R’ ala Indonesia relatif ‘galak’ (setara dengan kedua ‘okesip’ di kolom pertama) sedangkan ‘R’ ala Inggris umumnya lebih ‘teredam’ (mirip dengan dua model yang di tengah).

. . .(lanjutannya)