mnemonik

– teknik/seni mengingat –

Menjewer kuping sendiri, menepuk lutut keras-keras.. Lagu TK (Taman Kanak-kanak) ini selalu kami nyanyikan berdiri sembari memegang delapan bagian tubuh (mengikuti aksi Bu Guru).

♫ Kepala.. pundak lutut-kaki-lutut-kaki (2x)
Daun telinga, mata hidung dan pipi
KEPALA.. pundak lutut-kaki-lutut-kaki!
(nada/power/semangat naik)

Dan begitu selesai seisi kelas pasti langsung terkekeh-kekeh. Bu Guru memang hebat, ada saja cara Beliau mengajak kami bersenang-senang—tidak merasa sedang belajar. Padahal, coba: gerak badan, melatih artikulasi (+ pernapasan), rasa kebersamaan.. semua dapat(!) Ya, kan?

. . .(lanjutannya)

Sokoban

game kecerdasan –

Bebas dari unsur kekerasan (plot/teks/audio/visual), tidak biyayakan (tanpa ‘tekanan waktu’ pun sama sekali tidak butuh kecepatan tangan) serta amat mudah dimainkan (cukup dengan ‘tombol panah’). Itulah antara lain karakteristik [game] Sokoban (arti: pekerja/buruh gudang).

dorong peti geser boks kotak

Soko-Ban‘ (level-1)—bersahaja namun canggih, tanpa ‘dar-der-dor/bak-bik-buk’

. . .(lanjutannya)

tahun cahaya

– satuan jarak astronomis –

“Tahun kok, cahaya? Lalu apa bedanya dengan ‘tahun’?” Kurang-lebih seperti itulah heranku
Kali pertama dengar istilah tahun cahaya (light year) dari Pak guru—dulu, SMP kelas satu

Tahun (satuan waktu)
Tahun cahaya (satuan jarak)

→ Ia pergi selama sepuluh tahun
→ Ia pergi sejauh sepuluh tahun cahaya

Jadi layaknya “Ia lari sejauh 10 km”, kalimat kedua tidak bicara waktu
Satuan ini digunakan untuk ‘jarak yang amat amat jauh’—’jarak astronomis


Artikelnya tamat sudah, sebab selebihnya cuma ‘memori/catatan senang-senang‘ saja hehe..
Termasuk sedikit sisipan fantasi, yang kadang mungkin terkesan tak nyambung sama sekali

Seperti bakalan kusuruh apa, kalau aku boleh sebut satu permintaan sama hantu..

Valentino Rossi. . .(lanjutannya)

backward clock

Seorang pelaut turun dari kapal lalu masuk ke sebuah bar. Saat angkat gelas, lho..??

Itulah adegan-adegan awal “Dans la Ville Blanche”, sebuah film Swis/Inggris/Portugis garapan sutradara Alain Tanner yang rilis tahun 1983. Rentetan raut muka itu sendiri menelan waktu sekitar 20 detik (suatu visual yang berani sebab kebilang lama untuk sebuah close-up wajah). Sebuah durasi suasana hati—yang bisa membuat sebuah tegukan air jadi berlipat nikmat..

Dan ternyata ini yang bikin gara-gara. . .(lanjutannya)

benang merah

( + kilas )

Sekarang ini kita sedang kedatangan tamu, Raja Arab Saudi—Salman bin Abdulaziz al-Saud. Salah satu agenda Sri Baginda dalam lawatan ini: beramah-tamah dengan tokoh lintas agama.

Januari lalu, satu tempat ibadah lagi, sebuah pura, hadir di lingkungan Sekolah YPIM (Yayasan Perguruan Iskandar Muda) Medan—menemani masjid/gereja/wihara yang sudah duluan ada. Syafii Maarif, dalam pidato peresmiannya,

“. . .Toleransi itu sebelumnya telah terwujud sejak zaman Majapahit. Mpu Tantular, penulis Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa, adalah penganut Buddha aliran Tantrayana. Meski demikian, ia diterima Kerajaan Majapahit yang menganut Hindu. Namun saat ini, ada pihak-pihak yang memonopoli kebenaran dan merasa masuk surga sendiri. . .”

Setahunan lalu, pada peringatan Maulid, gelak tertahan berkali-kali terdengar di Istana Negara tatkala isu-isu kompleks, berat dan sensitif mengalir segar dalam sajian nan mudah diterima. Hasyim Muzadi, dengan tausiahnya,

. . .(lanjutannya)

antik

– sebuah arti lain –

Bahwa antik itu sesuatu (barang) yang bernilai seni dan telah berumur lama, semua mafhum. Tetapi dalam percakapan informal tahun 70-an di Jakarta, orang relatif umum berucap begini:

“Dia mah orangnya emang antik!”
“Ah, antik-antik aja luh!”
“Antik juga nih, gambar tempelnya!”

(nyentrik, beda, tak bisa disamakan dengan yang lain)
(ada-ada saja)
(bertuliskan kata-kata yang kreatif/jenaka)

Tidak ada kaitan dengan benda seni/usia lanjut, antik di sini berarti—gampangnya saja, ‘aneh‘ (yang konotasinya bisa sangat bervariasi: unik, khas, menggelikan, konyol, di luar dugaan dll). Lucunya, meski tak sama benar, ‘antik’ ala bahasa pasar jadul ini ada pula padanan Inggrisnya.

. . .(lanjutannya)

Mercator projection

– istilah kartografi –

Imajinasi saja. Siapkan sebuah globe (bola dunia, biasa untuk alat peraga di kelas), selembar plastik (transparan) dan spidol. Gulung plastik jadi silinder dengan globe di dalamnya. Contek globe pada sekeliling silinder (digambar). Buka kembali gulungan silinder dan ‘Jreng..jreng..!’

mercator-blind grey

Cuma ilustrasi sederhana bagaimana memproyeksikan ‘wajah bumi’ pada suatu bidang datar, membuat peta duniamentransformasi 3D jadi 2D (bagi pengguna WordPress, cek di sini)

Masalahnya adalah, gambar di atas itu sebenarnya banyak ‘ngarangnya’. Misalnya ini,

. . .(lanjutannya)

power nap

( + nostalgia )

Pagi tadi, pada homepage ‘Mozilla Firefox’:

Need a quick recharge? Power up with a power nap. Geniuses like Dali and Einstein loved sneaking in some extra ZZZs.

Lho, ada istilahnya to? Googling.. Benar ada, ternyata! Seumur-umur baru tahu, padahal entah telah sejak kapan akrab dengan aksi satu ini: power nap—tidur sebentar yang membugarkan.

Jadi ingat..

. . .(lanjutannya)

Brexit

– politik vs pelesetan –

Juni lalu Inggris gelar hajatan referendum—di mana rakyat memberikan suara mau ‘remain’ (tetap bersama) atau ‘leave’ (keluar) Uni Eropa, yang populer disebut BrexitBritish Exit.

'Brexit: The Movie', sebuah film karya Martin Durkin

‘Brexit: The Movie’, sebuah film karya Martin Durkin

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, setelah gema British Exit sayup, sebuah ‘Brexit’ lain tiba-tiba muncul di Indonesia: Brebes Exit—sebuah eksit tol di daerah Brebes, provinsi Jawa Tengah.

. . .(lanjutannya)

Inggris

( + curhat bola )

Ada satu kebiasaan masa kecil yang kadang masih terbawa hingga kini (‘old habits die hard’, kata orang sana) yaitu setiap kali membaca tulisan ‘Made in England‘ (pada gembok, obeng atau bagian bawah mobil-mobilan), yang ala refleks kemudian terbayang adalah gambar ini:

unionjack

Kalau dalam olahraga bulutangkis ini bisa diibaratkan ‘salah kamar‘ (servis masuk yang wajib dinyatakan keluar karena keliru lokasi mendarat). Benar itu bendera Inggris, dan benar pula ‘Made in England’ itu artinya ‘buatan Inggris’. Salahnya cuma satu: itu bukan bendera England.

Apa boleh buat, istilah ‘Inggris‘ memang cukup bermasalah.

. . .(lanjutannya)

tailor-made

“Confessions of an Economic Hit Man” adalah bestseller karya John Perkins yang membuat banyak orang sewot. Tak hendak membahas kandungan super-top secret buku heboh tsb, kita hanya akan menyorot satu ‘hal kecil’ di sana yang mungkin sering luput dari perhatian orang.

Dalam catatan karir yang penuh liku dalam ‘mengerjai’ perekonomian negara-negara sasaran itu, Perkins, yang ketika itu sedang dalam tahap mempelajari karakter calon korbannya (baca: pemerintah/rakyat/negara kita), membeber sebuah catatan intelijen yang amat tidak biasa..

. . .(lanjutannya)

lateral puzzle

( + wacana )

Pernah dapat ini?

Dua ekor kambing—satu menghadap ke utara, satu ke selatan. Di antaranya ada makanan.
Terikat sedemikian rupa, keduanya tidak bisa membalikkan badan. Lalu, agar bisa makan?

Atau yang kurang-lebih seperti ini?

Seorang bayi jatuh terhempas ke tanah dari gedung flat duapuluh lantai. Ia selamat.

(Sejauh ingat, masih kelas tiga atau empat SD ketika dapat ‘kambing’ itu, sedangkan ketemu ‘bayi’ waktu sudah agak besar) Dalam dunia tebak-tebakan, problem seperti itu acap disebut dengan lateral thinking puzzle (lateral puzzle / situation puzzle).

. . .(lanjutannya)