carpe diem

( + nostalgia lagu jadul #2/2 )

Hidup ini cuma sebentar (umur manusia pendek), jadi [Ayo] “Raihlah hari!” Kira-kira, begitulah arti/pengertian carpe diem—seperti bisa kita lihat di cuplikan film tahun 80-an yang satu ini:

Robin Williams Mr Keating

Carpe diem – “Seize the day, boys. Make your lives extraordinary.”

Istilah Latin. . .(lanjutannya)

Iklan

advocatus diaboli

– istilah peran / tehnik pendekatan –

Dalam sebuah rapat warga, dorongannya kuat sekali untuk membuat sepetak tanah kosong menjadi sebuah taman agar lingkungan menjadi lebih asri. Beberapa warga bahkan antusias untuk ekstra menyumbang ayunan dan rangka besi (untuk panjatan) agar anak-anak bisa pula bermain di sana. Kita termasuk yang sangat sepakat dengan gagasan itu. Tetapi saat akhirnya Pak Lurah minta yang setuju agar mengangkat tangan, kita tidak melakukannya. Kita sedang menjalankan peran sebagai advocatus diaboli. ‘Pembela iblis’.

Kalau dialihbahasakan secara kata per kata, memang akan seperti itu jadinya: ‘pembela iblis’. Mengerikan sekali.. (lanjutannya)

homo homini lupus

Dari bahasa Latin. Homo di sini artinya manusia, tak ada hubungannya dengan orientasi seks. Lupus, serigala. Homini adalah sebuah bentuk derivatif/turunan dari homo (arti sama saja).

“Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya”.

Kira-kira begitu terjemahannya. Tentu bukan untuk diartikan secara harfiah—bahwa manusia itu kanibal, misalnya (karena suka makan orang lain dalam arti sebenarnya). Tapi maksudnya lebih kepada untuk menggambarkan bahwa manusia bisa sangat kejam kepada sesamanya.

Jadi mari kita senantiasa ingat bahwa kita manusia, bukan serigala.  🙂

*****

—KK—