jarak Chebyshev

( + ‘ilmu langkah ala Rusia’ )

Klir, diagonal bujur sangkar lebih panjang daripada sisi vertikal/horizontalnya. Ibarat lapangan, perlu menempuh jarak lebih jauh untuk menyilang sudutnya dibanding jika menyusur tepinya.

chebyshev distance 1

Gambar-1: AC > AB

Namun ‘pakem sakral’ tsb tentu BUKAN cara tunggal dalam memaknai jarak...

chebyshev distance 2

Gambar-2: AC = AB = 4 (petak)

Jelas, mau lempeng ataupun serong, ‘secara bujur sangkar’ jaraknya sama-sama empat. Inilah, dalam pengertian simpelnya, yang disebut dengan jarak Chebyshev (Chebyshev distance).

chebyshev distance 3

Gambar-3: jarak satu sama lain juga 4 petak

Dan fakta lucu bahwa jarak miring bisa sama jauh (atau sama dekat) dengan jarak tegak lurus atau mendatarnya ini sungguh punya ‘efek sulap’ nan asyik—membuat perkara yang lazimnya butuh analisis serius (dan suka salah-salah pula) jadi bisa terjawab/selesaikan dalam sekejap.

Bebas pusing (tak usah mikir), pun hasilnya dijamin akurat (tak salah-salah lagi).

. . .(lanjutannya)

tentara – veteran

Beberapa waktu lalu Ibuk ditelepon mantan tetangga asrama, sesama janda tentara. Biasalah, ‘silaturahmi’ dari yang lebih muda ke yang lebih tua. Selain bertukar kabar ini-itu, dari obrolan tsb Ibuk jadi tahu jika Bu M[antan] enggan mengurus tunjangan janda veteran yang menjadi haknya. Bikin pusing doang, begitu kira-kira alasan Bu M. (Waduh, sayang banget, Tante!)

. . .(lanjutannya)

three dog night

( + refleksi )

Three itu tiga, dog anjing, dan night malam. Jadi three dog night itu pasti “tiga anjing malam”. Kurang lebih, seperti itulah yang terpikir dulu ketika untuk pertama kalinya membaca nama grup cadas Irlandia-Amerika yang dimotori oleh tiga vokalis sekaligus tsb di sebuah kaset.

Tetapi menalar bahasa asing dengan logika bahasa Indonesia terang besar resiko salahnya..

Anjing. . . (lanjutannya)

overlooking

( senam literasi, sisipan #2/2 )

Cinderella menoleh ke arah sumber suara. Celaka! Karena keasyikan, ia tadi jadi lupa waktu. Peri Baik Hati telah wanti-wanti: jika jam berbunyi dua belas kali, maka semua keajaiban akan berhenti—dan ia kembali menjadi gadis berpakaian lusuh yang sering tampak kurang mandi. Tanpa ayal Cinderella lari. Panik. Seperti dikejar tawon. Sampai-sampai sepatunya lepas satu..

Lucu. . . (lanjutannya)

musik itu universal

– ungkapan –

Meski orang jelas tidak bisa menerangkan sesuatu secara tepat-detail dengan ‘bahasa musik’ (Pak/Bu Guru tak bisa mengajarkan rumus ABC melalui genjrengan gitar di depan kelas, mis), semua orang akur kalau ‘Musik itu universal‘. Tulisan ini ingin sedikit menyelisik tentang itu.

Anak kecil, film horor, ninabobo. . . (lanjutannya)

FPS (frames per second)

( senam literasi #2/3, + cari jodoh film-teks )

Kalau sekian gambar yang cuma beda-beda dikit kita lihat secara [nyaris] bersamaan, efeknya adalah sebuah ilusi gerak. Contohnya aksi khas Lionel Messi yang ada di flipbook berikut ini:

Lionel Messi magic Copa Del Rey 2015

(Sumber: Wikipedia, karya: Harun Uğur)

Gambar mati jadi hidup. . . (lanjutannya)

Lorem ipsum

( senam literasi, sisipan #1/2 )

Dari anak buah, Pembaca (Boss) dapat layout (tata letak) berikut untuk dinilai plus-minusnya..

Ibot – Sejarah dalam sebuah nama

Pagi itu ketika membuka pintu depan, Ayah mendapati di keset teras ada seekor anak anjing hitam dengan kepala mirip pakai topi paus/haji seperti karena semacam penyakit kulit. Iba, Ayah melemparkan selembar roti tawar. Sejak saat itu, keluarga kami punya warga baru.

Besoknya baru kami tahu, ternyata si betina anakan datang lewat sungai (entah dari mana). Timbul-tenggelam nyaris ajal di arus yang lumayan deras, ia diselamatkan oleh tukang warung dekat rumah yang kebetulan melihat dan lalu sigap mengangkatnya ke tepi. Sambil menggigil serta tak henti merintih (mungkin sebab lapar, kedinginan, bingung, takut, lelah,

terluka——atau gabungan dari semua itu), makhluk mungil itu seperti memaksa diri terhuyung berjalan, menjauhi suara air. Rumah pertama dilewatinya, juga rumah kedua, terus.. hingga di depan rumah kami, saat entah kenapa ia memutuskan untuk belok.

Itu dulu. Sekarang ia primadona di lingkungan kami. Anak kecil, para embak pengasuh mereka.. semua suka mencandainya, menanyakannya. Dan meski gundul anehnya sudah tak lagi berbekas (‘topi putih’ itu kini sudah ditumbuhi bulu hitam berkilau, kuobati dengan minyak tawon), kami, yang telanjur sayang dengan namanya, tetap memanggilnya Ibot——item botak.

Antara atensi dan intuisi. . . (lanjutannya)

teks (subtitles/captions)

( senam literasi #1/3, + download YouTube )

Dalam dunia perfilman, teks (Inggris: subtitles/captions) adalah istilah untuk tulisan di layar yang secara umum berfungsi sebagai ‘jembatan bahasa’. Contohnya bisa kita lihat pada video [yang rasanya layak jadi mata pelajaran wajib bagi para calon stand-up comedian] berikut ini:

belajar stand-up dari george carlin

George Carlin – berkelas, dan gokil abis mengangkat ‘isu-isu tabu’

Eufemisme. . . (lanjutannya)

illegal fishing

( 6☀️blog #3/3 )

Susi Pudjiastuti, di Konferensi Kelautan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) medio 2017:

Susi Pudjiastuti vs illegal fishing“Illegal fishing is an international problem, and countering it requires cross border cooperation between countries.”

“I urge all nations to join me in sharing their vessel monitoring data with Global Fishing Watch. Together, we can begin a new era in transparency to end illegal and unreported fishing.”

Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia (saat itu) tersebut menyeru kepada dunia agar mau berbagi data guna memerangi IUU—illegal, unreported and unregulated fishing (penangkapan ikan yang ilegal, tidak terlaporkan dan menyalahi aturan)—atau biasa disingkat illegal fishing.

Sebuah gawe internasional, tetapi ini sungguh BUKAN cuma soal ikan atau fulus.

Modus operandi. . .(lanjutannya)

signature song

( + lagu tempo dulu )

Atas tulisan akhir tahun 2018 lalu, seorang sahabat blogger mengutarakan rasa inginnya untuk meninggalkan sebuah ‘jejak identitas’ (sebutlah begitu) sebagai warisan bagi anak cucu. Amin.

“Boleh juga untuk modal bikin artikel, nih!”, begitulah yang terlintas kala itu.

Di dunia musik, cita si teman tsb adalah ibarat signature songlagu yang lazim diidentikkan dengan penyanyi/artisnya (di antara sekian lagu ybs lainnya yang juga dikenal luas). Yang dari lingkup lokal/nasional, contohnya ialah “Walang Kekek” (Waldjinah) serta “Bento” (Iwan Fals). Yang internasional, “Stairway to Heaven” (Led Zeppelin) dan “Bohemian Rhapsody” (Queen).

. . .(lanjutannya)

teknologi antariksa

( 6☀️blog #2/3 )

Acap berkonotasi dengan hal-hal yang wah/super-canggih/ultra-modern/hanya dikuasai oleh negara-negara maju dsb, teknologi antariksa (space technology) kadang—secara agak lucu, justru memunculkan sikap yang ‘anti-kemajuan’.

[ Mau ‘Sedikit-melek’ Aja Nggak Boleh ]
A: “Gilak! Emang hebat-hebat ya mereka itu..”
B: “Keren, sih. Gue pingin baca-baca soal antariksa ah!”
A: “Lagu lu kayak orang pinter. Udah, pokoknya itu bukan buat kita!”

Benar atau salah konotasinya, mental ‘inferior-fatalis’ ala si-A sungguh tidak perlu diamini.

Semua suka cerita. . .(lanjutannya)

Bulan

( 6☀️blog #1/3 )

Juli, enam ratus bulan yang lalu (1969), untuk kali pertama orang bikin tapak sepatu di Bulan. Ikut merasa asyik dengan pencapaian itu, tulisan [tiga bagian] ini mulai dari si ‘benda langit‘.

Sekadar catatan senang-senang. Di ulang tahun keenam...

ulang tahun wordpress

The one and only. . .(lanjutannya)