problem pinggir jalan

puzzle / seni jalanan –

Pertama kali jumpa problem pinggir jalan adalah pada paruh kedua tahun 80’an, saat tengah bermalam di sebuah kota kecil—di remang emper daerah pecinan yang banyak tokonya sudah mulai pada tutup, dalam pendaran cahaya lampu tempel yang ditaruh begitu saja di dasaran, secara tak sengaja mendapati ada orang menggelar dagangan yang lain daripada yang lain...

Yaitu sebuah teka-teki(!)

Hayo, kira-kira apa hayo..?!

Iklan

pétarade

! ( + imajinasi kamar mandi )

Suka bangun lat kalau piknik ke daerah gunung. Tetapi pagi itu lain. Langit masih agak gelap, mata sudah melek. Lalu entah kenapa, ingin mandi pakai gayung dengan air dingin dari bak meski sebenarnya ada shower air hangat. Baru satu siraman di kepala: (maaf) “Duuu..uut!” Belum hilang sensasinya, di guyuran berikutnya hasrat itu datang lagi: (maaf lagi) “Duuuut..!”

Dua kali ‘big bang’—kuat-bertenaga, dan panjang membahana. Sungguh, rasanya ‘merdeka’ sekali(!) Tetapi ini jelas cuma soal biasa (Siapa pula yang tak pernah ‘meletup’ kala mandi?).

Yang tidak biasa adalah apa yang kemudian terlintas di kepala—’petarade‘.

Istilah Prancis. . .(lanjutannya)

lemari makan

( + kilas )

Lemari makan adalah almari yang khusus dibuat untuk menaruh atau menyimpan makanan. Beda dengan lemari pakaian, lemari makan lazim berkaki (body tidak menapak lantai dan kaki bisa diberi sesuatu untuk menangkal semut), sedikit lebih pendek, serta tanpa sekat vertikal.

Ngomong-ngomong, ingat lemari makan jadi ingat Imlek...

Kakek. . .(lanjutannya)

dark side of the Moon

( + kenangan tembang lawas #2/2 )

Bukan cuma sekali manusia pernah kirim wahana ke Bulan. Toh, yang dilakukan China adalah sesuatu yang kebilang baru—berkeliaran dan bereksperimen di the dark side of the Moon.

Tetapi sebelum lanjut, mari kita lihat dulu olahraga ‘lontar martil’ (hammer throw).

hammer throw

. . .(lanjutannya)

one-hit wonder

( + kenangan tembang lawas #1/2 )

Sekejap, cuma satu, tetapi sering membekas. One-hit wonder adalah popularitas mainstream nan sesaat—tak jarang melulu hanya gara-gara sebuah ‘karya’, [terutama] dalam dunia musik.

Misalnya grup band new wave asal Jerman [Barat]—yang di Indonesia waktu itu rekamannya banyak beredar lewat kaset video Betamax bajakan, dengan lagu yang judul aslinya tak alang kepalang panjang (Jerman: “Da da da, ich lieb’ dich nicht du liebst mich nicht aha aha aha”; alias jika Inggris: “Da Da Da I Don’t Love You You Don’t Love Me Aha Aha Aha”) berikut ini:

one-hit wonder-Neue-Deutsche-Welle

Trio – “Da Da Da” (1982)

Menyimpan cerita. . .(lanjutannya)

drop cap

– istilah tipografi –

K ecuali di majalah-majalah, sepertinya sekarang ini orang sudah tidak terlalu sering lagi menggunakan drop caphuruf berukuran besar yang terdapat di awal bab (juga awal paragraf/puisi dll), seperti huruf–’K’ yang di depan sekali itu (sesuatu yang lazim dijumpai di buku-buku lama, terutama yang berbahasa asing/terbitan ‘Barat’)

I stilah ‘drop cap’ itu sendiri bisa jadi berasal dari pemangkasan frasa dropped capital, yang arti/maksudnya adalah ‘huruf KAPITAL yang di-drop/turun-kan’. Secara visual ini jelas terlihat pada artikel di mana—karena sudah dibuat nge-drop (turun sekian baris), huruf-huruf ‘K I A T’ yang sejatinya berukuran/fisik tidak normal (bongsor) itu menjadi praktis sejajar/sama tinggi dengan huruf-huruf lain di baris pertama.

Trik blogger gratisan. . .(lanjutannya)

generasi

( + semangat pascatujuhbelasan #2/2 )

Suka dengan video ibu dan anak ini,

anak cucu proklamator bapak koperasi

Halida & Gustika Hatta – dari akal-akalan politik hingga koperasi

Keduanya adalah anak dan cucu Bung Hatta—salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia. Beda umur/angkatan, beda bahasa (cara penyampaian), [acap] beda sudut atau cara pandang, tetapi jelas punya kesamaan nilai-nilai (values).

Saling menghargai dan menyayangi, pun bisa berkomunikasi—meski beda generasi.

. . . (lanjutannya)

lustrum

( + semangat pascatujuhbelasan #1/2 )

Beda nasib dengan ‘dekade’ (dasawarsa), ‘abad’ atau ‘milenium’ (yang bahkan punya ‘milenial’ untuk kata sifatnya), lustrum (arti: pancawarsa) adalah istilah yang jarang sekali diujar orang (kecuali mungkin di perguruan tinggi, sesekali).

Toh, meski bukan kosakata populer, lustrum mewakili satu rentang waktu yang acap dianggap pas untuk mengevaluasi sesuatu (dari ‘balita’, periode jabatan strategis hingga jargon sospol tempo doeloe seperti [RE]PELITA—banyak hal menggunakan ‘lima tahun’ sebagai patokan).

Maka agak kaget juga ketika bulan lalu dapat notifikasi WordPress yang ini:

lima tahun Kamus Istilah - Yang Pernah Mbuat Aku Bingung

Baru usia kanak-kanak. . . (lanjutannya)

workaround

– problem solving / life hack –

Sempat bermasalah saat bikin artikel “Piala Dunia (World Cup)” kemarin—ingin pasang bagan, namun buta aplikasi grafis. Karena tidak bisa ‘cara baik-baik’, akhirnya coba ‘pakai kekerasan’..

Bermodal MERGE dan FILL, dapatlah ini (boleh pakai spreadsheet apa saja, bebas):

bagan - struktur organisasi

Lalu jika row/column yang berwarna itu disusutkan HEIGHT/WIDTH-nya secara drastis:

Efek, meriah. . . (lanjutannya)

Piala Dunia (World Cup)

( + bagan pertandingan )

Tidak terasa, sudah perempat-final. Artinya, dengan tiga kemenangan lagi, sebuah tim bakal jadi kampiun Piala Dunia alias World Cupkejuaraan dunia sepakbola empat-tahunan yang digelar oleh FIFA (nama badan sepakbola dunia).

Dengan barusan mengandaskan Uruguay 2-0, Prancis tinggal dua langkah lagi menuju puncak. Lalu, siapa menyusul (Brasil-Belgia, Rusia-Kroasia, Swedia-Inggris)? Kian menegangkan saja(!)

Tetapi ‘balada’ Piala Dunia tentu bukan semata-mata soal menang-kalahnya segelintir tim atau perkara sepakbola. Bahkan, bukan pula sekadar tentang olahraga.

FIFA zone elimination confederation

FIFA – Enam ‘zona’/konfederasi/asosiasi (CAF, AFC, UEFA, CONCACAF, OFC dan CONMEBOL)

Jalan terjal. . . (lanjutannya)

register

( + film hobi/Perancis )

film Perancis

Kaya bercerita dengan register

Tous les Matins du Monde” (All the Mornings of the World, kalau judul Inggrisnya) adalah karya sinema yang menuai banyak pujian. Dan dalam banyak aspek (acting, casting, lighting, musik dll), drama-romantis garapan Alain Corneau yang rilis pada era laser disk (1991) ini rasanya memang pantas diacungi jempol.

Dari semua itu, yang secara personal terasa paling berkesan (hingga kini, setelah sekian lama) dari film berbahasa Perancis yang relatif irit dialog ini adalah dalam hal register.

*****

Dalam sosio-linguistik, register adalah variasi bahasa yang terjadi karena [adanya perbedaan] situasi.

Baru kenal atau sudah akrab. . . (lanjutannya)