dark side of the Moon

( + kenangan tembang lawas #2/2 )

Bukan cuma sekali manusia pernah kirim wahana ke Bulan. Toh, yang dilakukan China adalah sesuatu yang kebilang baru—berkeliaran dan bereksperimen di the dark side of the Moon.

Tetapi sebelum lanjut, mari kita lihat dulu olahraga ‘lontar martil’ (hammer throw).

hammer throw

. . .(lanjutannya)

Iklan

one-hit wonder

( + kenangan tembang lawas #1/2 )

Sekejap, cuma satu, tetapi sering membekas. One-hit wonder adalah popularitas mainstream nan sesaat—tak jarang melulu hanya gara-gara sebuah ‘karya’, [terutama] dalam dunia musik.

Misalnya grup band new wave asal Jerman [Barat]—yang di Indonesia waktu itu rekamannya banyak beredar lewat kaset video Betamax bajakan, dengan lagu yang judul aslinya tak alang kepalang panjang (Jerman: “Da da da, ich lieb’ dich nicht du liebst mich nicht aha aha aha”; alias jika Inggris: “Da Da Da I Don’t Love You You Don’t Love Me Aha Aha Aha”) berikut ini:

one-hit wonder-Neue-Deutsche-Welle

Trio – “Da Da Da” (1982)

Menyimpan cerita. . .(lanjutannya)

drop cap

– istilah tipografi –

K ecuali di majalah-majalah, sepertinya sekarang ini orang sudah tidak terlalu sering lagi menggunakan drop caphuruf berukuran besar yang terdapat di awal bab (juga awal paragraf/puisi dll), seperti huruf–’K’ yang di depan sekali itu (sesuatu yang lazim dijumpai di buku-buku lama, terutama yang berbahasa asing/terbitan ‘Barat’)

I stilah ‘drop cap’ itu sendiri bisa jadi berasal dari pemangkasan frasa dropped capital, yang arti/maksudnya adalah ‘huruf KAPITAL yang di-drop/turun-kan’. Secara visual ini jelas terlihat pada artikel di mana—karena sudah dibuat nge-drop (turun sekian baris), huruf-huruf ‘K I A T’ yang sejatinya berukuran/fisik tidak normal (bongsor) itu menjadi praktis sejajar/sama tinggi dengan huruf-huruf lain di baris pertama.

Trik blogger gratisan. . .(lanjutannya)

generasi

( + semangat pascatujuhbelasan #2/2 )

Suka dengan video ibu dan anak ini,

anak cucu proklamator bapak koperasi

Halida & Gustika Hatta – dari akal-akalan politik hingga koperasi

Keduanya adalah anak dan cucu Bung Hatta—salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia. Beda umur/angkatan, beda bahasa (cara penyampaian), [acap] beda sudut atau cara pandang, tetapi jelas punya kesamaan nilai-nilai (values).

Saling menghargai dan menyayangi, pun bisa berkomunikasi—meski beda generasi.

. . . (lanjutannya)

lustrum

( + semangat pascatujuhbelasan #1/2 )

Beda nasib dengan ‘dekade’ (dasawarsa), ‘abad’ atau ‘milenium’ (yang bahkan punya ‘milenial’ untuk kata sifatnya), lustrum (arti: pancawarsa) adalah istilah yang jarang sekali diujar orang (kecuali mungkin di perguruan tinggi, sesekali).

Toh, meski bukan kosakata populer, lustrum mewakili satu rentang waktu yang acap dianggap pas untuk mengevaluasi sesuatu (dari ‘balita’, periode jabatan strategis hingga jargon sospol tempo doeloe seperti [RE]PELITA—banyak hal menggunakan ‘lima tahun’ sebagai patokan).

Maka agak kaget juga ketika bulan lalu dapat notifikasi WordPress yang ini:

lima tahun Kamus Istilah - Yang Pernah Mbuat Aku Bingung

Baru usia kanak-kanak. . . (lanjutannya)

workaround

– problem solving / life hack –

Sempat bermasalah saat bikin artikel “Piala Dunia (World Cup)” kemarin—ingin pasang bagan, namun buta aplikasi grafis. Karena tidak bisa ‘cara baik-baik’, akhirnya coba ‘pakai kekerasan’..

Bermodal MERGE dan FILL, dapatlah ini (boleh pakai spreadsheet apa saja, bebas):

bagan - struktur organisasi

Lalu jika row/column yang berwarna itu disusutkan HEIGHT/WIDTH-nya secara drastis:

Efek, meriah. . . (lanjutannya)

Piala Dunia (World Cup)

( + bagan pertandingan )

Tidak terasa, sudah perempat-final. Artinya, dengan tiga kemenangan lagi, sebuah tim bakal jadi kampiun Piala Dunia alias World Cupkejuaraan dunia sepakbola empat-tahunan yang digelar oleh FIFA (nama badan sepakbola dunia).

Dengan barusan mengandaskan Uruguay 2-0, Prancis tinggal dua langkah lagi menuju puncak. Lalu, siapa menyusul (Brasil-Belgia, Rusia-Kroasia, Swedia-Inggris)? Kian menegangkan saja(!)

Tetapi ‘balada’ Piala Dunia tentu bukan semata-mata soal menang-kalahnya segelintir tim atau perkara sepakbola. Bahkan, bukan pula sekadar tentang olahraga.

FIFA zone elimination confederation

FIFA – Enam ‘zona’/konfederasi/asosiasi (CAF, AFC, UEFA, CONCACAF, OFC dan CONMEBOL)

Jalan terjal. . . (lanjutannya)

register

( + film hobi/Perancis )

film Perancis

Kaya bercerita dengan register

Tous les Matins du Monde” (All the Mornings of the World, kalau judul Inggrisnya) adalah karya sinema yang menuai banyak pujian. Dan dalam banyak aspek (acting, casting, lighting, musik dll), drama-romantis garapan Alain Corneau yang rilis pada era laser disk (1991) ini rasanya memang pantas diacungi jempol.

Dari semua itu, yang secara personal terasa paling berkesan (hingga kini, setelah sekian lama) dari film berbahasa Perancis yang relatif irit dialog ini adalah dalam hal register.

*****

Dalam sosio-linguistik, register adalah variasi bahasa yang terjadi karena [adanya perbedaan] situasi.

Baru kenal atau sudah akrab. . . (lanjutannya)

implode

( + praktek abal-abal )

Tidak jadi soal kita termasuk lovers atau haters (atau ‘cuek-cuek-saja-ers’) dari Donald Trump, ada kosakata menarik dari tweet medio 2017 Presiden AS ke-45 tsb berikut ini—implode.

twitter kicau presiden Donald Trump

Implode (self-destruct / fail from within)

Tetapi hehe.. kita tidak sedang bicara politik.

Istilah kekinian. . . (lanjutannya)

carpe diem

( + nostalgia lagu jadul #2/2 )

Hidup ini cuma sebentar (umur manusia pendek), jadi [Ayo] “Raihlah hari!” Kira-kira, begitulah arti/pengertian carpe diem—seperti bisa kita lihat di cuplikan film tahun 80-an yang satu ini:

Robin Williams Mr Keating

Carpe diem – “Seize the day, boys. Make your lives extraordinary.”

Istilah Latin. . .(lanjutannya)

easy listening

( + nostalgia lagu jadul #1/2 )

Easy listening ialah istilah umum untuk lagu yang ‘tidak rumit’ (tidak menuntut si pendengar harus ngerti musik, misalnya). Alunan yang tidak bikin pusing (meski belum tentu juga suka).

Karena acuan utamanya adalah tentang lantunan yang terasa ‘santai di telinga’, easy listening praktis bisa berirama apa saja (jazz/keroncong/klasik dll—alias tidak harus berkarakter pop).

Tetapi, tentu saja, sesuatu yang ‘mudah di kuping’ tidak otomatis berarti ‘gampang di tangan’. Contohnya komposisi apik ala classic rock 70-an yang disajikan dengan amat resik berikut ini,

lagu jadul easy listening tahun baru 2918

Fleetwood Mac – “Never Going Back Again” (Rumours, 1977)

yang rasanya cocok sebagai sebuah easy listening tutup tahun yang tidak hiruk-pikuk.

Selamat Tahun Baru 2018

Satu Perihelion kembali kita nikmati ⭐️

Mari jadikan [putaran berikutnya] lebih baik!

☕️ 🍵

—————————————

—KK—

toponimi

! – istilah onomastika

Bus berhenti di depan sebuah warung. Ada yang naik/turun, sepertinya. Seorang bocah yang duduk di sisi jendela membuka mata. Setengah sadar, ia membaca tulisan di papan warung:

WARUNG GUDEG MERAK MATI

Oh, jadi gudegnya pakai daging merak. Kira-kira enak mana ya sama daging ayam? Eh, tapi..
Kenapa mesti bilang ‘mati’ sih? Kan nggak mungkin juga burungnya dimakan hidup-hidup??

Bus mulai bergerak lagi, dan bocah kelas satu atau dua SD (yang masih bingung) itu kembali tertidur, sama sekali tidak ngeh kalau ‘Merakmati’ adalah sebuah toponimi—nama tempat.

. . .(kenang-kenangan)

rock balancing

Menunggu memang kadang bisa membuahkan sesuatu. Misalnya yang terjadi setahunan lalu berikut ini. Ketika iseng berselancar di dunia maya karena teman janjian tak kunjung datang, secara tak sengaja lalu jadi kenal dunia (seni) rock/stone balancing (rock/stone stacking).

video seni susun batu

Gravity Glue – ketika segalanya direkatkan hanya oleh gravitasi

Perlu sabar? Pasti (sikap tergesa cuma akan mengakibatkan ‘keruntuhan’). Juga peka (‘merasai’ titik tumpu/topang batu). Dan tentu saja bandel (tidak mudah dibuat kapok oleh upaya gagal).

Agak tercenung juga waktu pertama kali nonton dulu. Bukan soal tingkat kesulitan atau hasil akhirnya (yang notabene semuanya ‘Wow!’), tetapi lebih kepada aspek-aspek yang berikut ini..

. . .(lanjutannya)