Lorem ipsum

( senam literasi, sisipan #1/2 )

Dari anak buah, Pembaca (Boss) dapat layout (tata letak) berikut untuk dinilai plus-minusnya..

Ibot – Sejarah dalam sebuah nama

Pagi itu ketika membuka pintu depan, Ayah mendapati di keset teras ada seekor anak anjing hitam dengan kepala mirip pakai topi paus/haji seperti karena semacam penyakit kulit. Iba, Ayah melemparkan selembar roti tawar. Sejak saat itu, keluarga kami punya warga baru.

Besoknya baru kami tahu, ternyata si betina anakan datang lewat sungai (entah dari mana). Timbul-tenggelam nyaris ajal di arus yang lumayan deras, ia diselamatkan oleh tukang warung dekat rumah yang kebetulan melihat dan lalu sigap mengangkatnya ke tepi. Sambil menggigil serta tak henti merintih (mungkin sebab lapar, kedinginan, bingung, takut, lelah,

terluka——atau gabungan dari semua itu), makhluk mungil itu seperti memaksa diri terhuyung berjalan, menjauhi suara air. Rumah pertama dilewatinya, juga rumah kedua, terus.. hingga di depan rumah kami, saat entah kenapa ia memutuskan untuk belok.

Itu dulu. Sekarang ia primadona di lingkungan kami. Anak kecil, para embak pengasuh mereka.. semua suka mencandainya, menanyakannya. Dan meski gundul anehnya sudah tak lagi berbekas (‘topi putih’ itu kini sudah ditumbuhi bulu hitam berkilau, kuobati dengan minyak tawon), kami, yang telanjur sayang dengan namanya, tetap memanggilnya Ibot——item botak.

Antara atensi dan intuisi. . . (lanjutannya)

teks (subtitles/captions)

( senam literasi #1/3, + download YouTube )

Dalam dunia perfilman, teks (Inggris: subtitles/captions) adalah istilah untuk tulisan di layar yang secara umum berfungsi sebagai ‘jembatan bahasa’. Contohnya bisa kita lihat pada video [yang rasanya layak jadi mata pelajaran wajib bagi para calon stand-up comedian] berikut ini:

belajar stand-up dari george carlin

George Carlin – berkelas, dan gokil abis mengangkat ‘isu-isu tabu’

Eufemisme. . . (lanjutannya)

illegal fishing

( 6☀️blog #3/3 )

Susi Pudjiastuti, di Konferensi Kelautan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) medio 2017:

Susi Pudjiastuti vs illegal fishing“Illegal fishing is an international problem, and countering it requires cross border cooperation between countries.”

“I urge all nations to join me in sharing their vessel monitoring data with Global Fishing Watch. Together, we can begin a new era in transparency to end illegal and unreported fishing.”

Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia (saat itu) tersebut menyeru kepada dunia agar mau berbagi data guna memerangi IUU—illegal, unreported and unregulated fishing (penangkapan ikan yang ilegal, tidak terlaporkan dan menyalahi aturan)—atau biasa disingkat illegal fishing.

Sebuah gawe internasional, tetapi ini sungguh BUKAN cuma soal ikan atau fulus.

Modus operandi. . .(lanjutannya)

signature song

( + lagu tempo dulu )

Atas tulisan akhir tahun 2018 lalu, seorang sahabat blogger mengutarakan rasa inginnya untuk meninggalkan sebuah ‘jejak identitas’ (sebutlah begitu) sebagai warisan bagi anak cucu. Amin.

“Boleh juga untuk modal bikin artikel, nih!”, begitulah yang terlintas kala itu.

Di dunia musik, cita si teman tsb adalah ibarat signature songlagu yang lazim diidentikkan dengan penyanyi/artisnya (di antara sekian lagu ybs lainnya yang juga dikenal luas). Yang dari lingkup lokal/nasional, contohnya ialah “Walang Kekek” (Waldjinah) serta “Bento” (Iwan Fals). Yang internasional, “Stairway to Heaven” (Led Zeppelin) dan “Bohemian Rhapsody” (Queen).

. . .(lanjutannya)

teknologi antariksa

( 6☀️blog #2/3 )

Acap berkonotasi dengan hal-hal yang wah/super-canggih/ultra-modern/hanya dikuasai oleh negara-negara maju dsb, teknologi antariksa (space technology) kadang—secara agak lucu, justru memunculkan sikap yang ‘anti-kemajuan’.

[ Mau ‘Sedikit-melek’ Aja Nggak Boleh ]
A: “Gilak! Emang hebat-hebat ya mereka itu..”
B: “Keren, sih. Gue pingin baca-baca soal antariksa ah!”
A: “Lagu lu kayak orang pinter. Udah, pokoknya itu bukan buat kita!”

Benar atau salah konotasinya, mental ‘inferior-fatalis’ ala si-A sungguh tidak perlu diamini.

Semua suka cerita. . .(lanjutannya)

Bulan

( 6☀️blog #1/3 )

Juli, enam ratus bulan yang lalu (1969), untuk kali pertama orang bikin tapak sepatu di Bulan. Ikut merasa asyik dengan pencapaian itu, tulisan [tiga bagian] ini mulai dari si ‘benda langit‘.

Sekadar catatan senang-senang. Di ulang tahun keenam...

ulang tahun wordpress

The one and only. . .(lanjutannya)

Istana Merdeka – Istana Negara

– nama bangunan bersejarah –

Lebaran kemarin, sekitar jam makan malam, sebuah stasiun TV swasta menyiarkan:

Sebelum bertolak ke Solo, Presiden Jokowi menyempatkan diri menemui masyarakat yang telah menunggu sedari pagi di Lapangan Monas—yang terletak di depan Istana Negara.

Hehe.. Istana Kepresidenan yang di Jakarta ini memang lucu.

Dari Sabang sampai Merauke. . . (lanjutannya)

problem pinggir jalan

puzzle / seni jalanan –

Pertama kali jumpa problem pinggir jalan adalah pada paruh kedua tahun 80’an, saat tengah bermalam di sebuah kota kecil—di remang emper daerah pecinan yang banyak tokonya sudah mulai pada tutup, dalam pendaran cahaya lampu tempel yang ditaruh begitu saja di dasaran, secara tak sengaja mendapati ada orang menggelar dagangan yang lain daripada yang lain...

Yaitu sebuah teka-teki(!)

Hayo, kira-kira apa hayo..?!

pétarade

! ( + imajinasi kamar mandi )

Suka bangun lat kalau piknik ke daerah gunung. Tetapi pagi itu lain. Langit masih agak gelap, mata sudah melek. Lalu entah kenapa, ingin mandi pakai gayung dengan air dingin dari bak meski sebenarnya ada shower air hangat. Baru satu siraman di kepala: (maaf) “Duuu..uut!” Belum hilang sensasinya, di guyuran berikutnya hasrat itu datang lagi: (maaf lagi) “Duuuut..!”

Dua kali ‘big bang’—kuat-bertenaga, dan panjang membahana. Sungguh, rasanya ‘merdeka’ sekali(!) Tetapi ini jelas cuma soal biasa (Siapa pula yang tak pernah ‘meletup’ kala mandi?).

Yang tidak biasa adalah apa yang kemudian terlintas di kepala—’petarade‘.

Istilah Prancis. . .(lanjutannya)

lemari makan

( + kilas )

Lemari makan adalah almari yang khusus dibuat untuk menaruh atau menyimpan makanan. Beda dengan lemari pakaian, lemari makan lazim berkaki (body tidak menapak lantai dan kaki bisa diberi sesuatu untuk menangkal semut), sedikit lebih pendek, serta tanpa sekat vertikal.

Ngomong-ngomong, ingat lemari makan jadi ingat Imlek...

Kakek. . .(lanjutannya)