power nap

( + nostalgia )

Pagi tadi, pada homepage ‘Mozilla Firefox’:

Need a quick recharge? Power up with a power nap. Geniuses like Dali and Einstein loved sneaking in some extra ZZZs.

Lho, ada istilahnya to? Googling.. Benar ada, ternyata! Seumur-umur baru tahu, padahal entah telah sejak kapan akrab dengan aksi satu ini: power nap—tidur sebentar yang membugarkan.

Jadi ingat..

. . .(lanjutannya)

Brexit

– politik vs pelesetan –

Juni lalu Inggris gelar hajatan referendum—di mana rakyat memberikan suara mau ‘remain’ (tetap bersama) atau ‘leave’ (keluar) Uni Eropa, yang populer disebut BrexitBritish Exit.

'Brexit: The Movie', sebuah film karya Martin Durkin

‘Brexit: The Movie’, sebuah film karya Martin Durkin

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, setelah gema British Exit sayup, sebuah ‘Brexit’ lain tiba-tiba muncul di Indonesia: Brebes Exit—sebuah eksit tol di daerah Brebes, provinsi Jawa Tengah.

. . .(lanjutannya)

Inggris

( + curhat bola )

Ada satu kebiasaan masa kecil yang kadang masih terbawa hingga kini (‘old habits die hard’, kata orang sana) yaitu setiap kali membaca tulisan ‘Made in England‘ (pada gembok, obeng atau bagian bawah mobil-mobilan), yang ala refleks kemudian terbayang adalah gambar ini:

unionjack

Kalau dalam olahraga bulutangkis ini bisa diibaratkan ‘salah kamar‘ (servis masuk yang wajib dinyatakan keluar karena keliru lokasi mendarat). Benar itu bendera Inggris, dan benar pula ‘Made in England’ itu artinya ‘buatan Inggris’. Salahnya cuma satu: itu bukan bendera England.

Apa boleh buat, istilah ‘Inggris‘ memang cukup bermasalah.

. . .(lanjutannya)

tailor-made

“Confessions of an Economic Hit Man” adalah bestseller karya John Perkins yang membuat banyak orang sewot. Tak hendak membahas kandungan super-top secret buku heboh tsb, kita hanya akan menyorot satu ‘hal kecil’ di sana yang mungkin sering luput dari perhatian orang.

Dalam catatan karir yang penuh liku dalam ‘mengerjai’ perekonomian negara-negara sasaran itu, Perkins, yang ketika itu sedang dalam tahap mempelajari karakter calon korbannya (baca: pemerintah/rakyat/negara kita), membeber sebuah catatan intelijen yang amat tidak biasa..

. . .(lanjutannya)

lateral puzzle

( + wacana )

Pernah dapat ini?

Dua ekor kambing—satu menghadap ke utara, satu ke selatan. Di antaranya ada makanan.
Terikat sedemikian rupa, keduanya tidak bisa membalikkan badan. Lalu, agar bisa makan?

Atau yang kurang-lebih seperti ini?

Seorang bayi jatuh terhempas ke tanah dari gedung flat duapuluh lantai. Ia selamat.

(Sejauh ingat, masih kelas tiga atau empat SD ketika dapat ‘kambing’ itu, sedangkan ketemu ‘bayi’ waktu sudah agak besar) Dalam dunia tebak-tebakan, problem seperti itu acap disebut dengan lateral thinking puzzle (lateral puzzle / situation puzzle).

. . .(lanjutannya)

epitaf – inskripsi

( + kilas )

Epitaf (Inggris: epitaph) adalah kata-kata pada makam (puisi/narasi) yang dituliskan untuk mengenang sang almarhum[ah] (hubungan, jasa dsb). Misalnya jika membaca tulisan seperti,

“Telah berpulang dalam damai—putra, suami, ayah dan teman tercinta”

orang lalu jadi teringat (atau tahu) bahwa saat ybs wafat orangtuanya [ada yang] masih hidup,
ia sudah menikah/punya anak (tetapi belum cucu), semasa hidup dekat dengan keluarga dll.

. . .(lanjutannya)

Scoville

– satuan ukuran –

Campur secangkir bubuk cabe dengan sekian cangkir air. Lalu cicipi. Pedas, kan? Tambahkan air dan rasai kembali. Demikian prosesnya diulangi terus sampai pedasnya tidak terasa lagi.

Bukan resep, itu cuma ilustrasi mudah bagaimana Wilbur Scoville (seorang ahli farmasi AS), saat ia sedang meramu sejenis salep, secara tak sengaja menemukan cara ‘menakar pedas‘.

. . .(lanjutannya)

cadel

– kasus medis / linguistik –

Melihat usaha melatih [rrr..] adiknya yang cadel (tidak bisa bilang ‘R’) tidak juga berbuah hasil, Kakak dulu cuma berujar santai: “Sudah biar saja, nanti ngomong Inggrisnya malah gampang”. Memang, ada banyak ‘bunyi R‘ di dunia—misalnya yang enam ini (Mari, ‘tombol hotdog’-nya):

okesip-1 nyerut-1 H bingits
okesip-2 nyerut-2 gubrak!?

Pengucapan ‘R’ ala Indonesia relatif ‘galak’ (setara dengan kedua ‘okesip’ di kolom pertama) sedangkan ‘R’ ala Inggris umumnya lebih ‘teredam’ (mirip dengan dua model yang di tengah).

. . .(lanjutannya)

sleight of hand – self-working

– istilah sulap –

Awal kenal sulap dulu (SD), suka repot jika main trik ‘kecekatan tangan’ (sleight of hand), maklum bocah—tangan masih kecil (alasan!). Tetapi sulap bukan seni yang selalu menuntut ‘ketangkasan’ (sleight). Malah, ada pula trik yang pesulapnya bagai ‘tidak kerja’ sama sekali..

Oya, di rumah ada kartu? Siapkan keenambelas ‘kartu raja‘ A K Q J (Ace, King, Queen, Jack)
dari keempat kembang yang ada—sekop, hati, wajik, keriting (spade, heart, diamond, club).

Sudah? Ayo, kita kemon!

*****

Lakukan dengan terbuka (‘sisi muka’ kartu menghadap ke atas)

Susahnya Jadi Master

Suatu malam empat orang master (ahli) seni bela diri dari empat perguruan yang berbeda (Sekop, Hati, Wajik, Keriting) tiba di sebuah penginapan. Masing-masing dapat satu kamar.

Taruh keempat kartu As (ceritanya para master) di meja.

. . . (lanjutannya)

onomatope (onomatopoeia)

– transliterasi bunyi –

‘Jauh di nama dekat di hati’—alias tak kenal sapaan meski rajin digeluti tiap hari. Sepertinya begitulah umumnya sikap manusia terhadap ‘sosok ramah teman lama’ yang satu ini. Coba,

Pow (sized 250)Onomatope dalam komik

‘der’, ‘bles’, ‘haha-hihi-hehe-hoho..’, ‘klontang’, ‘krompyang’, ‘srek’, ‘buk’, ‘dig’, ‘ah’, ‘oh’, ‘ugh’, ‘hm’, ‘set’, ‘dung’, ‘krak’, ‘uhuk’, ‘zeb’, ‘ting..tong..’, ‘jleg’, ‘hiks’, ‘wuss..’, ‘oye’, ‘wes..ewes..ewess..’, ‘jleb’, kreat-kreot’, ‘serrr..’, ‘kukuruyuk’, ‘tuiing..’, ‘glek’, ‘grrr..’, ‘dhuaar’, ‘kaing’, ‘blug’, ‘srosoo..ott’

Baik via lisan atau tulisan, audio atau visual, banyak yang tak asing, kan? Itulah onomatope (Inggris: onomatopoeia)—arti teknisnya: kita membuat kata sesuai apa yang kita dengar.

Arti populer: ‘kata sesuai bunyi’—bercipta kata, sesuai sabda telinga.

Benturan.. (lanjutannya)

perimeter – parameter

– kata mudah / kata sulit –

Beberapa waktu lalu, dalam segmen berita ringan di sebuah TV swasta,

“Masyarakat kota anu (maaf, lupa) di Perancis panik karena melihat sosok menyerupai harimau di ketinggian bukit dekat sebuah supermarket.
Menerima laporan, petugas segera datang mengamankan parameter. . .”

Tampaknya tim redaksi stasiun TV ybs sudah keliru menyiapkan naskah si pembaca berita. Karena kalau melihat konteksnya, yang dimaksudkan adalah perimeter, bukan parameter.

Memahami arti perimeter mudah.. (lanjutannya)